Assalam alaikum
Ada suatu pertanyaan dari seorang tokoh ekonomi.
Apakah Indonesia saat ini bisa terlepas dari hutang....?Atau lebih tepatnya 
pembangunan yang lepas dari hutang..?
Jawabannya tidak mungkin, sebab masih memakai paradigma pertumbuhan ekonomi 
berdasarkan angka-angka semata semisal GDP, dll. Sehingga hal-hal seperti 
kemiskinan dan pengangguran yang juga diquantifikasikan dengan angka, juga 
dihadirkan sebagai suatu keterkaitan dengan pertumbuhan secara parsial.
Jadi, ada alasan dibalik angka pertumbuhan yang 5,5% itu, ada alasan kenapa 
Pemerintah mempublikasikan angka tersebut, yang lebih dari sekedar angka 
(menurut mereka) yang juga mewakili variabel-variabel lainnya yang intinya 
menjadi suatu resiprositas (saling terkait dan mempengaruhi) terhadap 
kemiskinan dan pengangguran, secara sederhana dapat dikatakan (misal) bahwa 
setiap angka pertumbuhan 1 % akan menyerap pengangguran (melalui pembukaan 
lapangan kerja) sebanyak 1 juta orang yang pada akhirnya mengurangi kemiskinan. 
So, untuk membenahi isu-siu kemiskinan dan penganguran, kejar saja angka 
pembangunan (dua digit misal...10% kaya RRT (Republik Rakyat Tionghoa)). Nah 
pertanyaannya darimana duit (sumber pembiayaan) buat ngebangun sampai angka 
segitu...? Ya dari hutang.. Terlebih elemen-elemen atau faktor-faktor yang 
dibutuhkan dalam pembangunan kaya (bahan baku, energi, dll) hanya diproduksi di 
luar negeri dan dengan denominasi dollar! So pasti hutang
 merupakan jawaban cepat. Terlebih sistem perekonomian yang terintegrasi saat 
ini dengan memerlukan kejelian dimana faktor-faktor uang (khususnya fiat money) 
tidak sekedar alat tukar, tapi juga komoditas, dan faktor pasar sekunder serta 
suku bunga yang makin menambah runyam. 
Membuat kita berpikir bahwa ekonomi Islam memang merupakan suatu solusi yang 
adil baik bagi kaum yang berada dan juga bagi kaum yang tidak punya untuk 
menciptakan kesempatan yang adil dan setara, khususnya dalam bermuamalah.
Pertanyaan lebih lanjut
Apakah kita tidak bisa membangun secara mandiri...? Apakah kita bisa lepas 
begitu saja dari sistem yang ada saat ini? (tidak cuman ekonomi saja loh, juga 
politik secara otomatis.Nah pertanyaan lebih lanjut, bisakah para pengambil 
kebijakan kita lepas dari paradigma ini...? Mungkin Anda bisa?   
Jika pertanyaan tersebut bisa dijawab, pertanyaan berikutnya mulai darimana dan 
bagaimana?
Lets' act!
Salam hangat
--- Pada Sel, 15/12/09, Ahmad Ifham <[email protected]> menulis:

Dari: Ahmad Ifham <[email protected]>
Judul: Re: {FoSSEI} Bagaimana Solusi Islam Terhadap Hutang Luar Negeri yang 
Sudah Terjalin Secara Akad???
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 15 Desember, 2009, 7:43 PM















 
 



  


    
      
      
      Utang luar negeri terdapat unsur haram? Hmmm... Yah, rasanya sih senang 
sekali jika para penguasa ini berani melakukan hal-hal seperti yang rekan-rekan 
harapkan, bisa cari celah agar kebijakan2 yang diambil sesuai dengan konsep 
Islam, namun gak inkonstitusional. Ini juga tergantung Tuan Presiden, punya 
nyali untuk ambil langkah cepat dan tepat atau tidak.

Dari waktu ke waktu saya belajar ekonomi Islam (background saya Psikologi, 
kerja di IT), saya berpikir bahwa kalau ekonomi Islam pengen bener dan bisa 
dilaksanakan sesuai konsep, negaranya harus Islam dulu. Kalau gak gitu, 
kredibilitas ekonomi Islam akan semakin buruk, penggiat ekonomi Islam akan 
semakin terlatih untuk menjadi munafik. Lihat saja bahwa sistem ekonomi Islam 
saat ini mau gak mau harus berorientasi kapitalis. Dan terpaksa harus
 lihat suku bunga.

Nah, kebetulan negara kita bukan negara Islam. Repot kan jadinya...

Kemaren saya sempet diskusi dg temen, bermula membahas kondisi bank muamalat 
(satu2nya bank syariah di Indonesia) pada saat krisis 1998. Bank Muamalat saat 
itu terpuruk dengan rugi lebih dari 100 miliar, ekuitas mencapai titik terendah 
(kurang dari sepertiga modal setor awal), NPF mencapai 60% (lihat bahwa batas 
maksimal NPF adalah 5%). Akhirnya butuh IDB agar bisa bangkit. 

Nah, rekan saya spontan bilang: itu pun gak penting. NPF mau 100% kek, mau 0% 
kek, lebih penting lagi adalah bagaimana agar bank syariah bisa menjalankan 
fungsi intermediasi antara pihak yang punya uang dengan pihak yang gak punya. 
Ada distribusi kekayaan yang adil.

Hmmm saya jadi terus2an mikir: sebenarnya tujuan adanya ekonomi (bank) syariah 
tuh apa ya?

Regards,
Ahmad Ifham
Penulis buku2 ekonomi syariah.



From: Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id>
To: fos...@yahoogroups. com
Sent: Tue, December 15, 2009 8:56:52 PM
Subject: Re: {FoSSEI} Bagaimana Solusi Islam Terhadap Hutang Luar Negeri yang 
Sudah Terjalin Secara Akad???








 



    
      
      
      jadi mau tidak mau,.. negara kita memang harus membayar pokok plus 
bunganya (karena dianggap negara berada dalam keadaan darurat dan tidak ada 
cara lain lagi), kecuali jika IMF berubah pikiran dan mau dengan baik hati 
memberikan pinjaman itu kepada Indonesia dengan akad qardh.
Okelah, saya sepakat kalau Indonesia memang harus segera mengakhiri hutangnya. 
Tetapi hal tersebut sangat sulit, karena bedasarkan statement dari finalis, klo 
dihitung2,.. maka apabila hutang tersebut dibebankan pada sejumlah penduduk 
yang ada di Indonesia, maka setiap jiwa dianggap berhutang sekitar 7 juta.
Kalau kita hanya mengharapkan dari tangan Si kaya yang ada di Indonesia,..
 sepertinya itu akan sangat sulit, buktinya,.. meski mereka kaya, mereka masih 
punya banyak hutang, belum lagi korupsi dsb,.. Itu menunjukkan bahwa mereka 
masih merasa kurang dan selalu merasa tidak
 tercukupi (kurang bersyukur). 

Mungkin sebaiknya Indonesia harus segera mencari bantuan hutang lagi kepada 
negara yang bisa bersinergi dalam akad Islam yang ditawarkan oleh Indonesia. 
Kemudian cepat2 Indonesia mengembalikannya kepada IMF. Barulah setelah semua 
Clear,.. maka Indonesia mencoba memproduktifkan kekayaan yang ada dan 
mengangsur hutang yang kedua. Tentunya sesuai dengan akad Islam. Setelah semua 
hutang terlunasi,.. . "STOP HUTANG LAGI!!!"

Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti  ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  Mobile :
 085292747168  Email   : zahra_...@yahoo. co.id  SEMANGAT!!!  PRIBADI 
TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!  ALLAHU AKBAR!!!  

--- Pada Sen, 14/12/09, hapid setia <neo_pentana@ yahoo.com> menulis:

Dari: hapid setia <neo_pentana@ yahoo.com>
Judul: Re: {FoSSEI} Bagaimana Solusi Islam Terhadap Hutang Luar Negeri yang 
Sudah Terjalin Secara
 Akad???
Kepada: fos...@yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 14 Desember, 2009, 3:48 PM







 



    
      
      
      dalam Islam, akad utang piutang yang d dalamnya ada unsur riba haruslah 
segera ditinggalkan. .hanya boleh diambil pokoknya saja...dan bunga yang sudah 
diambil diserahkan kepada Allah untuk menghukuminya. ..

dalam konteks ini yang menjadi peran utama adalah yang memberi utang, sedangkan 
yang menerima utang berada pada posisi minor yang tindakannya sangat 
dipengaruhi oleh si pengutang... artinya ia akan dengan terpaksa membayar pokok 
plus bunga jika si kreditor mengharuskannya seperti itu tetapi ia akan dengan 
senang hati untuk hanya membayar pokok utangnya saja jika si kreditor 
membuatnya seperti itu..

dalam kaitannya dengan kondisi Indonesia,
 Indonesia adalah pihak minor (debitor) dan IMF adalah si Pemberi utang yang 
lebih mempunyai kekuatan untuk memaksakan tindakan kepada Indonesia..

IMF, sebagaimana semua tahu merupakan agen globalisasi
 buatan Amerika dan sekutunya dengan tujuan membentuk sebuah orde baru (novus 
orde seclorum)..ia memaksa negara2 yang akan berkembang tetap berkubang dalam 
kemiskinannya. .oleh karena itu, sangat tidak mungkin mereka akan memberikan 
keringanan kepada negara2 yang diutanginya untuk tidak membayar pokoknya 
saja....

jadi hal yang sangat memungkinkan untuk indonesia adalah stop utang baru kepada 
negara2 kapitalis dengan sistem bunga/riba.. .segera lunasi utang yang ada 
dengan cara pelunasan langsung atau minta pemotongan utang...

kita yakin negara kita sangat kaya, kalau hanya untuk membayar utang sangat 
mudah asal ada kemauan dari pemerintah dan orang2 kaya di Indonesia untuk 
sedikit berkorban...

kita tidak mau dijajah melalui jalur ekonomi...Islam jaya karena mereka 
menguasai perekonomian. ..


--- On Sun, 12/13/09, Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id> wrote:

From: Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id>
Subject: {FoSSEI} Bagaimana Solusi Islam Terhadap Hutang Luar Negeri yang Sudah 
Terjalin Secara Akad???
To: "FOSSEI NASIONAL" <fos...@yahoogroups. com>
Date: Sunday, December 13, 2009, 7:45 PM







 



    
      
      
      Terdapat diskusi menarik yang saya dapatkan dari rangkaian SETY UGM 
13/12/2009. Dalam presentasi Calls Off Papers dari salah satu finalis, ada satu 
pertanyaan dari audiens, yang menurutku Finalis belum bisa menjelaskannya 
secara Clear. 
Finalis mengatakan, bahwa dalam Islam hutang itu diperbolehkan dengan ketentuan 
yang wajib dikembalikan adalah pokoknya, sedangkan untuk tambahan itu 
diperbolehkan asalkan tidak diucapkan dalam akad. tambahan tersebut diberikan, 
apabila yang berhutang memberikan secara ikhlas hanya sebagai ucapan 
terimakasih saja karena telah memperlancar usahanya dengan jalan memberi 
pinjaman. Nah yang menjadi pertanyaan audiens
 adalah:Bagaimana solusi yang ditawarkan Islam terhadap hutang yang sudah 
terjadi di Indonesia saat ini?
Apakah Indonesia cukup hanya membayar pokoknya saja tanpa memberikan bunga 
sepeserpun. masalahnya d
isini,
 bunga sudah menjadi ketentuan di awal (akad).
Dan IMF, jelas menolak semisal Indonesia hanya membayar pokoknya saja. Disini 
ita berbicara masalah siapa yang lebih berkuasa, bukan yang diberi kuasa, 
karena mau tidak mau, sistem yang berkuasa saat ini adalah sistem kapital. 
Kemudian bagaimana mensinergikan antara Indonesia (yang berhutang) dengan IMF 
(yang memberi hutang) agar Indonesia bisa mengembalikan hutangnya secara 
Islami??

Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti  ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  Mobile : 
085292747168  Email   : zahra_...@yahoo. co.id  SEMANGAT!!!  PRIBADI
 TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!  ALLAHU AKBAR!!!  

        Nama baru untuk Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 

Cepat sebelum diambil orang lain!

    
     



 





      

    
     



 




        Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! 
 Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

    
     








      

    
     

    
    


 



  











      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar.yahoo.com

Kirim email ke