Assalamu'alaikum wr. wb Sedikit urun rembug dari saya
Dalam Laporan Realisasi APBN kita dikenal adanya, Pendapatan, Belanja, Surplus/Defisit, Pembiayaan, SILPA/SIKPA. Masing-masing komponen peran sendiri-sendiri. SUN dan ORI merupakan salah satu komponen dari Pembiayaan. Perhitungan Realisasi Anggaran kita akan menghasilkan SURPLUS jika pendapatan lebih besar dari belanja. Surplus ini akan digunakan untuk beberapa macam hal seperti misalnya bayar pokok utang, investasi/penyertaan modal pemerintah dll dan kegiatan ini merupakan kelompok pengelauran pembiayaan. Dan apabila dari perhitungan Realisasi Anggaran menghasilkan DEFISIT (Pendapatan < Belanja ), ini akan ditutup dengan pembiayaan juga (seperti penerbitan ORI, SUN dll) dan ini masuk kelompok penerimaan pembiayaan. Jadi barangkali apa yang disampaikan teman-teman yang lain, hal ini tentu tidak mungkin kalau SUN/ORI menggantikan peran pajak dalam APBN. Karena Semakin banyak SUN dan ORI itu artinya semakain banyak utang kita, lalu dari mana kita akan bayar utang kalau kita tidak punya pendapatan? Masa utang untuk bayar utang?? Itu saja dari saya, maaf kalau ada yang kurang pas.. koreksi bila ada yang salah Wassalamu'alaikum wr. wb. --- In [email protected], "sukarnon" <sukar...@...> wrote: > > Yth. para milist > > melihat belakangan ini SUN dan ORI sangat diminati pasar dalam negeri > mungkinkah peran SUN dan ORI kedepan akan lebih mendominasi APBN kita dan > akan menggantikan peran pajak. karena dengan adanya SUN dan ORI > negara/pemerintah dapat memperoleh dana dari masyarakat secara langsung dan > memberikan keuntungan kepada masyarakat sehingga dapat menambah penghasilan > masyarakat.apakah mungkin dengan penerbitan SUN dan ORI akan mengakibatkan > buble ekonomi dimasa mendatang seperti sub prime mortage di amerika? > barangkali ada yang tahu lebih jauh mohon infonya? >

