Yth Bp Sukron
Cuman sekedar berpendapat, Mungkin kalo subprime mortgage di amerika diindikasikan permulaan dari buble di stock market dan Fed Bank amerika yang menurunkan sukuĀ bungannya beberapa kali di tahun 2000. Penurunan suku bunga ini mengakibatkan kompetensi antara Bank di Amerika dan bank mulai mengendorkan persyaratan kredit mereka. Dengan adanya penurunan persyaratan kredit ini mengakibatkan consumer subprime (resiko yang tidak memiliki penghasilan, anggunan) dapat masuk kedalam Bank. Kemudian bank-bank di amerika mengelompokkan kredit-kredit dari subprime mortgage ini yang kesulitan dalam pembayaran kreditnya kedalam suatu unit khusus yang dibuat oleh Bank dinamakan Special Purpose Vehicle (SPV). SPV ini yang kemudian memasukkan kredit subrpime ini kedalam stock market ada beberapa jenis ABS (asset backed security), MBS (Mortgage Backed Security) dll. Pada stock market investor yang membeli saham ABS atau MBS dan ABS atau MBS ini dipasaran menawarkan yield atau imbal balik yang cukup tinggi dari pasar. ABS atau MBS ini dibackup oleh pembayaran subrpime borrower bukan oleh underlying asset yang dimilikinya Pada saat Fed bank Amerika menaikkan suku bunganya maka mengakibatkan suku bungan pinjaman pun naik di pasaran. Ini mengakibatkan Subprime mortgage default untuk pembayaran kreditnya. Pemegang saham ABS dan MBS tidak dapat menerima yieldnya (karena berdasarkan uang dari pembayaran subprime borrower) kemudian mulai menjual kembali ABS dan MBS di pasar. Karena semakin banyaknya yang menjual ABS dan MBS mengakibatkan harga sahamnya jatuh dan Pemain saham seperti Lehman Bros, BNP paribas yang memiliki saham ini (ABS dan MBS) dalam jumlah besar mulai menjual dan mengakibatkan Bank yang menerbitkan ABS dan MBS tidak dapat membayar dan mengakibatkan "Contagious Effect" Contagious Effect ini diakibatkan oleh adanya CDS (Credit Default Swap) yang diterbitkan oleh bank unutk menjamin ABS atau MBS sebagai contoh: 1. Bank A memiliki ABS Rp. 10, kemudian membeli CDS yang ditawarkan Bank B 2. Bank B kemudian membeli CDS dan menjaminkan ABS tersebut ke Bank C 3. Bank C yang memiliki ABS tersebut kemudian membeli CDS Bank A 4. Pada saat Bank A default meminta Rp. 10 akibat banyaknya yang menjual ABS dari Bank B maka Bank B akan meminta jaminan Rp. 10 tersebut dari Bank C akan tetapi karena Bank C telah membeli CDS yang ditawarkan Bank A maka Bank C kembali meminta ke Bank A, yang mengakibatkan default seluruh bank. Dengan banyaknya yang menjual ABS dan MBS dipasaran harga semakin jatuh dan akhir tidak ada yang mau membeli ABS atau MBS ini, dan inilah yang menyebabkan keterpurukan perekonomian secara terus menerus dikarenakan banyaknya perusahaan yang membeli saham ABS atau MBS. Sedangkan untuk indonesia saya berpendapat mungkin contoh paling mendekati adalah apa yang dialami oleh rusia, Rusia sama seperti Indonesia mereka menerbitkan Obligasi secara besar2an dengan imbal hasil yang tinggi dan pada saat investor ingin menarik dananya (dalam obligasi) dari Rusia ini mengakibatkan pemerintah Rusia default dalam pembayaran. Mungkin dalam kasus indonesia penerbitan SUN merupakan High Cost karena pemerintah harus membayar bunga yang cukup tinggi dan berdampak banyak, seperti Bunga kredit perbankan yang tidak turun sejalan dengan BI rate, dan dapat berefek pada melemahnya ekspansi usaha dari perusahaan karena perusahaan tidak sanggup untuk meminjam dengan bunga yang tinggi, dengan adanya pelemahan ekspansi tersebut peluang lapangan pekerjaan akan terhambat dan akhirnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. wassalam --- On Tue, 4/21/09, Catur Ariyanto <[email protected]> wrote: From: Catur Ariyanto <[email protected]> Subject: Bls: [Forum Prima] bisakah SUN dan ORI menggantikan peran pajak dalam APBN? To: [email protected] Date: Tuesday, April 21, 2009, 5:33 PM dear mas sukarnon, bagaimanapun juga yang menentukan bisa-tidaknya sun/ori menggantikan peran pajak sangat tergantung pada pdb kita. karena pdb inilah yang, kurang-lebih, menggambarkan produktivitas kita dalam waktu tertentu. sebagai contoh, dalam satu tahun mungkin saja, ternyata, nilai sun/ori yang diterbitkan lebih besar dari pajak yang dihasilkan. dalam literatur sih, katanya, sepanjang pertumb... (dipotong mod)

