PILKADA
Kabupaten Bekasi
11 Maret 2007
40
Hari Lagi
 
nomor 4 SADAR
 
Enam Pasang Cabup dan Cawabup Bekasi Siap "Bertempur" Dalam Pilkada 

 <http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/012007/17/03p02.htm>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/012007/17/03p02.htm

BEKASI, (PR).-
Enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi akan memulai
"pertarungannya" setelah mengantongi nomor urut yang diundi Komisi Pemilihan
Umum Daerah (KPUD) Kab. Bekasi di Hotel Sahid Jaya Lippo, Kawasan Lippo
Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (16/1). Nomor urut tersebut akan
dipergunakan para calon, sebagai identitasnya selama tahapan pilkada
berlangsung hingga pelaksanaan pencoblosan, 11 Maret 2007. 

Hasil pengundian, nomor urut 1 adalah pasangan Wikanda Dharmawijaya dan
Daeng Muhammad. Nomor urut 2 didapat Saleh Manaf, mantan Bupati Bekasi yang
bersanding dengan Omin Basyuni. 

Sedangkan nomor urut 3 pasangan yang diusung PDIP, Memet Rochamat, mantan
Sekda Kab. Bekasi dan Jejen Sayuti. Nomor urut 4 dipegang pasangan dari PKS,
Sa'duddin yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dengan
Darip Maulana. Pasangan yang calon wakil bupati-nya mengundurkan diri dan
kemudian digantikan, dari Partai Demokrat, Munawar Fuad dan Adhi Firdaus
mengantongi nomor urut 5. Nomor urut 6 adalah pasangan dari Partai Golkar,
Nahrowi Solihin dan Solihin Sari.

Kekecewaan tampak di wajah para calon yang tidak mendapatkan nomor urut 1.
Namun, penentuan nomor urut itu bukanlah penentu nomor urut pemenang dalam
pilkada. Seperti yang dikatakan Pjs. Bupati Bekasi, Tenny Wishramwan,
pilkada ini merupakan ajang menemukan pemimpin Bekasi yang mengemban tugas
untuk mengharumkan Kab. Bekasi. Keenam pasangan itu selama 2 bulan menjelang
Pilkada akan memperebutkan 1.459.369 suara pemilih tetap.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Panwas Pilkada Kompol Rachmat Baridji dan
Ketua KPUD Bekasi, Adi Susila. Keduanya meminta para calon mengikuti
ketentuan yang berlaku selama proses pelaksanaan pilkada. Bahkan, panwas
tidak segan-segan menindak pelanggar, sesuai hukum yang berlaku. 

Ungu dan putih 

Pengundian nomor urut berbeda dari biasanya. Undian dilakukan dalam dua
tahap. Pertama, dilakukan pengundian untuk menentukan siapa yang lebih dulu
mengambil nomor untuk pengundian nomor urut yang akan dipergunakan selama
tahapan pilkada selanjutnya. Untuk penentuan nomor itu, para calon yang juga
membagi tugas dengan pasangannya mengambil amplop berwarna ungu. Sedangkan,
undian kedua berada dalam amplop berwarna putih, adalah penentu nomor urut
mereka sebagai identitas selama "bertarung" dalam pilkada.

Pengamanan ketat meskipun baru memasuki proses penentuan nomor urut, namun
pengamanan terhadap para calon sangat ketat. Bahkan, para wartawan yang
hendak mengambil gambar dihalang-halangi aparat kepolisian tanpa menjelaskan
alasannya. Para wartawan yang berkali-kali gagal mengambil gambar, karena
terhalang tangan petugas. Apalagi saat akan mewawancarai para calon yang
langsung dikawal ke luar hotel.

Sementara itu, di sepanjang jalan Cikarang terjadi kemacetan akibat
pendukung para calon yang bersamaan meninggalkan hotel seusai acara.
Kemacetan dan suara klakson tidak dapat dihindari. Para pendukung rela
menunggu di luar sejak pukul 13.00 WIB hingga acara selesai. Sedangkan
pelaksanaan acara molor hingga setengah jam dari pukul 14.00 WIB yang
dijanjikan panitia. (A-153)***

 
 
 

Attachment: white.gif
Description: GIF image

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke