On Thu, 26 Nov 2020 at 13:56, BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote:

> Jangan lupa..... Bank mempunyai kerahasiaan bank.... Dan sangat mdlindungi
> kepemilikannya..
> Bank Swiss akan mengusut keresmiaan Dana yang di sector... Apa hasil
> korupsi?
> Apaksh logik kalau pejabat sector sampai milyar an dollar?
> Jaman kemerdekasn RI membobok bank... Sana yang ada jadi Obligasi hutang
> negara Secara psksa.
>
>
> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android
> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
>
> On Thu., Nov. 26, 2020 at 7:36 a.m., BILLY GUNADIE
> <[email protected]> wrote:
> Katanya anggota partai Garindrs kalau terbukti korup.... Akan
> kepenjsrakan...
> Juga akan membasmi sampe ajar ajar ya...
> Juga dahuku median Jendral AH Nasution...
>
> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android
> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
>
> On Thu., Nov. 26, 2020 at 6:42 a.m., comoprima45
> <[email protected]> wrote:
> *OPINI & KOMENTAR :*
> *>> Jika sudah terbongkar Kasus Korupsi Dari* *TEAM BAJAK LAUT ...* *yang
> Mabok-Laut atau BUAYA2 DARAT yang  ke Kabur kehutan ...*
> *maka selayaknya KPK , Pengadilan Hukum dan Pemerintah / Presiden Jokowi
> sebaiknya segera melakukan ACTION.*
> *>> KPK :* Ada baiknya segera mungkin  MENYITA PAKSA ( Konfikasikan  )
> seluruh Barang2 Mewah Yang dibeli dan di milik para terdakwa > '' Para
>  Penjual Izin EXPORT BIBIT UDANG / Lobster ''  yang menggunakan UANG
> SOGOKAN  dengan LEBEL '' LOBSTER '' SEBAGAI USAHA ILLEGAL MEREKA
> * >> Lembaga Hukum :** Ada baiknya segera mungkin bertindak untuk
> Membekukan setiap Perjanjian dan IZIN EXPORT **LOBSTER ILLEGAL yang
> dibuat dan di tandan-tangani oleh  ''The Honorable''  Minister Prabowo *
> * &  His Team Crews... *
> *>> PEMERINTAH melalui Kem.Keuangan dan atau Lembaga Hukumnya (dengan
> sepengetahuan Pres.Jokowi ) segera mungkin MEMBEKUKAN seluruh  BANK ACOUNT
> dari para Aktor Business Illegal '' LOBSTER'' ini , baik yang tercatat** atas
> Nama Masing2 Terdakwa  yang bersangkutan , maupun yang tercatat atas nama
> Orang lain dan atau yang berselimut di belakang Nama Badan Usaha Lainnya
> yang tersangkut dalam Transfer Keuangan Illegal terkait.*
>
>
> *[image: Some Criminal were honored_bak.jpg]*
>
> *----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------*
> * SERUAN : *
> *1/.  > Kembalikan Posisi /Jabatan KKP (Kementerian Kelautan dan
> Perikanan) kepada ** Mantan Menteri KKP - IBU SUSI PUJIASTUTI  *
>
>              *2/.* *> KEMBALIKAN POSISI DAN JABATAN KEUANGAN kepada
Mantan Men.Keuangan - **Ibu                  Prof. SRI MULYANI INDIRAWATI,
PHDr.* *(**Peraih Gelar Menteri Keuangan Terbaik di **Asia
  Pasifik untuk tahun 2O2O** )*

> [image: THE WISDOM & The Old Man , 1_bak_bak_bak_bak.jpg]
> Mrc.
>
> On Thursday, 26 November 2020 at 09:41:23 UTC+1 Lusi D. wrote:
>
> Saya melihatnya lebih pada persoalan politik intern kabinetnya Jkw
> ketimbang urusan rolex dsb. itu. Apa mungkin Prabowo Subianto akan diam
> saja atau sang jendral masih menunggu timing?
>
>
>
> Am Thu, 26 Nov 2020 08:08:47 +0000 (UTC)
> schrieb BILLY GUNADIE
> <[email protected]>:
>
> > Yah.. Bisa dimaklumi.... Mabok laut...
> > Anehnya yang di darat..... Jadi buaya darat ga ada yang ke tangkep..
> >
> > Sent from Rogers Yahoo Mail on Android
> >
> > On Thu., Nov. 26, 2020 at 1:17 a.m., Sunny
> > ambon<[email protected]> wrote: Yang saya lihat dipertunjukan
> > ialah "sepeda". arloji Rolex. Yang menarikialah dalam rombangan Edhy
> > Pada juga Mochtar Ngabalin anggota staf presiden.
> >
> >
> > On Thu, Nov 26, 2020 at 6:32 AM kh djie <[email protected]> wrote:
> >
> >
> > Jadi menteri kelautan, jadi lupa daratan.....?Jadi menteri KKP, jadi
> > menteri KaKaP kejaring KPK...? Op do 26 nov. 2020 om 01:09 schreef
> > Chan CT <[email protected]>:
> >
> >
> > Cerita Terbongkarnya Suap Edhy Prabowo dari Belanja Mewah di Hawaii
> > Tim detikcom - detikNewsKamis, 26 Nov 2020 07:03
> > WIBhttps://
> news.detik.com/berita/d-5270237/cerita-terbongkarnya-suap-edhy-prabowo-dari-belanja-mewah-di-hawaii?single=1Edhy
> > Prabowo (Pakai rompi oranye) Foto: Rifkianto NugrohoJakarta -
> > KPK mengungkap awal mula terbongkarnya kasus suap ekspor benih
> > lobster yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy
> > Prabowo. KPK lalu menyelidiki belanja mewah yang dilakukan Edhy di
> > Hawaii, Amerika Serikat.
> >
> > KPK memang mengintai kasus ini pada Agustus lalu. Menjelang Akhir
> > November KPK menerima informasi dugaan terjadinya penerimaan uang
> > oleh Penyelenggara Negara. Hal itu terjadi pada tanggal 21 November
> > 2020 sampai dengan 23 November 2020.
> >
> > "Informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai
> > penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi
> > kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang
> > mewah di luar wilayah Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Nawawi
> > Pomolango dalam jumpa pers dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta
> > Selatan, Rabu (25/11/2020).
> >
> > | Baca juga:Diborgol, Tersangka Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo
> > Dibawa ke Rutan KPK |
> >
> >
> > Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020, Edhy selaku Menteri Kelautan dan
> > Perikanan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020
> > tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan
> > Budidaya Lobster. Pihak yang hendak menjadi eksportir benih lobster
> > harus memenuhi penilaian Tim Uji Tuntas sebagaimana yang tertera
> > dalam Surat Keputusan itu.
> >
> > Tim Uji Tuntas dipimpin oleh Staf Khusus Edhy bernama Andreau Pribadi
> > Misanta (APS) selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Selain itu, Staf
> > Khusus Menteri Edhy bernama Safri (SAF) selaku Wakil Ketua Pelaksana
> > Tim Uji Tuntas.
> >
> > Awal Oktober 2020, Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) bernama
> > Suharjito (SJT) datang ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan
> > untuk bertemu SAF. PT DPP hendak menjadi eksportir benur. Untuk
> > mengekspor benur, maka syaratnya harus melalui PT Aero Citra Kargo
> > (PT ACK). PT ACK ini bertindak sebagai 'forwarder' benur dari dalam
> > negeri ke luar negeri.
> >
> > "Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor
> > benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya
> > angkut Rp 1800/ekor," kata Nawawi Pomolango.
> >
> > | Baca juga:KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Partai-Perusahaan
> > Lain di Kasus Edhy Prabowo |
> >
> >
> > Supaya diterima sebagai eksportir benur, PT DPP diduga melakukan
> > transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp
> > 731.573.564,00.
> >
> > Pada bagian ini inilah KPK menemukan modus rekening penampung. Uang
> > yang dikirim ke rekening tersebut yang kemudian dibelanjakan di
> > Hawaii.
> >
> > PT ACK dipegang oleh Amri dan Ahmad Bahtiar. Amri dan Ahmad Bahtiar
> > diduga merupakan calon yang diajukan pihak Edhy Prabowo serta Yudi
> > Surya Atmaja.
> >
> >
> >
> > Simak bagaimana uang tersebut sampai ke tangan Edhy pada halaman
> > berikut:
> >
> >
> >
> > Duit-duit dari perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi eksportir
> > benur kemudian masuk ke rekening PT ACK.
> >
> > "Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari
> > beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya
> > ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar, masing-masing
> > dengan total Rp 9,8 miliar," kata Nawawi.
> >
> > Pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari PT ACK melalui
> > rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul
> > Faqih (staf istri Edhy) sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi
> > keperluan Edhy Prabowo, istrinya bernama Iis Rosyati Dewi, stafsus
> > Edhy bernama Safri, dan stafsus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta.
> > Duit Rp 3,4 miliar itu dipakai belanja-belanja di Honolulu, Hawaii,
> > Amerika Serikat (AS).
> >
> > "Penggunaan belanja oleh EP dan IRW di Honolulu AS ditanggal 21
> > sampai dengan 23 November 2020 sekitar Rp 750 juta berupa Jam tangan
> > Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," kata Nawawi.
> >
> > "Di samping itu pada sekitar bulan Mei 2020, EP juga diduga menerima
> > sejumlah uang sebesar US$ 100 ribu dari SJT melalui SAF dan AM.
> > Selain itu SAF dan APM pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang
> > dengan total Rp 436 juta dari AM," kata Nawawi.
> >
> > Sepulang dari Amerika Serikat, Edhy beserta romobongan terjaring
> > operasi tangkap tangan KPK saat tiba di Bandara Internasional
> > Soekartno Hatta pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam. Mereka
> > dibawa ke Gedung KPK.
> >
> > Setelah menjalani pemeriksaan, Edhy bersama 6 orang lainnya
> > ditetapkan sebagai tersangka suap ekspor benur. Sementara Istri Edhy,
> > Iis Rosita dibebaskan oleh KPK lantaran hanya diperiksa sebagai saksi.
> >
> > | Baca juga:KPK Tahan Menteri KKP Edhy Prabowo Tersangka Suap Ekspor
> > Benih Lobster |
> >
> >
> >
> > 7 Orang Ditetapkan Tersangka
> >
> > Tujuh orang tersangka itu terdiri dari pihak pemberi dan penerima
> > suap. Berikut datanya:
> >
> > Sebagai penerima:
> > 1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
> > 2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
> > 3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
> > 4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
> > 5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
> > 6. Amiril Mukminin (AM)
> >
> > Sebagai pemberi:
> > 7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP).
> >
> > 5 orang tersangka termasuk Edhy ditahan di rutan KPK. Penahanan
> > terhitung selama 20 hari ke depan. Sementara 2 orang lainnya belum
> > tertangkap dan diminta untuk menyerahkan diri.
> >
> > "Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari
> > terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember
> > 2020. Masing-masing bertempat di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.
> > Itu untuk tersangka EP, SAF, SWD, AF dan SJT," katan Wakil Ketua KPK
> > Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK,
> > Rabu (25/11/2020)
> >
> > "Untuk dua orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK
> > mengimbau kepada kedua tersangka yaitu APM dan AM untuk segera
> > menyerahkan diri ke KPK," imbuhnya.
> >
> >
> > KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Gerindra-Perusahaan Lain
> >
> >
> > Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut berdasarkan hasil
> > pemeriksaan, KPK belum bisa menyimpulkan dana Rp 9,8 miliar apakah
> > dari persatuan pengusaha lobster Indonesia yang jumlahnya ada 40
> > perusahaan. Atau dana dalam transaksi ini hanya diberikan oleh
> > beberapa perusahaan saja. Hal itu yang akan ditelusuri KPK dalam
> > pengembangan kasus.
> >
> > "Soal 40 perusahaan dengan jumlah uang Rp 9,8 miliar. Dari tahapan
> > pemeriksaan yang dilakukan hari ini kita belum bisa menyimpulkan
> > apakah Rp 9,8 miliar itu memang full dari 40 perusahaan yang ada ini
> > atau hanya dari beberapa perusahaan saja," kata Nawawi kepada
> > wartawan, Rabu (25/11/2020).
> >
> > "Tidak tertutup kemungkinan nanti di dalam pengembangan-pengembangan
> > selanjutnya adalah pada tahapan-tahapan selanjutnya bisa saja ada
> > penambahan atau pun tetap seperti itu," imbuh Nawawi.
> >
> > Deputi Penindakan KPM Karyoto menyebut dugaan aliran dana ke partai
> > tempat bernaung Edhy Prabowo yakni Partai Gerindra akan ditelusuri.
> >
> > "Untuk (telusuri) aliran dana, kita perlu waktu untuk kedalaman
> > karena yang kita tampilkan dalam malam ini baru satu kejadian, pintu
> > masuk," katanya.
> >
> > | Baca juga:KPK Mulai Penyelidikan Kasus Suap Ekspor Benur Edhy
> > Prabowo Sejak Agustus |
> >
> > (lir/lir)
> >
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
>
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
>
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/c8644a21-ed40-4fea-989e-7743bf924e3bn%40googlegroups.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/c8644a21-ed40-4fea-989e-7743bf924e3bn%40googlegroups.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
>
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1813260306.1107430.1606394201196%40mail.yahoo.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1813260306.1107430.1606394201196%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
>
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Bez
virů. www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAFz2%2Bm_1jZdE9fXFhKEmkJQsZfd9qUanP%2Bkp_bvsWOddTRprcA%40mail.gmail.com.

Reply via email to