Dear Miliser.
Sampai hari ini saya masih mendambakan agar kebijakan cuti bersama 
ditiadakan. Yang mendasari pemikiran saya adalah bahwa cuti adalah 
hak bagi setiap pegawai. Jadi rasanya kok kurang sreg kalo hak kita 
itu diatur oleh orang lain. Giliran kita bener bener butuh cuti, 
terpaksa kita ambil izin yang artinya merelakan sekian persen dari 
TKPKN kita untuk dipotong.
Namun demikian peraturan adalah segalanya bagi pegawai kecil seperti 
saya. Suka tidak suka tetap harus saya patuhi. 
Menyikapi ralat cuti bersama, saya memaklumi kalo banyak yang kecewa 
bahkan ada yang berniat bolos (izin). Hal ini karena jauh jauh hari 
mereka sudah membeli tiket (pesawat) untuk keperluan mudik. Setelah 
hitung hitung antara, retur tiket dgn potong TC ternyata lebih mahal 
retur tiket, maka sebagian besar tetap mengambil keputusan untuk 
bolos/ izin.
Yang saya agak kurang sreg dari ralat ini adalah kenapa untuk imlek 
ini cuti bersamanya ditiadakan/ dicabut. Toh ini juga hari besar 
bagi mereka yang merayakannya. Apakah karena sebagian besar (mungkin 
100%) PNS tidak merayakan imlek maka tidak perlu cuti bersama? 
Padahal keberadaan mereka (kong huchu) diakui oleh UUD 1945. Disini 
saya melihat keputusan bersama menteri agama, menaker trans, dan 
menpan, tidak fair/ sportif, plin plan, bahkan terkesan seenak 
udelnya sendiri (membatalkan pada watktu pelaksanaan yang sudah 
mepet).

Kiranya Tuhan mengampuni kekhilafan mereka bertiga. Amin

>From Kendari
HaBeWe


--- In [email protected], "Yuli" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], "heryanto sijabat" 
> <heryantosijabat@> wrote:
> >
> 1. Memang seharusnya jangan dadakan dan seenak udelnya ngerubah 
> peraturan yang udah dibikin sendiri. mentang-mentang berhak dan 
> punya kuasa gitu. pertimbangkan juga kepentingan 1000 kepala 
> dibanding 1 atau 10 kepala.
> 2. meskipun saya lebih setuju gak pakai cuti bersama sehingga bisa 
> pakai cuti seenak jidat saya bila ada kepentingan dan keinginan.
> 3. tapi yang lucu dan beberapa hari ini saya amati, lebih banyak 
> yang ngomel karena dicabutnya cuti bersama daripada yang seneng. 
> padahal waktu kemarin cuti tahunan habis kena cuti bersama, 
> eeeeehhhhh ngomel juga... heheheheheheh... manusia memang aneh dan 
> unik. bahkan ada yang berniat bulat untuk bolos meski tc kepotong. 
> huahahahahaha.... semakin lucu saja teman. (warning: tawa ini 
tidak 
> berlaku mutlak bagi yang jauh dari keluarga).

 


Kirim email ke