*OPINI & KOMENTAR :*
*>> Jika sudah terbongkar Kasus Korupsi Dari* *TEAM BAJAK LAUT ...* *yang 
Mabok-Laut atau BUAYA2 DARAT yang  ke Kabur kehutan ...*
*maka selayak KPK , Pengadilan Hukum dan Pemerintah / Presiden Jokowi 
sebaiknya segera melakukan ACTION.*

>> KPK : *Ada baiknya segera mungkin  MENYITA PAKSA ( Konfikasikan  ) 
seluruh Barang2 Mewah Yang dibeli dan di milik para terdakwa > '' Para  
 Penjual Izin EXPORT BIBIT UDANG / Lobster ''  yang menggunakan UANG 
SOGOKAN  dengan LEBEL '' LOBSTER '' SEBAGAI USAHA ILLEGAL MEREKA *
* >> *Lembaga Hukum : *Ada baiknya segera mungkin bertindak untuk 
Membekukan setiap Perjanjian dan IZIN EXPORT *
*                                                     LOBSTER ILLEGAL yang 
dibuat dan di tandan-tangani oleh  ''The Honorable''  Minister Prabowo *
*                                                     &  His Team Crews... *
*>> PEMERINTAH melalui Kem.Keuangan dan atau Lembaga Hukumnya (dengan 
sepengetahuan Pres.Jokowi ) segera mungkin MEMBEKUKAN seluruh  BANK ACOUNT  
dari para Aktor Business Illegal '' LOBSTER'' ini , baik yang tercatat** atas 
Nama Masing2 Terdakwa  yang bersangkutan , maupun yang tercatat atas nama 
Orang lain dan atau yang berselimut di belakang Nama Badan Usaha Lainnya 
yang tersangkut dalam Transfer Keuangan Illegal terkait.*


*[image: Some Criminal were honored_bak.jpg]*
*----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------*
* SERUAN : *
*1/.  > Kembalikan Posisi /Jabatan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) 
kepada *
*           Mantan Menteri KKP - IBU SUSI PUJIASTUTI  *
*        > KEMBALIKAN POSISI DAN JABATAN KEUANGAN kepada Mantan 
Men.Keuangan*
*             - Ibu Prof. SRI MULYANI INDIRAWATI, PHDr. (**Peraih Gelar 
Menteri Keuangan Terbaik                      di seluruh Asia Pasifik untuk 
tahun 2O2O** )*
[image: THE WISDOM & The Old Man , 1_bak_bak_bak_bak.jpg]
Mrc.
 
On Thursday, 26 November 2020 at 09:41:23 UTC+1 Lusi D. wrote:

> Saya melihatnya lebih pada persoalan politik intern kabinetnya Jkw
> ketimbang urusan rolex dsb. itu. Apa mungkin Prabowo Subianto akan diam
> saja atau sang jendral masih menunggu timing? 
>
>
>
> Am Thu, 26 Nov 2020 08:08:47 +0000 (UTC)
> schrieb BILLY GUNADIE
> <[email protected]>:
>
> > Yah.. Bisa dimaklumi.... Mabok laut... 
> > Anehnya yang di darat..... Jadi buaya darat ga ada yang ke tangkep.. 
> > 
> > Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
> > 
> > On Thu., Nov. 26, 2020 at 1:17 a.m., Sunny
> > ambon<[email protected]> wrote: Yang saya lihat dipertunjukan
> > ialah "sepeda". arloji Rolex. Yang menarikialah dalam rombangan Edhy
> > Pada juga Mochtar Ngabalin anggota staf presiden.
> > 
> > 
> > On Thu, Nov 26, 2020 at 6:32 AM kh djie <[email protected]> wrote:
> > 
> > 
> > Jadi menteri kelautan, jadi lupa daratan.....?Jadi menteri KKP, jadi
> > menteri KaKaP kejaring KPK...? Op do 26 nov. 2020 om 01:09 schreef
> > Chan CT <[email protected]>:
> > 
> > 
> > Cerita Terbongkarnya Suap Edhy Prabowo dari Belanja Mewah di Hawaii
> > Tim detikcom - detikNewsKamis, 26 Nov 2020 07:03
> > WIBhttps://
> news.detik.com/berita/d-5270237/cerita-terbongkarnya-suap-edhy-prabowo-dari-belanja-mewah-di-hawaii?single=1Edhy
> > Prabowo (Pakai rompi oranye) Foto: Rifkianto NugrohoJakarta -
> > KPK mengungkap awal mula terbongkarnya kasus suap ekspor benih
> > lobster yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy
> > Prabowo. KPK lalu menyelidiki belanja mewah yang dilakukan Edhy di
> > Hawaii, Amerika Serikat.
> > 
> > KPK memang mengintai kasus ini pada Agustus lalu. Menjelang Akhir
> > November KPK menerima informasi dugaan terjadinya penerimaan uang
> > oleh Penyelenggara Negara. Hal itu terjadi pada tanggal 21 November
> > 2020 sampai dengan 23 November 2020.
> > 
> > "Informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai
> > penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi
> > kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang
> > mewah di luar wilayah Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Nawawi
> > Pomolango dalam jumpa pers dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta
> > Selatan, Rabu (25/11/2020).
> > 
> > | Baca juga:Diborgol, Tersangka Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo
> > Dibawa ke Rutan KPK |
> > 
> > 
> > Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020, Edhy selaku Menteri Kelautan dan
> > Perikanan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020
> > tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan
> > Budidaya Lobster. Pihak yang hendak menjadi eksportir benih lobster
> > harus memenuhi penilaian Tim Uji Tuntas sebagaimana yang tertera
> > dalam Surat Keputusan itu.
> > 
> > Tim Uji Tuntas dipimpin oleh Staf Khusus Edhy bernama Andreau Pribadi
> > Misanta (APS) selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Selain itu, Staf
> > Khusus Menteri Edhy bernama Safri (SAF) selaku Wakil Ketua Pelaksana
> > Tim Uji Tuntas.
> > 
> > Awal Oktober 2020, Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) bernama
> > Suharjito (SJT) datang ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan
> > untuk bertemu SAF. PT DPP hendak menjadi eksportir benur. Untuk
> > mengekspor benur, maka syaratnya harus melalui PT Aero Citra Kargo
> > (PT ACK). PT ACK ini bertindak sebagai 'forwarder' benur dari dalam
> > negeri ke luar negeri.
> > 
> > "Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor
> > benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya
> > angkut Rp 1800/ekor," kata Nawawi Pomolango.
> > 
> > | Baca juga:KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Partai-Perusahaan
> > Lain di Kasus Edhy Prabowo |
> > 
> > 
> > Supaya diterima sebagai eksportir benur, PT DPP diduga melakukan
> > transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp
> > 731.573.564,00.
> > 
> > Pada bagian ini inilah KPK menemukan modus rekening penampung. Uang
> > yang dikirim ke rekening tersebut yang kemudian dibelanjakan di
> > Hawaii.
> > 
> > PT ACK dipegang oleh Amri dan Ahmad Bahtiar. Amri dan Ahmad Bahtiar
> > diduga merupakan calon yang diajukan pihak Edhy Prabowo serta Yudi
> > Surya Atmaja.
> > 
> > 
> > 
> > Simak bagaimana uang tersebut sampai ke tangan Edhy pada halaman
> > berikut:
> > 
> > 
> > 
> > Duit-duit dari perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi eksportir
> > benur kemudian masuk ke rekening PT ACK.
> > 
> > "Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari
> > beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya
> > ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar, masing-masing
> > dengan total Rp 9,8 miliar," kata Nawawi.
> > 
> > Pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari PT ACK melalui
> > rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul
> > Faqih (staf istri Edhy) sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi
> > keperluan Edhy Prabowo, istrinya bernama Iis Rosyati Dewi, stafsus
> > Edhy bernama Safri, dan stafsus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta.
> > Duit Rp 3,4 miliar itu dipakai belanja-belanja di Honolulu, Hawaii,
> > Amerika Serikat (AS).
> > 
> > "Penggunaan belanja oleh EP dan IRW di Honolulu AS ditanggal 21
> > sampai dengan 23 November 2020 sekitar Rp 750 juta berupa Jam tangan
> > Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," kata Nawawi.
> > 
> > "Di samping itu pada sekitar bulan Mei 2020, EP juga diduga menerima
> > sejumlah uang sebesar US$ 100 ribu dari SJT melalui SAF dan AM.
> > Selain itu SAF dan APM pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang
> > dengan total Rp 436 juta dari AM," kata Nawawi.
> > 
> > Sepulang dari Amerika Serikat, Edhy beserta romobongan terjaring
> > operasi tangkap tangan KPK saat tiba di Bandara Internasional
> > Soekartno Hatta pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam. Mereka
> > dibawa ke Gedung KPK.
> > 
> > Setelah menjalani pemeriksaan, Edhy bersama 6 orang lainnya
> > ditetapkan sebagai tersangka suap ekspor benur. Sementara Istri Edhy,
> > Iis Rosita dibebaskan oleh KPK lantaran hanya diperiksa sebagai saksi.
> > 
> > | Baca juga:KPK Tahan Menteri KKP Edhy Prabowo Tersangka Suap Ekspor
> > Benih Lobster |
> > 
> > 
> > 
> > 7 Orang Ditetapkan Tersangka
> > 
> > Tujuh orang tersangka itu terdiri dari pihak pemberi dan penerima
> > suap. Berikut datanya:
> > 
> > Sebagai penerima:
> > 1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
> > 2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
> > 3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
> > 4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
> > 5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
> > 6. Amiril Mukminin (AM)
> > 
> > Sebagai pemberi:
> > 7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP).
> > 
> > 5 orang tersangka termasuk Edhy ditahan di rutan KPK. Penahanan
> > terhitung selama 20 hari ke depan. Sementara 2 orang lainnya belum
> > tertangkap dan diminta untuk menyerahkan diri.
> > 
> > "Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari
> > terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember
> > 2020. Masing-masing bertempat di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.
> > Itu untuk tersangka EP, SAF, SWD, AF dan SJT," katan Wakil Ketua KPK
> > Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK,
> > Rabu (25/11/2020)
> > 
> > "Untuk dua orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK
> > mengimbau kepada kedua tersangka yaitu APM dan AM untuk segera
> > menyerahkan diri ke KPK," imbuhnya.
> > 
> > 
> > KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Gerindra-Perusahaan Lain
> > 
> > 
> > Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut berdasarkan hasil
> > pemeriksaan, KPK belum bisa menyimpulkan dana Rp 9,8 miliar apakah
> > dari persatuan pengusaha lobster Indonesia yang jumlahnya ada 40
> > perusahaan. Atau dana dalam transaksi ini hanya diberikan oleh
> > beberapa perusahaan saja. Hal itu yang akan ditelusuri KPK dalam
> > pengembangan kasus.
> > 
> > "Soal 40 perusahaan dengan jumlah uang Rp 9,8 miliar. Dari tahapan
> > pemeriksaan yang dilakukan hari ini kita belum bisa menyimpulkan
> > apakah Rp 9,8 miliar itu memang full dari 40 perusahaan yang ada ini
> > atau hanya dari beberapa perusahaan saja," kata Nawawi kepada
> > wartawan, Rabu (25/11/2020).
> > 
> > "Tidak tertutup kemungkinan nanti di dalam pengembangan-pengembangan
> > selanjutnya adalah pada tahapan-tahapan selanjutnya bisa saja ada
> > penambahan atau pun tetap seperti itu," imbuh Nawawi.
> > 
> > Deputi Penindakan KPM Karyoto menyebut dugaan aliran dana ke partai
> > tempat bernaung Edhy Prabowo yakni Partai Gerindra akan ditelusuri.
> > 
> > "Untuk (telusuri) aliran dana, kita perlu waktu untuk kedalaman
> > karena yang kita tampilkan dalam malam ini baru satu kejadian, pintu
> > masuk," katanya.
> > 
> > | Baca juga:KPK Mulai Penyelidikan Kasus Suap Ekspor Benur Edhy
> > Prabowo Sejak Agustus |
> > 
> > (lir/lir)
> > 
>
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/c8644a21-ed40-4fea-989e-7743bf924e3bn%40googlegroups.com.

Reply via email to