Makasih mas bayu koreksinya..
Emang bener maksudku ... penyusunan LRA ....
Trus mengenai basis akuntansi untuk penyusunan laoran keuangan mas
bayu bisa baca di PP 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintah (SAP).

Dalam Kerangka Konseptual paragrap 39 disebutkan
"Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan
pemerintah adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan
pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk
pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca."

Dan memang seharusnya aplikasi kita pun dapat memproses/pencatatan
untuk transaksi tersebut.  Barangkali karena transaksi itu
jarang/belum pernah terjadi, makanya masih lepas dari tabel/akun dalam
aplikasi dan juga di BAS (PMK 91 tahun 2007) sendiri belum termuat.
Untuk solusi sementara barangkali kalau ada transaksi tersebut dicatat
dulu dalam kelompok akun 113212 Piutang Lainnya (masuk dalam kelompok
Piutang Bukan Pajak)


Itu tambahan dari saya, barangkali ada yang mau nambah lagi.. monggo





--- In [email protected], Bayu Biru <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Koreksi dkit, mungkn yg dmaksud pak Joyo "penyusunan RLA" ntuh
"penyusunan LRA" ya..?
> Tus trang gw ga tau banyk ttg Kuasa BUN n Aklap.  Sblmny yg gw dnger
ntuh lapkeu kta mash brbasis kas n blm akrual. Gw mo nanya, apa bener
lap neraca keuangn kta ntuh dah brbasis akrual ato sdg mo nyoba
ksana?  Klo bner gtu mestny satkr2 dah pd tau n apliksny jg kali dah
ddesain/ dkondisikn spy kta bsa sajikn lap neraca akrual.  Trus, model
yg kta adop nih (LRA basis kas n neraca basis akrual

Kirim email ke