Adalah janggal sekali rasanya kalau di lembaga dan instrumen hukum resmi semacam kepolisian dan kejaksaan yang seharusnya begitu mudah ditembus para koruptor lalu di media bebas semacam milis ini mereka tidak berusaha menanamkan pengaruhnya.
Kita yang pernah hidup di masa orde baru tentu tidak asing dengan berbagai argumen janggal sampai tidak masuk akan yang diproduksi oleh orang-orang suruhan penguasa yang khusus bertugas untuk menggiring opini publik agar sesuai dengan kemauan penguasa. Dulu tugas orang-orang seperti ini sangat mudah karena opini yang berlawanan dengan argumen-argumen aneh yang berlawanan dengan logika yang mereka bangun dengan mudah dihambat oleh penguasa. Tapi di zaman sekarang ketika semua orang dengan bebas mengeluarkan ide dan pandangannya, sangat aneh rasanya melihat ada orang yang masih saja berpikir kalau pola ala orde baru seperti ini efektif dalam mempengaruhi opini massa. Yang lebih aneh lagi yang coba dipengaruhi itu kelompok kritis seperti di milis-milis ini. Di media bebas seperti FPK ini orang bebas mengaku sebagai apa saja, karena di media seperti ini kita bahkan tidak tahu apakah yang menulis ini benar manusia atau cuma ANJING terlatih yang oleh tuannya dilatih menekan tuts-tuts keyboard komputer dan mengaku sebagai manusia. Di media bebas seperti FPK ini kita hanya bisa menduga status seseorang berdasarkan kecenderungan dan arah keberpihakan ide yang ditulisnya. Tapi yang jelas, mau mengaku atau tidak hasil yang paling mungkin didapatkan oleh orang yang mencoba mempengaruhi opini massa agar pro penguasa dengan pola ala orde baru adalah menjadi bulan-bulanan publik. Persis seperti yang dialami Polri dan Kejaksaan yang sekarang ngotot membawa kasus Bibit-Chandra ke pengadilan. Wassalam Win Wan Nur --- In [email protected], "aksay fortisimo" <akhyar_dians...@...> wrote: > > @Manneke..,wah..anda tidak hanya awam hukum,tp jg tidak beretika!. > Hanya krn sso berbeda pendapat dgn anda so..anda menganggap saya sbg > intel,antek koruptor dsb. > > Sebenarnya saya meles ngeladeni orang spt anda,yg tdk tahu apa-apa,anda bukan > level saya bung!. > tp biarlah..saya turunkan derajat saya untuk mnjelaskan sdikit ttg korupsi > dlm hubungannya masalah pembuktian bibit-candra. > > Korupsi adlh kejahatan kerah putih,krn dilakukan oleh orang2 "pintar".Sebagai > kejahatan luar biasa..mk perlu penanganan yg luar biasa pula. > > Jika mengharapkan BUKTI MUTLAK (foto-foto penyerahan uang,bukti transfer > rekening,dan disaksikan dihadapan aparat berwenang)sbgai prasyarat utk > diajukan kasus bibit-candra ke pengadilan..adlh MUSTAHIL!. > > Cukup dgn bukti kuat spt karcis parkir,list telpon ari muladi ke oknum kpk > (bibit-candra)sudah yg merupakan BUKTI KUAT utk diajukan ke pengadilan. > Persoalan apkh ini dapat diterima oleh pengadilan..bersalah/tidak adlh urusan > lain.Sebenarnya polri bisa saja membuka fakta & bukti lebih ke masyarakat > sebelum diajukan ke kejaksaan / pengadilan utk meredam emosi masyrkat awam > spt anda!, tp buat apaa..? krn ini hanya mengganggu proses penyidikan & > penyelidikan. > > Dan stlh di buka fakta&bukti tsb meskipun belum sampai kepengadilan?..apkh > akan meredam emosi masyarakat dodol spt anda? Jawabnya TIDAK!, krn kalian > trlalu awam untuk diyakinkan dgn fakta & bukti baru. > > Meskipun disodorkan bukti & fakta baru yg lebih kuat,yg membuat para pakar > hukum & pengacaranya terhenyak dan terdiam.,apkh akan membuat anda > mengerti?.krn anda trlalu awam mk..seberapapun bukti yg dsodorkan tidak akan > membuat anda paham!,krn dlm pikiran anda yg ada hanya:"MEskipun terbukti > bersalah..selamatkan Bibit-Chandraaaa..!,salah ataupun benar! > > Sekali lagi Bung Manneke..,jk anda orang awam & tidak ngerti persoalan yg > sebenarnya..,jgn membuat statemen2 yg menyesatkan ya?? > Bagi sesama awam..anda telah menyesatkan!, tp bagi orang yg "ngerti/linuwih" > spt saya? anda akan dtertawakan! he..he..he. > > Terimakasih > > --- In [email protected], manneke budiman <hepaesthos@> > wrote: > > > > Dibelinya pakai duit siapa, Bung? Bukankah kini para koruptor itu ada di > > kubunya polisi semua? Kamu bicara tanpa pake logika, makanya saya sempat > > pikir kamu ini lagi tripping. > > Â > > Bukti mutlak adalah rekaman serah terima uang pemerasan dari korban kepada > > pelaku. Katanya polisi punya semua rekamannya? Lha kalo cuma rekaman mobil > > keluar masuk lapangan parkir atau Bibit jumpa Ary Muladi tapi tak ada serah > > terima apa-apa, mau ditingkatkan jadi tuntutan pemerasan itu pakai > > jampi-jampi dari dukun mana? > > Â > > Intel-intel macam Anda ini bertebaran di milis ini tapi sayang kemampuan > > logikanya pada cethek. Jadi malah kena bulan-bualanan para miliser. > > Â > > manneke >
