Jakarta - Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani masih risih 
dengan cap 'kotor' yang tertempel pada jajarannya di Direktorat Jenderal 
Perbendaharaan dan KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). Sri Mulyani 
mengatakan sebagai institusi yang mencerminkan Departemen Keuangan, Dirjen 
Perbendaharaan harus membersihkan reputasinya.

"Dirjen Perbendaharaan sangat menentukan reputasi Depkeu mengenai komitmen 
kebersihannya. Kita semua mengetahui bahwa beberapa saat yang lalu ada survei 
yangmenunjukkan Ditjen Perbendaharaan bersama KPPN masih dianggap institusi 
yang tidak bersih, ini terjadi pada KPPN," tegasnya. Ia menyampaikan hal itu 
dalam acara pelantikan pejabat eselon II Departemen Keuangan di kantornya, 
Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (13/8/2009).

Ditjen Perbendaharaan, dikatakan Sri Mulyani merupakan bagian yang sangat 
penting Depkeu sehingga perlu mempunyai reputasi yang bagus dan bersih dari 
segala cap 'kotor'.

"Untuk Ditjen Perbendaharaan banyak sekali fungsi yang mengalami perubahan, 
Perbendaharaan merupakan unit yang menangani berbagai pencairan anggaran. 
Ditjen Perbendaharaan sangat populer karena semua yang mau pinjam uang dari 
negara harus bertemu dengan mereka. Saya mengharapkan agar Dirjen dan seluruh 
pejabat yang lain memahami reputasi ini dan memiliki keinginan untuk 
membersihkannya," katanya.

Dalam pelantikan tersebut ada sebanyak 26 pejabat esselon II Depkeu yang 
dilantik, yang berasal dari Sekretaris Jenderal, Direktorat Jenderal Bea dan 
Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Bapepam LK, dan Direktorat Jenderal 
Perbendaharaan.
(dnl/qom) 

Kirim email ke