On Sat, 19 Apr 2008 06:59:12 -0700 (PDT)
Ass.Wr.Wb.
Dear Forum,
Sistem dan mekanisme kerja KPPN-P diatur sedemikian rupa 
dimana tidak ada pegawai yang secara khusus menangani 
satker tertentu. Sisi positifnya, deal khusus antara 
pegawai dengan satker tertentu tidak ada lagi sehingga 
dapat dicegah terjadinya kolusi. Selain daripada itu kesan 
seorang pegawai memegang satker yang becek, nyemek-nyemek, 
basah atau kering-kerontang, juga tidak terjadi lagi. 
Apabila satker memerlukan penjelasan tentang hal-hal yang 
terkait dengan mekanisme pencairan SPM mereka, cukup 
berhubungan dengan Customer Service (CS). Dengan demikian, 
staf yang ditempatkan sebagai CS memang dituntut menguasai 
segala peraturan sekaligus mampu memberi pencerahan kepada 
satker yang memerlukan penjelasan. Atau dapat dikatakan, 
sebagaimana dikatakan rekan Alamsyah di forum ini, 
keramahan CS ikut memegang peranan penting dalam kaitan 
kepuasan pelayanan.
Mekanisme sebagaimana diuraikan di atas ini telah berjalan 
di KPPN-P dan juga diikuti oleh beberapa KPPN-Non P. Ada 
hal yang menarik dan mungkin ada gunanya diketahui oleh 
rekan-rekan di KPPN-P. Beberapa Satker ternyata ada juga 
yang mengeluh dengan mekanisme seperti yang telah 
dijalankan ini. Persoalannya sederhana saja, yaitu di 
front-office (FO). Petugas yang ditempatkan di FO untuk 
melayani satker yang datang tidak selalu sama, bergantian. 
Pada saat pertama datang satker A dilayani oleh si Fulan 
yang menjelaskan kelengkapan a, b, c dan d untuk SPM 
satker bersangkutan. Ketika esoknya datang dengan 
kelengkapan sebagaimana dijelaskan oleh si Fulan satker A 
diterima oleh si Badu yang menyatakan SPM dimaksud masih 
kurang lengkap, harus dilampiri dokumen e dan f. Nah, ini 
terjadi dan dialami oleh beberapa satker. Penolakan SPM 
oleh KPPN akibat dokumen pendukung pembayaran tidak 
lengkap ini, sesuai SOP yang dijalankan, tidak diikuti 
dengan surat penolakan SPM. Akibatnya, apabila mengajukan 
keberatan atas penolakan tersebut, satker sedikit 
mengalami kesulitan bukti.
Hal yang ingin saya sampaikan di forum ini adalah langkah 
yang sebaiknya ditempuh untuk mengurangi terjadinya 
hal-hal sebagaimana diuraikan di atas. Sebagaimana kita 
ketahui di KPPN-P sudah ada SOP yang menjadi acuan setiap 
pegawai. Namun persepsi setiap orang atas sesuatu memang 
tidak selalu sama. Nah, untuk mengurangi terjadinya 
perbedaan ini saya anjurkan kepada para Kepala KPPN, 
terutama KPPN-P, agar lebih mengintensifkan GKM. Secara 
periodik, misalnya 1 kali setiap minggu, GKM diadakan 
untuk membahas dan mendiskusikan topik-topik yang hangat 
seputar pelayanan kepada satker. Mungkin bagi rekan-rekan 
di KPPN-P memang agak sulit menjadwal waktu yang tepat 
untuk kegiatan ini karena sepengetahuan saya, sibuknya 
bukan main. Tapi, cobalah upayakan agar satker yang 
dilayani pada saatnya benar-benar merasakan pelayanan yang 
prima. Saya sarankan, hasil-hasil GKM tersebut dapat 
dikompilasi dan jika memungkinkan dibuatkan semacam 
matriks penyelesaian masalah dan tersusun apik di meja FO 
dan CS sebagai referensi. Ini hanya saran dari kita untuk 
kita. Saya mohon maaf jika tidak berkenan di hati. Selamat 
bekerja.

Wassalam,

Yangkung

Alamsyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Assalamu Alaikum para miliser….
>  Cuma mau sharing ama teman2 yg sekarang bertugas di 
>Customer Service..
>  Saya sedikit mengandaikan klo yang datang ke CS adalah 
>muka2 dengan raut yg kecewa… Kekecawaan karena 
>tertolaknya SPM mereka oleh teman2 kita yang di Front 
>Office dikarenakan tidak terpenuhinya syarat2 dari SPM 
>tersebut…
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with 
>Yahoo! Mobile.  Try it now.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 

Kirim email ke