Jangan begitu Pak Adyanto... Kalo saya tanya balik, apakah anda punya hati nurani? Sepanjang hidup anda, apakah anda tidak pernah berbuat salah? Di tempat anda berkarya saat ini, apakah orang dari atas sampe bawah gak pernah salah? Apakah semua divisi bekerja dengan benar tanpa salah? Semua posting anda di milis ini tidak ada yang salah?
Semua contoh yang anda sebutkan itu benar, tidak berarti kita mencap polisi tidak punya hati nurani. Stigma itu kejam lho pak. Jangan menutup mata dengan kebaikan, tapi melotot saat melihat yg jelek2 saja. Saya masih kagum dengan polantas yang panas2 gini masih mengatur lalu lintas, atau pulang sampai larut malam. Polisi juga kerja, kadang ada salah. Sama seperti akunting di perusahaan anda yg salah hitung, atau admin yang salah ketik. Tapi kita tidak memberi stigma si akunting gak sekolah atau si admin buta. Siapa yang tidak pernah salah? salam, andidj ----- Original Message ----- From: Adyanto Aditomo To: [email protected] Sent: Tuesday, October 20, 2009 1:02 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Tendangan 'Maut' Pak Polisi..... He he he he he memangnya Polisi Indonesia punya hati nurani??? Kalau benar punya hati nurani, tidak mungkin mereka membiarkan banyak calo SIM dan STNK berkeliaran di Markas Polisi, tidak ada Polisi yang menjebak pengendara kendaraan di jalan raya, memanfaatkan rambu lalu Lintas yang tidak jelas (bisa karena tertutup pohon, atau maksud dari rambu tersebut yang membingungkan pengendara, dsb), melakukan pungutan liar terhadap para sopir Truk di jalan raya, nggebugi tertuduh tidak bersalah yang gak mau ngaku dan sebagainya. Penangkapan Wakil Ketua KPK dengan tuduhan yang selalu berubah oleh Pimpinan Polri, memperkuat dugaan bahwa Polisi kita tidak punya nurani. Dengan demikian, mereka tidak akan pernah menyesali apapun yang telah mereka lakukan, walaupun ada orang tidak bersalah sampai tewas akibat tindakannya. Gak akan pernah ada tuh. Kasus Sengkon dan Karta yang disiksa sehingga terpaksa memberikan pengakuan terhadap hal yang tidak pernah mereka lakukan, pemerkosaan tahanan wanita oleh Polisi yang berjaga, adalah bukti lainnya tentang moralitas Polisi tersebut. Selama ini tidak pernah ada berita ataupun terdengar penyesalan oknum Polisi maupun instansi kepolisian yang telah menyebabkan nasib masyarakat tidak bersalah menjadi menderita akibat tindakan Polisi yang tidak profesional tersebut. Kasus pembunuhan wartawan Bernas, Udin, dimana para pihak yang bersalah, terutama dari Pihak Kepolisian, justru dilindungi oleh Pimpinan Polri, merupakan tindakan kepolisian yang sangat menyakitkan. Tidak ada rasa penyesalan sedikitpun diantara mereka. Salam, Adyanto Aditomo
