Saya sangat setuju dng postingan pak tarjani.. semoga temen2 di Kanpus memperhatikan hal-hal teknis seperti ini..
untuk menghindari keraguan dalam pembayaran Rapel gaji tsb maka saya menyarankan agar MENGAJUKAN SURAT KE KANWIL DJPB untuk meminta penjelasan apakah rapel tsb bisa dibayarkan atau tidak ?? sehingga kita ada dasar untuk menolak atau menerima tagihan tsb... Jadi bukan berdasarkan penafsiran kita sendiri..... Buat temen2 yg mengetahui/menyimpan peraturan mengenai kadaluarsa rapel tolong sharing dimilist ini..... Salam buat pak Tarjani dan keluarga... Smoga ALLAH SWT selalu melindungi bpk sekeluarga... btw... klo kga salah saya pernah jadi anak buah bpk waktu di PAP thn 1993 atau 1994 klo salah mohon maaf yach!! Maklum ingatan saya udah agak lemot.... SALAM PERUBAHAN dan TETAP SEMAGAT --- In [email protected], tardjani Umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya sarankan teman-teman yang memiliki peran untuk > menerbitkan aturan pelaksanaan segera mebuatnya. > Jangan sampai para pelaksana di KPPN membuat > penafsiran sendiri-sendiri langsung dari Undang2. > Selama ini pedoman kerja di KPPN cukup Surat Edaran > dari Dirjennya, tidak perlu menafsirkan sendiri > Undang-undang atau Peraturan Pemerintah yang > mendasarinya. > > --- jamur_kuping <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Tapi perlakuan atas utang-piutang gaji oleh negara > > kan berbeda, > > karena terus terjadi setiap bulan. > > jadi ngitungnya bukan per-kapan, tapi batas 5 tahun > > itu dikurangi > > bulan terbitnya SK > >
