Yth.Mas Agung.
Saya tertarik dengan gagasan mas Agung, saya juga sependapat bila
Askes di alihkan ke Asuransi Kesehatan yg lebih bonafid dan
pelayanannya yg ekstra baik, kita2 ini klien yg dipaksa untuk
mengikuti Askes pemerintah, disisi lain Askes tersebut oleh
pemerintah ada misi sosialnya jadi kayaknya ga mungkin kalau di
alihkan ke asuransi lainnya. mungkin saya hanya dapat mengeluh dan
bersaran agar Askes yg ada ini agar melakukan reformasi birokrasi
mestinya langkah ini sudah mulai dijalankan karena Askes adalah unit
pelayanan masyrarakat khususnya pegawai negeri.Sekarang ini sudah
jamannya sudah canggih IT juga sebagian besar orang mengeri, nah
cobalah askes ini berkembang dalam menggandeng IT coba kalau dibuat
satu kartu peserta yg berlaku secara online ke semua antero
Indonesia kan orang makin mudah mengurusnya tidak susah2 harus pakai
rujukkan segarala macem atao banyak foto copi yg diperlukan, kiranya
asuransi di negara tercinta ini belum siap untuk menjadi asuransi,
mestinya asuransi yg ada dinegeri ini para kliennya tidak perlu
repot harus mengklim hak nya malah sekarang ini terbalik orang sakit
disuruh pakai rujukan foto copi ini lah ya sedeng orangnya mati
sekarat. Mas Agung mungkin nantinya akan beralih mas tapi tunggu
waktunya kali, dulu seperti jatah beras para PNS dan TNI dulu
dibayar dengan beras sekarang dibayar dengan uang nah itu dulu juga
demikian banyak keluhan masalah beras yg harganya dari pemerintah
mahal tapi diberikan para PNS/TNI dengan harga sama tapi kwalitas
beras yg kedaluarsa untuk dimaksn orang, kembali lagi yg enak
siapa??? ya oknum Bulog yg enak, begitu juga Askes yg enak adalah
oknum Askes yg enak. Ya kita2 ini dapatnya hanya menanti dan
menanti, sekian dulu ulasanku trims