Ketika mereka memilih jadi polisi, maka tidak ada apologi utk sebagian polisi 
baik atau sebagian polisi jahat. Polisi ya Polisi (Pokoknya Lihat Situasi ???).

Yang baik baik nya Polisi tidak cukup untuk memaafkan KEBENGISAN Polisi 
manakala mereka menyetrum warga negara yang menggaji mereka dengan pengorbanan, 
pajak, retribusi dll.

Tidak cukup untuk memaafkan KEMATIAN WARGA NEGARA di tangan Polisi.

Polisi adalah Polisi. Tidak ada kompromi moral untuk itu.

Polisi yang baik tentu saja bagus. Tapi yang bengis-bengis itu juga ya... 
POLISI !!!.

Jangan membiasakan diri menghapus kejahatan karena nurani. Jadi terbiasa.

Merek yang memilih jadi Polisi. Bukan warga negara yang memaksa mereka jadi 
Polisi.
Maka jadilah Polisi yang memberi rasa aman kepada warga negara.

Memang - mungkin - Adyanto pernah melakukan kesalahan, TAPI TIDAK SEBAGAI 
POLISI REPUBLIK INDONESIA !!

Memang kita HARUS melotot terhadap yang jelek2, supaya jangan jadi kebiasaan 
yang dianggap wajar untuk dimaafkan.

Ini abad 21 .., selayaknya semua aparat negara tidak boleh lagi melakukan 
kesalahan.

Yang tak pernah salah tentu saja TUhan YME. Dan nilai keTuhanan itu memang ada 
dalam diri manusia. Jadi tetap sdaja tidak boleh salah.
Apalagi manakala jadi pekerja pemerintah. TIDAK BOLEH SALAH !!!

Cape dee.... bangsa yang malang.
________________________________
"Andidj" <andidj2...@...> wrote:

Jangan begitu Pak Adyanto...

Kalo saya tanya balik, apakah anda punya hati nurani?
Sepanjang hidup anda, apakah anda tidak pernah berbuat salah?
Di tempat anda berkarya saat ini, apakah orang dari atas sampe bawah gak pernah 
salah? Apakah semua divisi bekerja dengan benar tanpa salah?
Semua posting anda di milis ini tidak ada yang salah?

Semua contoh yang anda sebutkan itu benar, tidak berarti kita mencap polisi 
tidak punya hati nurani. Stigma itu kejam lho pak. Jangan menutup mata dengan 
kebaikan, tapi melotot saat melihat yg jelek2 saja.
Saya masih kagum dengan polantas yang panas2 gini masih mengatur lalu lintas, 
atau pulang sampai larut malam. Polisi juga kerja, kadang ada salah. Sama 
seperti akunting di perusahaan anda yg salah hitung, atau admin yang salah 
ketik. Tapi kita tidak memberi stigma si akunting gak sekolah atau si admin 
buta.

Siapa yang tidak pernah salah?


salam,
andidj

Kirim email ke