@abra perlu dibedakan juga bra natara konstruktif ma dekonstruktif..alih-alih mau memberikan banyak saran yang ada muncul ketidak tahuan akut atau maha anti dengan segala yang bernuasa syariah. kalau anta belajar Ushul Fiqh, ada sebuah kaidah agung tentang Syariah Islam " Dar'ul Mafsadah wa Jalbil Mashalih " keluar atau menolak kerusakan dan mengambil manfaat " ini kaidah sangat fundamental dan mendasar. bahwa saat anta memeluk islam saat itu anta telah ikut serta berpartisipasi dalam menjaga perdamaian dunia bahkan Islam lah yang telah banyak mengajarkan Membela dan Mempertahankan negara yang hari ini mendapat artian nasionalisme maka wajar pula Islam memang sebagai agama yang universal dan lengkap. saya bukannya apologetik tapi penelahaan saya berdasarkan pembelajaran yang mendalam dan komprehensif selama SMA hingga Kuliah. baru di Kuliahs saya temukan hakikat Islam yang menghendaki tiap pemeluknya bermanfaat bagi sesama tentu dengan cara yang diredhai Allah dan Rasulnya. adapun tulisan Ulil di email ini malah menyiratkan kedangkalannyua pada Ekonomi Syariah dan rasa inferioritas yang parah dan akut. memuja Liberalisme Barat dengan pencapaian material namun mengorbankan banyak orang di bawahnya sebagai budak dan negara-negara dunia ketiga dipaksa untuk mengikut segala rumus liberalisme. saya sudah pernah mengulas hal ini di blog saya http://telagaalkautsar.multiply.com/journal/item/127 dan kembali pada framework saat kita mempelajari Islam itu akan berefek pada penalaran Tradisi Keilmuan Islam lainnya. saya kira demikian bung abra, apa yang ditulis oleh Ulil memang berdasarkan kedangkalannya dan penuh prasangka pada sistem langit yang hari ini kita berjuang untuk membumikanya
wassalm --- Pada Sab, 31/10/09, Farizal FoSSEI <[email protected]> menulis: Dari: Farizal FoSSEI <[email protected]> Judul: Re: Bls: {FoSSEI} Kalau Ulil Abshar Abdalla Bicara Ekonomi Syariah Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 31 Oktober, 2009, 9:07 AM kebetulan saya ikutan diskusi di milis mereka... percuma mas.. yang mereka cari itu pembenaran, bukan kebenaran mendingan waktu yang kita miliki kita gunakan untuk sosialisasi yang strategis dan efektif misalnya ngajarin ibu-ibu majelis ta'lim tentang sistem ekonomi Islam, variasi dari kajian mereka sehari-hari yang bahasannya itu-itu terus ato ikutan ngajarin bapak-bapak tentang mekanisme ekonomi sesuai Islam dalam kehidupan sehari-hari. cz kebanyakan selama ini mereka ngaji-nya tentang bab thoharoh terus.... kagak pindah-pindah dah... paling dikit2 ngaji yasinan...(sampe pada hafal) ato misalnya hasil kesepakatan Rapimnas kemaren (wallahualam sampe saat ini kayaknya belom disosialisasi sama para presnas dan staff2 nya, padahal saya ditanyain terus sama rekan2 di kalimantan dan sulawesi yang kebetulan nggak bisa hadir di semarang kemaren). misalnya temen2 FoSSEI bikin semacam sekolah binaan yang khusus ngajarin ekonomi Islam.. nah gitu khan lebih konstuktif.. daripada ngabisin energi buat debat kusir, cz sudut pandang antara kita dan mereka udah jauh dari pangkal, jadi kagak bisa ketemu dah.... Pada 30 Oktober 2009 16:29, abra talattov <abra_el_talattov@ yahoo.co. id> menulis: @ Mas Farizal, lho kok malah didiemin? justru ini kesempatan emas sbg media diskusi bagi kita, pernyataan2 bang ulil pun mungkin saja ada yg benar jg, ya otokritik yg konstruktif lah bisa dibilang,. Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! -- FARIZAL ALBONCELLI Blog: http://farizal- alboncelli. blogspot. com/ FS: [email protected] mobile: 021 950 42948 Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

