Turut urun rembug nih.....
 
Kelihatannya temen-temen kita dikantor pusat sedang hangat-hangatnya 
membicarakan tentang assessmet nih......tentunya ini topik yang menarik. 
Meskipun kalau boleh saya prediksi , isi dari pembicaraan topik ini tidak akan 
jauh berbeda dengan apa yang temen-temen  daerah alami sejak adanya assessment 
test pertama kali dilakukan. Baik menyangkut materi test, waktu pelaksanaan, 
tata cara penilaian dan lain-lain.....
 
Seingat saya Assessment test itu ada dua kategori soal: Soft kompetensi 
(Psikologi/Psikometrik test) dan Hard Kompetensi (penguasaan teknis pekerjaan 
kantor/ SOP). dari informasi dan pengalaman teman-teman di daerah: yang 
menentukan tingkat kelulusan dari assessmet test itu lebih ke penguasaan soft 
kompetensi.
 
Artinya jika hasil nilai soft kompetensi baik, sedangkan nilai penguasaan 
teknis pekerjaan (hard kompetensi) jelek maka indikasi masuk kategori lulus 
bersyarat. tetapi tidak berlaku sebaliknya, jika Hard kompetensi baik dan soft 
kompetensi jelek maka indikasi masuk kategori  tidak lulus.
 
Jika sinyalemen diatas dapat diterima, maka berarti kekhawatiran pak Layang 
Seta, dan Pak Poni Sukendar yang  baru pindah dari DKP tentang materi tes 
terlalu detil  pada teknis pekerjaan seksi tertentu dan tidak 
proporsional kiranya tidak perlu dirisaukan. karena penguasaan teknis pekerjaan 
seseorang (Hard kompetensi) kurang berpengaruh terhadap tingkat kelulusan test, 
 sepanjang hasil soft competensinya baik.
 
demikian sekedar urun rembug pengalaman, koreksi kalau ada kesalahan...
salam 


--- On Tue, 7/1/08, Poni Sukendar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Poni Sukendar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Balasan: [Forum Prima] Assesment Kantor Pusat
To: [email protected]
Date: Tuesday, July 1, 2008, 9:42 AM






Kalaulah assesment diartikan sebagai kemenangan dan kekalahan, kapan kita akan 
siap sebagai professional? Dari sudut pandang Bagian Pengembangan Pegawai, 
pelaksanaan assesment test seharusnya berfungsi sebagai indikator tingkat 
pemahaman para pegawai tentang visi dan misi DJPBN untuk kemudian mengolah 
hasil assesment tersebut dalam satu rumusan kebijakan sebagai upaya peningkatan 
dan pengembangan wawasan para pegawai yang tidak lulus, guna optimalisasi penca

Kirim email ke