Jadi menteri kelautan, jadi lupa daratan.....? Jadi menteri *KKP*, jadi menteri *K*a*K*a*P* kejaring KPK...?
Op do 26 nov. 2020 om 01:09 schreef Chan CT <[email protected]>: > Cerita Terbongkarnya Suap Edhy Prabowo dari Belanja Mewah di Hawaii > Tim detikcom - detikNews > Kamis, 26 Nov 2020 07:03 WIB > > https://news.detik.com/berita/d-5270237/cerita-terbongkarnya-suap-edhy-prabowo-dari-belanja-mewah-di-hawaii?single=1 > [image: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai > tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau > benur.]Edhy Prabowo (Pakai rompi oranye) Foto: Rifkianto Nugroho > *Jakarta* - > > KPK <https://www.detik.com/tag/kpk> mengungkap awal mula terbongkarnya > kasus suap ekspor benih lobster > <https://www.detik.com/tag/ekspor-benih-lobster> yang melibatkan Menteri > Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo > <https://www.detik.com/tag/menteri-kelautan-dan-perikanan-edhy-prabowo>. > KPK lalu menyelidiki belanja mewah yang dilakukan Edhy di Hawaii, Amerika > Serikat. > > KPK memang mengintai kasus ini pada Agustus lalu. Menjelang Akhir November > KPK menerima informasi dugaan terjadinya penerimaan uang oleh Penyelenggara > Negara. Hal itu terjadi pada tanggal 21 November 2020 sampai dengan 23 > November 2020. > > "Informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai > penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi > kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang mewah di > luar wilayah Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa > pers dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). > *Baca juga:**Diborgol, Tersangka Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo Dibawa ke > Rutan KPK* > <https://news.detik.com/berita/d-5270175/diborgol-tersangka-suap-ekspor-benur-edhy-prabowo-dibawa-ke-rutan-kpk> > > Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020, Edhy selaku Menteri Kelautan dan > Perikanan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim > Uji Tuntas (*Due Diligence*) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster. > Pihak yang hendak menjadi eksportir benih lobster harus memenuhi penilaian > Tim Uji Tuntas sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan itu. > > Tim Uji Tuntas dipimpin oleh Staf Khusus Edhy bernama Andreau Pribadi > Misanta (APS) selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Selain itu, Staf > Khusus Menteri Edhy bernama Safri (SAF) selaku Wakil Ketua Pelaksana Tim > Uji Tuntas. > > Awal Oktober 2020, Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) bernama > Suharjito (SJT) datang ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk > bertemu SAF. PT DPP hendak menjadi eksportir benur. Untuk mengekspor benur, > maka syaratnya harus melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK). PT ACK ini > bertindak sebagai 'forwarder' benur dari dalam negeri ke luar negeri. > > "Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor benih > lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya angkut Rp > 1800/ekor," kata Nawawi Pomolango. > *Baca juga:**KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Partai-Perusahaan Lain di > Kasus Edhy Prabowo* > <https://news.detik.com/berita/d-5270148/kpk-selidiki-dugaan-aliran-dana-ke-partai-perusahaan-lain-di-kasus-edhy-prabowo> > > Supaya diterima sebagai eksportir benur, PT DPP diduga melakukan transfer > sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp 731.573.564,00. > > Pada bagian ini inilah KPK menemukan modus rekening penampung. Uang yang > dikirim ke rekening tersebut yang kemudian dibelanjakan di Hawaii. > > PT ACK dipegang oleh Amri dan Ahmad Bahtiar. Amri dan Ahmad Bahtiar diduga > merupakan calon yang diajukan pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja. > > *Simak bagaimana uang tersebut sampai ke tangan Edhy pada halaman berikut:* > > Duit-duit dari perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi eksportir benur > kemudian masuk ke rekening PT ACK. > > "Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa > perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk > ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar, masing-masing dengan total Rp 9,8 > miliar," kata Nawawi. > > Pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari PT ACK melalui > rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih > (staf istri Edhy) sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan > Edhy Prabowo, istrinya bernama Iis Rosyati Dewi, stafsus Edhy bernama > Safri, dan stafsus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta. Duit Rp 3,4 miliar > itu dipakai belanja-belanja di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS). > > "Penggunaan belanja oleh EP dan IRW di Honolulu AS ditanggal 21 sampai > dengan 23 November 2020 sekitar Rp 750 juta berupa Jam tangan Rolex, tas > Tumi dan LV, baju Old Navy," kata Nawawi. > > "Di samping itu pada sekitar bulan Mei 2020, EP juga diduga menerima > sejumlah uang sebesar US$ 100 ribu dari SJT melalui SAF dan AM. Selain itu > SAF dan APM pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang dengan total Rp > 436 juta dari AM," kata Nawawi. > > Sepulang dari Amerika Serikat, Edhy beserta romobongan terjaring operasi > tangkap tangan KPK saat tiba di Bandara Internasional Soekartno Hatta pada > Selasa (24/11) menjelang tengah malam. Mereka dibawa ke Gedung KPK. > > Setelah menjalani pemeriksaan, Edhy bersama 6 orang lainnya ditetapkan > sebagai tersangka suap ekspor benur. Sementara Istri Edhy, Iis Rosita > dibebaskan oleh KPK lantaran hanya diperiksa sebagai saksi. > *Baca juga:**KPK Tahan Menteri KKP Edhy Prabowo Tersangka Suap Ekspor > Benih Lobster* > <https://news.detik.com/berita/d-5270142/kpk-tahan-menteri-kkp-edhy-prabowo-tersangka-suap-ekspor-benih-lobster> > > > *7 Orang Ditetapkan Tersangka* > > Tujuh orang tersangka itu terdiri dari pihak pemberi dan penerima suap. > Berikut datanya: > > Sebagai penerima: > 1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP; > 2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP; > 3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP; > 4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK); > 5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan > 6. Amiril Mukminin (AM) > > Sebagai pemberi: > 7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP). > > 5 orang tersangka termasuk Edhy ditahan di rutan KPK. Penahanan terhitung > selama 20 hari ke depan. Sementara 2 orang lainnya belum tertangkap dan > diminta untuk menyerahkan diri. > > "Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari > terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020. > Masing-masing bertempat di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Itu untuk > tersangka EP, SAF, SWD, AF dan SJT," katan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango > dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (25/11/2020) > > "Untuk dua orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK > mengimbau kepada kedua tersangka yaitu APM dan AM untuk segera menyerahkan > diri ke KPK," imbuhnya. > > > *KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Gerindra-Perusahaan Lain* > > > Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan, > KPK belum bisa menyimpulkan dana Rp 9,8 miliar apakah dari persatuan > pengusaha lobster Indonesia yang jumlahnya ada 40 perusahaan. Atau dana > dalam transaksi ini hanya diberikan oleh beberapa perusahaan saja. Hal itu > yang akan ditelusuri KPK dalam pengembangan kasus. > > "Soal 40 perusahaan dengan jumlah uang Rp 9,8 miliar. Dari tahapan > pemeriksaan yang dilakukan hari ini kita belum bisa menyimpulkan apakah Rp > 9,8 miliar itu memang full dari 40 perusahaan yang ada ini atau hanya dari > beberapa perusahaan saja," kata Nawawi kepada wartawan, Rabu (25/11/2020). > > "Tidak tertutup kemungkinan nanti di dalam pengembangan-pengembangan > selanjutnya adalah pada tahapan-tahapan selanjutnya bisa saja ada > penambahan atau pun tetap seperti itu," imbuh Nawawi. > > Deputi Penindakan KPM Karyoto menyebut dugaan aliran dana ke partai tempat > bernaung Edhy Prabowo yakni Partai Gerindra akan ditelusuri. > > "Untuk (telusuri) aliran dana, kita perlu waktu untuk kedalaman karena > yang kita tampilkan dalam malam ini baru satu kejadian, pintu masuk," > katanya. > *Baca juga:**KPK Mulai Penyelidikan Kasus Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo > Sejak Agustus* > <https://news.detik.com/berita/d-5270146/kpk-mulai-penyelidikan-kasus-suap-ekspor-benur-edhy-prabowo-sejak-agustus> > *(lir/lir)* > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DD862FE1E3DA4C90977B5FD137619112%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DD862FE1E3DA4C90977B5FD137619112%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjZKhhqV1BmXhKQGTHT8Yhy41t461nDBssTo5y5s4Nugw%40mail.gmail.com.
