Buat Fizztyo :

Tulisanmu keren dik, nggak sia2 DJPb menyekolahkanmu. Tapi bicara
ranking  aku udah konfirm sama ahli psikometri bahwa Pada dasarnya
hasil assesment itu sangat tergantung sama end user. Jadi kalau
istilah statistik nih skalanya tuh nominal, sehingga tidak bisa
diranking. Tapi... atas demand end-user skala itu berubah jadi ordinal
(bisa diranking).
Contohnya : kepemimpinan yang tegas dan kepemimpinan yang bersahabat
sebenarnya gak bisa diranking mana yang lebih baik (skala nominal).
Tapi end user bisa membuat yang satu lebih baik dari yang lain (skala
ordinal). Di lingkungan keagamaan kepemimpinan yang bersahabat mungkin
lebih disukai, tapi di lingkungan militer kepemimpinan yang tegas yang
disukai. 
Jadi kalau mau lulus sebenarnya kita mesti tahu organisasi itu butuh
orang kayak apa? 
Sebenarnya yang lebih penting lagi adalah kita mesti tahu kita mau
jadi orang kayak apa? dan itu perlu dipelajari dan dihayati dengan
penuh Iman, cinta dan kerendahan hati...

wallahu 'alam

Buat Mas Samudero: 

softkill itu pembunuhan lunak mas samudero Geni yang adem  he  he he
(masih concern sama DJPb ya... wakakakak)

Kalau aku simpulkan sederhananya softskill itu sesuatu yang sifatnya
lebih inner: kepribadian, cara pandang, keyakinan, Integritas dst...

sementara kalau hardskill itu sifatnya lebih kasat mata: kemampuan
komputer, pengetahuan tentang sesuatu dst...

Pak Siswo bilang kalau dalam assesment itu lebih dikedepankan lulus
softskill karena asumsinya kalau hardskill itu lebih mudah
diupgradenya melalui diklat dibanding softskill (bisa sih pake ESQ
atau trustco he he he)



Kirim email ke