Hemat saya disaat kondisi pegawai berbentuk
piramid terbalik, maka
assessment adalah solusi yang tepat. Assessment akan mampu menyaring
mana kandidat-kandidat manager dimasa depan yang mempunyai credibility
yang mumpuni. Inilah saatnya era kompetisi yang sehat dan benar. Justru
saya berpendapat bahwa seyogyanya semua pegawai diberikan kebebasan
seluas-luasnya untuk menimba ilmu tanpa dibatasi golongan, usia dan
kepangkatan. Apalagi dengan dibiayai hasil dari keringat semangat kerja
profesionalismenya. Bukankah Rasulullah mewajibakan kepada kita untuk
menimba ilmu. Lalu bagaimana konsekuensinya apabila sebuah policy malah
membatasi bahkan melarang seseorang untuk menimba ilmu? Bukankah hal
tersebut seolah-olah bertolakbelakang dengan tuntunan Rosul. Thus, jika
kita sekedar memperhatikan senioritas maka profesionalisme DJBN adalah
taruhannya. Marilah kita berkompetisi yang sehat
dan bermartabat. Mohon maaf, saya cuma mengambil hikmah dari
tuntunan islam yang mengajarkan ketika seseorang hendak diangkat
menjadi imam dalam shalat, maka kriteria pertama adalah bukan dari
senioritas dalam usia. Akan tetapi kecakapan dalam menghapal dan
membaca Al-Qur'an. Belum pernah ada seseorang yang berkeberatan dalam
shalat berjama'ah gara-gara imamnya seorang anak SMU yang hafidz quran
walaupun makmumnya adalah para Professor, Phd bahkan pejabat-pejabat
tinggi. Yang ada malah mereka bersyukur dengan lahirnya seorang imam
dari kalangan muda dengan memiliki keunggulan karena karunia dari
Rob-Nya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Sy mencoba nimbrung ya, kelihatannya tentang melanjutkan kul
lagi dari DIII ato D1 mestinya dan ini ada aturannya, punya mas kerja
yg cukup dan ditambah DIII/D1 punya masa 2 thn lebih kalau gak salah.
.............
Tentunya temen2 DIII/D1 mengertilah jangan ingin lari sendiri tengoklah
temen2 yg senior kan kasian sdh senior pangkat tinggi2 sdh sepoh,
disalib dengan teman2 yg muda2 ya kalau temen2 yg muda2 pastilah IQ nya
cepat ibarat sdh pentium 5 prosesor Corduo, nah yg tua2 ini masih pakai
DOS, mbok ya bisa membaca situasi, coba yg tua2 ini sekolah biaya
sendiri tdk ada bantuan oleh negara melamar hanya berbekal SLTA/ SLTP
lulus dengan biaya sendiri merangkak tahun demi tahun kuliahlah S1 itu
pun hutang sana sini kok kebangeten temen2 yg muda2 ini menyalib
seenaknya saja tanpa tengok kanan kiri, baru lulus kemarin sudah posisi
diatas, terus kapan generasi tuanya akan naik, apa DUK itu sdh tdk
berlaku lagi, apa dulu2 itu yg tua2 ini tidak ada penghargaan yg
berarti, pada hal negara memberi kesempatan untuk maju yt memajukan
bangsa, hal2 yg demikian yg perlu dibahas negara ini kalau ga ada
generasi tua2 ya ga ada mas2 selama ini, hargailah generasi tua ini,
memang kalau generasi tua ini GAPTEK tapi pekerjaan kantor kalau ga ada
yg memulainya dari orang dulu2 ya ga jalan.......
JOJON
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
[Non-text portions of this message have been removed]
__________________________________________________________
Not happy with your email address?.
Get the one you really want - millions of new email addresses available now at
Yahoo! http://uk.docs.yahoo.com/ymail/new.html
[Non-text portions of this message have been removed]