Pak Suhaimi yg tetap berkepala dingin, saya membaca bebera posting anda tentang kasus Bibit -Chandra sama sekali tidak menyinggung kesalahan2 fatal yang telah dilakukan "oknum" polri sehingga anda selalu berpikir pengadilan adalah jalan terbaik. Termasuk alasan utk dapat berangkat bareng dari tahanan ke pengadilan. Jangan2 anda sama sekali tidak melihat sedikit pun kesalahan 'oknum' polri dalam kasus ini. Saya sengaja menggunakan kata ' oknum' utk tetap meghormati institusi resmi di republik ini.Bagaimana mungkin pernyataan seorang Kapolri langsung ke publik ( ini kapolri loh yang ngomong..) bahwa dana diserahkan oleh seorang yg bernama Ari lalu tidak lama kemudian Ari membantah mentah2 dan malah minta maaf ke Bibit - Chandra.Sikap yg berlu ditiru, bukan begitukah? Kebenaran apa yg ingin anda dapat dari pengadilan Pak Suhaimi, apakah anda masih ingin kesaksian seperti WW?
Salam, s'moga kita semua tetap waras. 2009/11/19 Suhaimi <suha...@mitsubishi- eai.co.id> > > > Lae Dharma Hutauruk, > > Sebenarnya kasus ini dah nyaris sampe ke ruang sidang pengadilan Lae, itu > sebabnya kenapa Polri melakukan proses penahanan terhadap Bibit-Chandra ? > karena proses bakunya pan emang kaya gitu...menjelang seseorang/sekelompo k > orang akan menjalani sidang pengadilan, maka si calon terdakwa itu kudu > ditahan terlebih dahulu, sehingga itu sebabnya kenapa semua terdakwa waktu > berangkat ke ruang sidang pengadilan itu bukan dari rumahnya masing-masing, > melainkan berangkatnya dari ruang tahanan bo' KECUALI kalo mo menjalani > sidang di ruang sidang PENGADILAN AGAMA ! maka boleh berangkatnya dari rumah > masing-masing ! dan Pak Bibit-Chandra itu tau percis hal ini koq ! > > > Salam hangat, > Suhaimi
