Finnally, seseorang bicara apa adanya tentang apa yang terjadi 6 bulan
belakangan ini, salam buat rekan Jackjohn dan loesi, apa yang anda
ungkapkan telah mewakili keadaan yang sebenarnya, keadaan yang
menyakitkan bagi sebagian pegawai dan dianggap bukan masalah yang
besar bagi sebagian yang lain, reformasi birokrasi menyisakan
persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia, tekanan secara
psikologis dan beban mental antara keinginan untuk berguna dan
kenyataan bahwa mereka ternyata sudah tidak berguna bagi DJPB.
dampak yang muncul dari hilangnya semangat ini sungguh luar biasa
mungkin untuk mengembalikan ke gairah semula ( sebelum migrasi besar
besaran ) diperlukan terapi panjang dari ahli psikoanalys atau sebuah
kebijakan sederhana yang mengembalikan kemanusiaan seseorang untuk
merasa dihargai, dihormati,  diakui peranannya selama ini.
TKT remunerasi ataupun naik gaji bukanlah sesuatu yang berarti besar
untuk para pegawai yang sedang deppresi psikologis ini, lebih buruk
dari post power sindrom, karena secara teknis mereka yang tergusur
masih mempunyai kemampuan dan masih capable untuk ditugaskan serupa
dengan yang menggusur.

ada sesuatu yang perlu ditambahkan dari postingan om Jack dan om
Looesi, kenyataan bahwa yang tergusur ini bahasa kerennya lagi sensi
( mudah tersinggung, marah dan tak dapat lagi dikoordinasi )
dan kata dadang hawari ( psikolog ) hal itu memang tak bisa dihindari.

ada yang patut disayangkan dari kenyataan eksodus dan perampingan
pegawai ini, yaitu saya tidak melihat koordinasi DJPB dengan biro
kepegawaian depkeu atau bahkan harusnya dengan kementerian
pendayagunaan aparatur negara, untuk mengatur kelebihan pegawai yang
tidak memenuhi standar DJPB, karena kenyataannya banyak SDM DJPB yg
tidak memenuhi Standar tersebut masih diatas rata rata pegawai dari
depertemen lainnya , baik dari segi kemampuan, keahlian, kedisiplinan
ataupun kepemimpinan.
( OOT sedikit kenapa saya masukan kepemimpinan, karena ada dua rekan
saya di sini yang ternyata pemimpin organisasi masyarakat yang ternama
bahkan salah satunya diusulkan rakyat untuk menjadi calon bupati)

sehingga kelebihan pegawai DJPB  yang ada bisa menjadi sumbangsih DJPB
pada negara dan khususnya pada kesehatan psikologis pegawai itu
sendiri, bukannya malah dihinakan, diancam ancam dipecat, dipensiun
dini ataupun ditambah beban akan dibuang kelaut ( kaya becak bekas ).

hormat saya
zamzam




--- In [email protected], "Den Loesi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Monggo, Silahkan,....klo mau remunerasi dibatalkan
> Melihat kenyataan memang seperti yg sdr Jackjon gambarkan, setidaknya
> itulah yg terjadi disini.
> Kenyataan memang berkata demikian, seperti ada pola rantai yg
> terputus di DJBN yg kita cintai ini. Ada Kanwil y

Kirim email ke