Bung Andi DJ, Kalau anda bertanya: Apakah saya punya Hati Nurani??? Kalau dilihat dari perjalanan hidup saya bahwa saya tidak pernah secara sengaja membuat orang lain menderita dan celaka, logikanya saya punya Hati Nurani. Apakah saya pernah membuat kesalahan??? Ya tentu saja pernah. Tetapi kesalahan yang saya buat bukan suatu kesengajaan untuk mencelakakan orang lain, tetapi lebih kepada keterbatasan mampuan saya dalam menangani pekerjaan yang saya hadapi. Apakah banyak rekan saya yang juga pernah melakukan kesalahan??? Ya pasti pernah juga. Tapi saya yakin bahwa kesalahan tersebut bukan akibat suatu kesengajaan agar orang lain menderita atau mendapat celaka, tetapi lebih akibat ketidak mampuannya dalam melaksanakan pekerjaan tersebut dengan baik. Mungkin saya terlalu berlebihan dalam menilai Polisi karena tidak semua Polisi memiliki mental buruk seperti itu. Mungkin masih banyak dari mereka yang hidupnya Jujur dan Bersih dalam menjalankan tugasnya, seperti yang di contohkan oleh Pak Hugeng, mantan Kapolri. Tapi kelihatannya, mereka itu entah ada dimana. Saat mereka berhasil menangkap pencuri, perampok atau Teroris yang meresahkan masyarakat, kita rasanya lega melihat prestasi Polisi tersebut. Tetapi yang saya bahas adalah soal Moral Polisi, bukan Prestasi Polisi. Bahwa banyak Polisi yang berprestasi, rasanya sangat masuk akal. Seringkali tindakan mereka dalam melumpuhkan kejahatan, perlu diacungi jempol. Tetapi apakah Polisi tersebut dalam menjalankan tugasnya dengan Hati Nurani??? Nah itulah yang menjadi pertanyaan saya selama ini. Yang saya saksikan dalam keseharian ya seperti yang saya tulis itu. Apakah ada Polisi yang secara terbuka ataupun sembunyi - sembunyi menyatakan penyesalannya bila tindakannya tersebut telah menyebabkan orang tidak bersalah menderita??? Kalau anda pernah berurusan dengan Polisi yang tidak punya Hati Nurani, anda baru akan merasakan, betapa pahitnya bila berurusan dengan Polisi. Anehnya mereka tidak pernah malu melakukan hal tersebut. Ada rekan saya saat rapat di kantor bilang bahwa dia sangat mengagumi dedikasi Polisi yang bertugas di Jalan Raya. Mereka bertugas dari pagi sampai malam hari dengan tidak mengenal lelah. Mereka terlihat sangat sibuk memunguti kotak korek api yang dilempar oleh para sopir Truk. Waduh, langsung seluruh peserta rapat tertawa terbahak bahak. Rupanya rekan saya itu tidak tahu kalau Kotak Korek Api yang dilempar oleh Para Sopir Truk merupakan setoran kepada Polisi. Isi Kotak Korek Api tersebut ya uang tunai, bukan korek api. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Sel, 20/10/09, Andidj <[email protected]> menulis: Dari: Andidj <[email protected]> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Tendangan 'Maut' Pak Polisi..... Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 20 Oktober, 2009, 9:00 PM Jangan begitu Pak Adyanto... Kalo saya tanya balik, apakah anda punya hati nurani? Sepanjang hidup anda, apakah anda tidak pernah berbuat salah? Di tempat anda berkarya saat ini, apakah orang dari atas sampe bawah gak pernah salah? Apakah semua divisi bekerja dengan benar tanpa salah? Semua posting anda di milis ini tidak ada yang salah? Semua contoh yang anda sebutkan itu benar, tidak berarti kita mencap polisi tidak punya hati nurani. Stigma itu kejam lho pak. Jangan menutup mata dengan kebaikan, tapi melotot saat melihat yg jelek2 saja. Saya masih kagum dengan polantas yang panas2 gini masih mengatur lalu lintas, atau pulang sampai larut malam. Polisi juga kerja, kadang ada salah. Sama seperti akunting di perusahaan anda yg salah hitung, atau admin yang salah ketik. Tapi kita tidak memberi stigma si akunting gak sekolah atau si admin buta. Siapa yang tidak pernah salah? salam, andidj
