Dengan sistem politik dan sosial di Indonesia saat ini, zakat sebagai pengganti pajak masih bisa dikatakan jauh panggang dari api. Pajak dalam Islam pun ada, namun hal itu (kemunculan pajak islam) bukan tanpa sebab dan akibat, sistem sosial dan politik yang cukup mapan menjadi syarat utama. Ya cukup dengan zakat, sisa harta yang bisa digunakan bisa optimal dipergunakan dalam berekonomi secara syariah, tanpa dikurangi lagi dengan pajak. --- Pada Sen, 26/4/10, Ahmad Ifham <[email protected]> menulis:
Dari: Ahmad Ifham <[email protected]> Judul: {FoSSEI} Re: Double tax bank syariah akhirnya ditanggung oleh pemerintah Kepada: [email protected], [email protected] Tanggal: Senin, 26 April, 2010, 11:53 PM Turut bersyukur bahwa 2 kali jual beli dikenakan 1 kali pajak, dan tunggakan pajak bank syariah akan ditanggung pemerintah. Semoga ke depan, pajak dihapuskan. Cukup zakat saja. Regards, Ahmad Ifham Sholihin Penulis Buku Pintar Ekonomi Syariah Gramedia Pustaka Utama, Cetakan I: April 2010 From: aziz setiawan <aziz_setiawan@ yahoo.com> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com; fos...@yahoogroups. com Sent: Tue, April 27, 2010 7:52:36 AM Subject: {FoSSEI} Double tax bank syariah akhirnya ditanggung oleh pemerintah Asw. Wr. Wb. Alhamdulillah, akhirnya hasil lobi di Panja Perpajakan Komisi XI yang dimotori teman2 dari FPKS dengan Kementerian Keuangan terkait tunggakan pajak PPN bank syariah dari transaksi murabahah (double tax) akhirnya penyelesaiannya disepakati akan ditanggung oleh pemerintah. Dan sudah disepakati pembayarannya dialokasikan dalam RAPBN-P 2010 yang sudah dalam tahap finalisasi saat ini. Salam Azis Setiawan

