Saya jadi mikir... kenapa sih di negara ini banyak pemimpin plin-plan..?
bikin perencanaan pasti gak matang...
Saya yakin jika disurvey seluruh PNS, mayoritas pasti tidak setuju 
diterapkannya cuti bersama, karena itu adalah pemaksaan cuti yang katanya 
merupakan "hak" PNS. Hak kok dipaksakan harus diambil tanggal tertentu.. aneh 
kan..? Kita jadi sulit mengatur rencana cuti, toh yang tahu kapan kita punya 
keperluan penting dan harus ngambil cuti kita sendiri, bukan Menpan, Menag, 
Menaker ataupun Presiden.
Meskipun banyak yang gak setuju dengan cuti bersama, toh Menpan dengan SKB-nya 
tetap ngotot ada cuti bersama dan sudah diedarkan untuk diketahui secara luas 
oleh PNS pada akhir 2007. Tentunya meskipun pada dasarnya banyak yang tidak 
setuju dengan cuti bersama, termasuk saya, tapi "terpaksa" menerima kenyataan 
cuti yang dipaksakan ini dengan konsekuensi semua rencana-rencana cuti, 
liburan, acara keluarga ataupun rencana penting lainnya disesuaikan kembali 
dengan SKB Cuti Bersama tersebut. Termasuk juga untuk libur 4 hari di Bulan 
Pebruari pada tanggal 7, 8, 9, 10.
Tapi tiba-tiba "BLEEDDEEERRRRRR....!!!" Hari Selasa kemarin ada kabar SKB Cuti 
Bersama direvisi, termasuk untuk yang tanggal 8 Pebruari itu harus masuk kantor.
Mikir gak sih yang pada buat peraturan itu, kalau banyak yang udah beli tiket 
transport?? Bukan cuma tiket masalahnya yang ujung-ujungnya cuma masalah duit, 
tapi  andai ada yang berencana mengadakan acara keluarga atau acara lainnya 
yang melibatkan banyak orang, sementara semua pihak yang akan hadir pada acara 
tersebut sudah diundang, bahkan sudah dibuat pula pengumuman terbuka di mass 
media tentang acara tersebut, tapi harus "GAGAL TOTAL" karena keputusan para 
pemimpin yang plin-plan..???
Kebayang gak sih berapa kerugian immaterialnya..??

Apa sih urgensinya dulu itu ditetapkannya cuti paksaan..???
Lalu apa pula urgensinya kemudian itu direvisi bahkan termasuk yang tanggal 8 
Pebruari..???

Bingung banget...
Gak ngerti...
Kesel...
Sebel....
Pusing...



mirzad_ar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               gua sih 
setuju2 sj cutio bersama dikurangi atau malah dihapus semuanya
 sj. tapinya mbok ya pakai otak & hati gitu lho kalau bikin sk
 perubahan. khan banyak juga yg sdh merencanakan liburan, pulkam, dll.
 pastinya kalau sdh merencanakan gitu khan udah pada siap2. misalnya
 soal tiket transport pasti sudah dipesan jauh2 hari. gua sendiri tiket
 dah di tangan. jadi mhn maaf lah kalao besok jumat terpaksa gak masuk.
 mhn maaf ya pak kk, pak kakanwil, pak dirjen en sekalian mhn ijin.
 
 --- In [email protected], jamur_kuping <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Nampaknya Menpan itu ndak bisa mikir yah ?
 > besok udah weekend, keputusannya baru diketik...
 > 
 > bagaimana negeri ini maju, jika keputusan libur saja dengan mudah di
 revisi...
 > sama seperti waktu lebaran kemarin...seenaknya memperpanjang cuti 
 > bersama sampai jadi MINUS begitu...
 > 
 > tapi, karena belum ada keputusan dari Setjen a.k.a. Biro Kepegawaian 
 > serta dari Setditjen PBN a.k.a Bagian Kepegawaian,
 > jadi tetep aja, tanggal 8 Februari kita libur karena cuti bersama :D
 > 
 > 
 > 
 
 
     
                               


# begitu dekat, tapi tak terjangkau #
# begitu nyata, tapi tak terlihat mata #
# begitu rindu aku #

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke