Kalaulah assesment diartikan sebagai kemenangan dan kekalahan, kapan kita akan 
siap sebagai professional? Dari sudut pandang Bagian Pengembangan Pegawai, 
pelaksanaan assesment test seharusnya berfungsi sebagai indikator tingkat 
pemahaman para pegawai tentang visi dan misi DJPBN untuk kemudian mengolah 
hasil assesment tersebut dalam satu rumusan kebijakan sebagai upaya peningkatan 
dan pengembangan wawasan para pegawai yang tidak lulus, guna optimalisasi 
pencapaian visi dan misi DJPBN ke depan. Kalaulah bicara tentang proporsional 
materi test, tentunya sayalah pegawai yang paling dirugikan. Betapa tidak, awal 
kembalinya dari penugasan oleh dirjen perbendaharaan di biro keuangan DKP 
sebagai kasubbag anggaran dan bergelut di bidang penganggaran berbasis kinerja 
(yang sama sekali bukan core DJPBN) telah diperintahkan mengikuti assesment 
test dengan kondisi masih melakukan penyesuaian tugas yang sangat baru di 
GFMRAP. Andaikata boleh memilih materi test, tentunya PBK yang saya
 pilih. Namun saya tetap yakin bahwa permasalahan kita adalah permasalahan 
semua komunitas DJPBN. Khusnudzon adalah cermin ummat rasulullah, bravo bagian 
pengembangan pegawai.

"layang.seta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Yth. Forum Prima.....
Assesment untuk Kantor Pusat DJPB telah dilaksanakan, terutama untuk
golongan III B ke atas. Ada beberapa hal yang perlu dijadikan masukan
untuk panitia agar dikemudian hari pelaksanaannya menjadi lebih baik.
1. Soal yang diujikan kurang proporsional.
Soal yang diujikan tampaknya tidak seimbang. Kebanyakan soal yang
dikeluarkan adalah tupoksinya Dit.PKN, ini sangat menguntungkan temen2
yang berasal dari Dit. PKN tentunya. Bagaimana dengan temen2 yg
berasal dari Direktorat lain??. Memang sich..katanya core-nya DJPBN
itu Dit.PKN namun demikian itu bukan berarti Direktorat lain tidak
mempunyai peran yang berarti. Kedepan seharusnya soal yang diujikan
proporsional antar Direktorat. 
2. Soal terlalu detail.
Untuk masalah yang satu ini, saya rasa juga kurang pas. menurut hemat
saya, soal yang terlalu teknis juga hanya menguntungkan temen2 yang
berasal dari lingkungan si pembuat soal. Sebaiknya soal dibuat jangan
terlalu detail, cukup garis besarnya saja. Sangatlah susah untuk
memahami SOP suatu seksi sementara kita tidak berada dalam seksi tersebut.
3. Waktu Pelaksanaan 
Pemberitahuan tentang pelaksanaan assesment yang terlalu dekat juga
harus diperhatikan. Bisa jadi seseorang yang mendapat jadual duluan,
saat pengumuman disampaikan tidak berada di tempat, sedang DL atau
cuti misalnya. KAlau bisa minimal seminggu sebelumnya sudah
diberitahukan. (kalau yang ini mah sudah kebiasaan). Disamping itu,
pelaksanaan assesment yang tidak serentak (dibagi 3 hari) akan
menguntungkan bagi peserta yang terakhir, karena paling tidak sudah
mendapat bocoran dari temen2 yang telah di asseemnt terlebih dahulu.

Demikian, semoga menjadi bahan masukan.

Salam perubahan
Layang seta



                           

       
---------------------------------
  Nama baru untuk Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke