Alkisah.. Ada tiga orang yang terdampar di sebuah pulau terpencil di tengah lautan. Masing-masing orang Amerika, Jepang, dan Indonesia. Di tengah ketidakberdayaan ketiganya, sekonyong-konyong muncul Jin sakti yang amat baik hati di hadapan mereka. Sang Jin mepersilahkan masing- masing orang untuk mengajukan sebuah permintaan (saja) dan pasti akan mengabulkannya..
Orang Amerika mendapat giliran pertama. Dia teringat akan kebahagiaan, kemudahan, ketentraman, dan kebebasan sewaktu berada di tengah-tengah keluarganya. Tanpa pikir panjang lagi, dia minta untuk dikembalikan ke tengah keluarganya di tempat asalnya. Dan.. Wush, ajaib. Si Amerika tercapai keinginannya !! Orang Jepang mendapat giliran kedua. Hampir sama dengan Si Amerika, dia ingat kedisiplinan, keteraturan, dan kepraktisan di negara asalnya yang bisa membuatnya bahagia. Dia menjadi rindu kampung halamannya, dan minta dikembalikan ke negaranya kepada sang Jin. Dan.. Wush, keajaiban terulang. Si Jepang pun bahagia di kampungnya. Tinggallah orang Indonesia yang mendapat giliran terakhir. Dia teringat sejuta kesulitan dan kesusahan yang sedang melanda kampung dan negerinya. "Kalau aku kembali ke kampung, pasti akan lebih menderita", pikirnya. Dan, kepada Sang Jin dia mengajukan permintaan agar Si Amerika dan Si Jepang dikembalikan lagi ke pulau itu. Pikiran yang ada dalam benaknya, daripada dia merana sendirian, lebih baik merana semuanya.. Dan.. Wush, keajaiban terulang kembali. Si Amerika dan Si Jepang pun dengan sekejap sudah hadir disampingya. Mereka berdua kehilangan kebahagiannya, karena ulah Si Indonesia. Mereka bertiga kembali merana di pulau terpencil tanpa asa.. Dan, Mas Jackjon55 mungkin seorang Indonesia sejati.. Namun, alangkah bijaknya apabila kita bersikap legowo. Kita semua yang memenuhi persyaratan sama-sama berkesempatan mengikuti seleksi KPPN Percontohan. Teman-teman kita, karena ketekunan dan kemampuannya yang melebihi kita, lulus seleksi. Kita tidak. Mereka berkesempatan menikmati 'anugerah' kesibukan dan tambahan sedikit tambahan penghasilan. Kita tidak. Mereka berkesempatan, Kita tidak !! Tentunya, tidaklah bijaksana apabila kita menghancurkan 'kesempatan' dan kenikmatan teman-teman kita. Jujur saja, adanya remunerasi sangat mebantu kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dapat kita bayangkan.. Ahirnya, marilah kita berikan dukungan kepada para pemimpin di negeri agar mereka mampu meberikan remunerasi kepada seluruh pegawai dan menyejahterakan seluruh rakyatnya. Juga, kepada pimpinan institusi ini agar mampu menyelesaikan 'PR' kita semua. Saya yakin,pimpinan kita sedang berpikir keras untuk menyelesaikan segala persoalan tanpa banyak yang dikorbankan. Maju terus Perbendaharaanku !! -- In [email protected], "jackjon55" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pertama2 saya mohon maaf apabila postingan ini membuat teman2 terusik. > Ini saya kemukakan bukan tanpa alasan. Kalau kita mau lebih mawas > diri, cobalah lihat berapakah di antara kita sesama pegawai yang > benar2 bisa menunjukkan kinerja yang diharapkan. Untuk pegawai KPPN > terutama yang percontohan, okelah walaupun di intern KPPN sendiri > pasti saling iri dengan TKT yang diterima. Ada yang kerjanya memang > banyak dan berat, sementara ada juga yang santa
