Wa'alaikumusalam

Betul pa' saya sependapat, jangan jadikan milis ini buat informasi satu calon saja,tapi kita harus sadar bahwa calon lain pun perlu diinformasikan,sehinga kita tidak hanya tau satu pasangan calon saja yaitu Sa'dudin dan Darip mulyana (sadar),tapi kita kenal yang lainnya juga.ini penting biar kita kenal dengan calon pemimpin kita di Bekasi ini. Dan kata "SADAR" cukup bagus untuk mengingat kan warga Bekasi agar segera sadar bagi yang lagi khilaf .Mudah - mudahan calon lain punya mana singkatan yang bagus juga
misalnya "Insyaf","Syukur" dll.

Syukron
At 14:26 30/01/2007 +0700, sarijan wrote:
Assalamu'aikum

Pak moderator tolong diperhatikan kenapa milis ini jadi ajang kampanye pilkada.kalo memang mau memberikan informasi mengenai pilkada disuatu daerah saya rasa tidak perlu menyertakan gambar salah satu calon.apabila ingin menyertakan gambar calon mungkin sebaiknya gambar semua calon supaya terlihat adil dan tujuan memberikan informasi pilkada disuatu daerah menjadi benar.

Terimakasih

Wassalam
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Rudy Swardani
To: <mailto:[email protected]>FUPM-EJIP (E-mail) ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Saksi (E-mail)
Sent: Tuesday, January 30, 2007 11:46 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] Ingat2 40 hari lagi Ingat Nomer 4 'SADAR'



1bca76b.jpg


PILKADA
Kabupaten Bekasi
11 Maret 2007
40
Hari Lagi

nomor 4 SADAR

Enam Pasang Cabup dan Cawabup Bekasi Siap "Bertempur" Dalam Pilkada

<http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/012007/17/03p02.htm>http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/012007/17/03p02.htm
BEKASI, (PR).-
Enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi akan memulai "pertarungannya" setelah mengantongi nomor urut yang diundi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kab. Bekasi di Hotel Sahid Jaya Lippo, Kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (16/1). Nomor urut tersebut akan dipergunakan para calon, sebagai identitasnya selama tahapan pilkada berlangsung hingga pelaksanaan pencoblosan, 11 Maret 2007. Hasil pengundian, nomor urut 1 adalah pasangan Wikanda Dharmawijaya dan Daeng Muhammad. Nomor urut 2 didapat Saleh Manaf, mantan Bupati Bekasi yang bersanding dengan Omin Basyuni. Sedangkan nomor urut 3 pasangan yang diusung PDIP, Memet Rochamat, mantan Sekda Kab. Bekasi dan Jejen Sayuti. Nomor urut 4 dipegang pasangan dari PKS, Sa'duddin yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dengan Darip Maulana. Pasangan yang calon wakil bupati-nya mengundurkan diri dan kemudian digantikan, dari Partai Demokrat, Munawar Fuad dan Adhi Firdaus mengantongi nomor urut 5. Nomor urut 6 adalah pasangan dari Partai Golkar, Nahrowi Solihin dan Solihin Sari. Kekecewaan tampak di wajah para calon yang tidak mendapatkan nomor urut 1. Namun, penentuan nomor urut itu bukanlah penentu nomor urut pemenang dalam pilkada. Seperti yang dikatakan Pjs. Bupati Bekasi, Tenny Wishramwan, pilkada ini merupakan ajang menemukan pemimpin Bekasi yang mengemban tugas untuk mengharumkan Kab. Bekasi. Keenam pasangan itu selama 2 bulan menjelang Pilkada akan memperebutkan 1.459.369 suara pemilih tetap. Hal senada juga diungkapkan Ketua Panwas Pilkada Kompol Rachmat Baridji dan Ketua KPUD Bekasi, Adi Susila. Keduanya meminta para calon mengikuti ketentuan yang berlaku selama proses pelaksanaan pilkada. Bahkan, panwas tidak segan-segan menindak pelanggar, sesuai hukum yang berlaku.
Ungu dan putih
Pengundian nomor urut berbeda dari biasanya. Undian dilakukan dalam dua tahap. Pertama, dilakukan pengundian untuk menentukan siapa yang lebih dulu mengambil nomor untuk pengundian nomor urut yang akan dipergunakan selama tahapan pilkada selanjutnya. Untuk penentuan nomor itu, para calon yang juga membagi tugas dengan pasangannya mengambil amplop berwarna ungu. Sedangkan, undian kedua berada dalam amplop berwarna putih, adalah penentu nomor urut mereka sebagai identitas selama "bertarung" dalam pilkada. Pengamanan ketat meskipun baru memasuki proses penentuan nomor urut, namun pengamanan terhadap para calon sangat ketat. Bahkan, para wartawan yang hendak mengambil gambar dihalang-halangi aparat kepolisian tanpa menjelaskan alasannya. Para wartawan yang berkali-kali gagal mengambil gambar, karena terhalang tangan petugas. Apalagi saat akan mewawancarai para calon yang langsung dikawal ke luar hotel. Sementara itu, di sepanjang jalan Cikarang terjadi kemacetan akibat pendukung para calon yang bersamaan meninggalkan hotel seusai acara. Kemacetan dan suara klakson tidak dapat dihindari. Para pendukung rela menunggu di luar sejak pukul 13.00 WIB hingga acara selesai. Sedangkan pelaksanaan acara molor hingga setengah jam dari pukul 14.00 WIB yang dijanjikan panitia. (A-153)***





----------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************


<<attachment: 1bca76b.jpg>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke