Yang saya tahu pt askes juga punya standar pelayanan. Misalnya
pelayanan pembuatan kartu askes berapa menit jadi. Terus surat rujukan
berapa menit, dll. Mereka juga sudah menerapkan antrian untuk
pelayanan. Dan kalau ingin tahu informasi pelayanan mereka juga ada cs
nya. Sering kali yg bikin masalah adalah Rumah Sakit rujukan yg
terkesan membeda-bedakan pelayanan antara yg pakai askes dg yg tidak.
Jadi bukan di askesnya.

Sebagai pengalaman saja saya pernah menjalani operasi di salah satu RS
Pemerintah di Jakarta. Dan yg saya rasakan baik2 saja. Memang kita
mesti sabar. Soalnya yg perlu dilayani khan banyak. Bukan kita saja.
Jadi sekali lagi perlu sedikit sabar. Bahkan yg saya alami dokter di
rumah sakit pasti menanyakan kepada kita apakah mau menggunakan askes
atau tidak. 

Memang pada kenyataannya ada beberapa kasus yg mana pelayanan  dr
askes kurang memuaskan. Tapi itu semua jangan dijadikan alasan untuk
stop pungutan 10% iwp. Cobalah kita iseng2 utk jalan2 di Rumah sakit.
Trus lihatlah di kantor cabang askes yg ada di rumah sakit. Coba
hitung berapa banyak yg masih menggantungkan harapannya di pt askes.
Setiap hari ratusan orang dilayani oleh pt askes. dan sebagian besar
mereka cukup tertolong dg kehadiran askes. Kalau tidak ada askes trus
mrk pakai uang apa untuk biaya berobat yg tidak sedikit. Satu contoh
saja yg pernah saya temui. Ada seorang PNS di daerah terpencil
menderita gagal ginjal dan hrs cuci darah setiap pekan. Bayangkan saja
seandainya di a hrs pakai kantong sendiri. Berapa ratus juta dia
habiskan buat cuci darah. 

Kalau memang ada pelayanan yg kurang baik mungkin bisa disampaikan ke
pihak terkait. Misalnya Depkes atau ke PT Askes langsung.

Satu hal lagi kalau kita saat ini belum bisa mengambil manfaat dari
kartu askes mungkin iuran yg tiap bulan dipotong tsb. kita niatkan sbg
sedekah yg akan bermanfaat buat ribuan orang yg berharap banyak dari
kartu askes. Hitung2 subsidi silang. Mungkinsaat ini anda belum butuh.
Tapi siapa tahu Tuhan menaqdirkan kita akan berhadapan dg pelayan
askes. Bersiaplah dg menggali informasi ttg askes. Mungkin suatu saat
akan berguna.

Mengenai layanan dr Taperum, saya kira juga masih dibutuhkan terutama
bagi mereka yg mengambil KPR BTN. Dan Kalau nggak salah Untuk Taperum
tidak diambil dr 10% IWP. (Koreksi sy bila salah). Melainkan diambil
dri potongon sesuai dg golongan pegawai.

Utk Taspen..... Saya blm bisa komentar krn belum pensiun.

Sekian. Mohon maaf bila tidak berkenan.
--- In [email protected], "layang.seta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yth. Milliser........
> Sebagimana kita ketahui bersama, hingga detik ini gaji kita dipotong 
> IWP 10% untuk pembayaran ke PT. ASKES, PT. TASPEN dan TAPERUM. 
> Sebagaimana juga kita ketahui bersama, layanan yang diberikan oleh 
> ketiga penerima titipan dana kita itu kurang baik (terutama ASKES). 
> Pengalaman saya pribadi, dan juga mungkin miliser semua rasakan, PT. 
> ASKES lebih banyak mengecewakan dari pada menggembirakan, apalagi 
> dengan prosedur yang berbelit-belit yang sengaja dibuat sedemikian 
> 
>


Kirim email ke