Penyelenggaraan test assesment pada dasarnya meliputi 3 aspek dengan 12 items,
antara lain Thinking (visioning, championing change, adapting change dll),
Working (P&O, Quality Focus, Continous Improv., integrity dll), Relating
(Teamwork&Collab.,MO dll) yang kesemuanya dilakukan penilaian secara
komprehensif. Jadi, untuk teman dimaksud (dalam tanda petik "sayapun menjamin"
bahwa ybs lulus dalam hal integritas). Namun lingkungan kerja di era knowledge
to knowledge competition seperti sekarang ini menuntut pegawai agar memiliki
minimal ke-12 items tadi. Untuk itu kita harus terus belajar, beradaptasi dan
berinovasi yang nantinya dapat menjadikan kita sebagai pemimpin yang
bersikap-mental positif baik bagi diri, pekerjaan maupun lingkungan kerjanya,
terlebih lagi setelah Dirjen PB secara tegas menjadikan DJPBN sebagai
organisasi pembelajaran.
Bukankah kita ingin menggapai the winner yang salah satu sifatnya adalah
dapat mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan?
Selamat bertugas dan semuga sukses.
okeh okeh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Beberapa kali saya mendengar dari beberapa pejabat yang
menegaskan bahwa yang paling penting dalam asesment adalah aspek softskills.
Softskills
pun seringkali dianonimkan dengan integritas. Lantas apakah bila tidak lulus
asesment berarti softskillsnya or integritasnya jelek/buruk???
?
Saya punya teman yang sangat saya kagumi akan integritasnya.
Beliau sangat berusaha menjaga diri dari hal-hal sekecil apapun yang
dikhawatirkan bersentuhan dengan sesuatu yang haram. Disaat saya masih takut2
untuk menolak gratifikasi baik itu dari atasan maupun klien, belau dengan
tegas menolaknya. Uang lembur pun tidak pernah mampir ke kantongnya karena
beliau selalu memberitahu sang bendaharawan/pdg agar namanya tidak dicantumkan
dalam daftar penerima uang lembur. Namun bukan berarti beliau tidak ikut lembur
bila ada pekerjaan yang harus dikerjakan, Beliau tetap ikut lembur bersama
dengan yang lainnya.
?
Waktu ditanya kenapa tidak mau menerima uang lembur, beliau
menjelaskan:
?saya mendapat gaji + TC setiap bulan, padahal setiap hari
sering kali pekerjaan yang dilakukan sangat sedikit. Oleh karena itu apabila
ada pekerjaan yang harus dilakukan pada malam hari (lembur), saya anggap saja
sebagai pengganti waktu kosong di siang hari, jadi tidak perlu dibayarkan
lemburnya lagi.?
?
Benar2 mengagumkan, ditengah materialisme dan nostalgia masa
lalu yang bergelimang uang, masih ada orang seperti beliau.
Mudah2an masih banyak lagi orang seperti beliau dan bertambah banyak orang2
yang mencontoh beliau. Amin.
?
Tapi sayang, beliau tidak lulus asesment. Meskipun beliau
tenang2 saja dengan ketidaklulusannya, tetap saja hati ini bertanya2. Apakah
beliau tidak berintegritas???. Dengan keterbatasan yang serba ada pada diri
saya, saya berani jamin yang bersangkutan masuk dalam jajaran TOP PNS yang
berintegritas.
Tapi kenapa yang bersangkutan tidak lulus asesment? Hanya Tuhan Yang Maha
Mengetahui apa yang belum dan tidak kita ketahui:)
?
Tapi saya sangat mendukung adanya asesment. Lulus tidak
lulus adalah suatu resiko dalam suatu ujian/tes. Namun asesment bukanlah
segala-galanya. Saya tetap meyakini, integritas tidak bisa didapatkan dari hasil
jawaban soal2 ujian, tapi dari kenyataan sehari-hari dan mungkin juga dari
track record di masa lalu:)
?
Salam:)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
[Non-text portions of this message have been removed]