Jangan lupa..... Bank mempunyai kerahasiaan bank.... Dan sangat mdlindungi 
kepemilikannya.. Bank Swiss akan mengusut keresmiaan Dana yang di sector... Apa 
hasil korupsi?Apaksh logik kalau pejabat sector sampai milyar an dollar? Jaman 
kemerdekasn RI membobok bank... Sana yang ada jadi Obligasi hutang negara 
Secara psksa. 

Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Thu., Nov. 26, 2020 at 7:36 a.m., BILLY GUNADIE<[email protected]> 
wrote:   Katanya anggota partai Garindrs kalau terbukti korup.... Akan 
kepenjsrakan... Juga akan membasmi sampe ajar ajar ya... Juga dahuku median 
Jendral AH Nasution... 

Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Thu., Nov. 26, 2020 at 6:42 a.m., comoprima45<[email protected]> 
wrote:   OPINI & KOMENTAR :
>> Jika sudah terbongkar Kasus Korupsi Dari TEAM BAJAK LAUT ... yang Mabok-Laut 
>> atau BUAYA2 DARAT yang  ke Kabur kehutan ...maka selayak KPK , Pengadilan 
>> Hukum dan Pemerintah / Presiden Jokowi sebaiknya segera melakukan ACTION.
>> KPK : Ada baiknya segera mungkin  MENYITA PAKSA ( Konfikasikan  ) seluruh 
>> Barang2 Mewah Yang dibeli dan di milik para terdakwa > '' Para   Penjual 
>> Izin EXPORT BIBIT UDANG / Lobster ''  yang menggunakan UANG SOGOKAN  dengan 
>> LEBEL '' LOBSTER '' SEBAGAI USAHA ILLEGAL MEREKA  >> Lembaga Hukum : Ada 
>> baiknya segera mungkin bertindak untuk Membekukan setiap Perjanjian dan IZIN 
>> EXPORT                                                      LOBSTER ILLEGAL 
>> yang dibuat dan di tandan-tangani oleh  ''The Honorable''  Minister Prabowo  
>>                                                     &  His Team Crews... >> 
>> PEMERINTAH melalui Kem.Keuangan dan atau Lembaga Hukumnya (dengan 
>> sepengetahuan Pres.Jokowi ) segera mungkin MEMBEKUKAN seluruh  BANK ACOUNT  
>> dari para Aktor Business Illegal '' LOBSTER'' ini , baik yang tercatat atas 
>> Nama Masing2 Terdakwa  yang bersangkutan , maupun yang tercatat atas nama 
>> Orang lain dan atau yang berselimut di belakang Nama Badan Usaha Lainnya 
>> yang tersangkut dalam Transfer Keuangan Illegal terkait.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 SERUAN : 1/.  > Kembalikan Posisi /Jabatan KKP (Kementerian Kelautan dan 
Perikanan) kepada            Mantan Menteri KKP - IBU SUSI PUJIASTUTI          
> KEMBALIKAN POSISI DAN JABATAN KEUANGAN kepada Mantan Men.Keuangan             
- Ibu Prof. SRI MULYANI INDIRAWATI, PHDr. (Peraih Gelar Menteri Keuangan 
Terbaik                      di seluruh Asia Pasifik untuk tahun 2O2O )
Mrc. On Thursday, 26 November 2020 at 09:41:23 UTC+1 Lusi D. wrote:

Saya melihatnya lebih pada persoalan politik intern kabinetnya Jkw
ketimbang urusan rolex dsb. itu. Apa mungkin Prabowo Subianto akan diam
saja atau sang jendral masih menunggu timing? 


 
Am Thu, 26 Nov 2020 08:08:47 +0000 (UTC)
schrieb BILLY GUNADIE
<[email protected]>:

> Yah.. Bisa dimaklumi.... Mabok laut... 
> Anehnya yang di darat..... Jadi buaya darat ga ada yang ke tangkep.. 
> 
> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
> 
> On Thu., Nov. 26, 2020 at 1:17 a.m., Sunny
> ambon<[email protected]> wrote: Yang saya lihat dipertunjukan
> ialah "sepeda". arloji Rolex. Yang menarikialah dalam rombangan Edhy
> Pada juga Mochtar Ngabalin anggota staf presiden.
> 
> 
> On Thu, Nov 26, 2020 at 6:32 AM kh djie <[email protected]> wrote:
> 
> 
> Jadi menteri kelautan, jadi lupa daratan.....?Jadi menteri KKP, jadi
> menteri KaKaP kejaring KPK...? Op do 26 nov. 2020 om 01:09 schreef
> Chan CT <[email protected]>:
> 
> 
> Cerita Terbongkarnya Suap Edhy Prabowo dari Belanja Mewah di Hawaii
> Tim detikcom - detikNewsKamis, 26 Nov 2020 07:03
> WIBhttps://news.detik.com/berita/d-5270237/cerita-terbongkarnya-suap-edhy-prabowo-dari-belanja-mewah-di-hawaii?single=1Edhy
> Prabowo (Pakai rompi oranye) Foto: Rifkianto NugrohoJakarta -
> KPK mengungkap awal mula terbongkarnya kasus suap ekspor benih
> lobster yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy
> Prabowo. KPK lalu menyelidiki belanja mewah yang dilakukan Edhy di
> Hawaii, Amerika Serikat.
> 
> KPK memang mengintai kasus ini pada Agustus lalu. Menjelang Akhir
> November KPK menerima informasi dugaan terjadinya penerimaan uang
> oleh Penyelenggara Negara. Hal itu terjadi pada tanggal 21 November
> 2020 sampai dengan 23 November 2020.
> 
> "Informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai
> penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi
> kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang
> mewah di luar wilayah Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Nawawi
> Pomolango dalam jumpa pers dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta
> Selatan, Rabu (25/11/2020).
> 
> | Baca juga:Diborgol, Tersangka Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo
> Dibawa ke Rutan KPK |
> 
> 
> Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020, Edhy selaku Menteri Kelautan dan
> Perikanan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020
> tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan
> Budidaya Lobster. Pihak yang hendak menjadi eksportir benih lobster
> harus memenuhi penilaian Tim Uji Tuntas sebagaimana yang tertera
> dalam Surat Keputusan itu.
> 
> Tim Uji Tuntas dipimpin oleh Staf Khusus Edhy bernama Andreau Pribadi
> Misanta (APS) selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Selain itu, Staf
> Khusus Menteri Edhy bernama Safri (SAF) selaku Wakil Ketua Pelaksana
> Tim Uji Tuntas.
> 
> Awal Oktober 2020, Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) bernama
> Suharjito (SJT) datang ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan
> untuk bertemu SAF. PT DPP hendak menjadi eksportir benur. Untuk
> mengekspor benur, maka syaratnya harus melalui PT Aero Citra Kargo
> (PT ACK). PT ACK ini bertindak sebagai 'forwarder' benur dari dalam
> negeri ke luar negeri.
> 
> "Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor
> benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya
> angkut Rp 1800/ekor," kata Nawawi Pomolango.
> 
> | Baca juga:KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Partai-Perusahaan
> Lain di Kasus Edhy Prabowo |
> 
> 
> Supaya diterima sebagai eksportir benur, PT DPP diduga melakukan
> transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp
> 731.573.564,00.
> 
> Pada bagian ini inilah KPK menemukan modus rekening penampung. Uang
> yang dikirim ke rekening tersebut yang kemudian dibelanjakan di
> Hawaii.
> 
> PT ACK dipegang oleh Amri dan Ahmad Bahtiar. Amri dan Ahmad Bahtiar
> diduga merupakan calon yang diajukan pihak Edhy Prabowo serta Yudi
> Surya Atmaja.
> 
> 
> 
> Simak bagaimana uang tersebut sampai ke tangan Edhy pada halaman
> berikut:
> 
> 
> 
> Duit-duit dari perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi eksportir
> benur kemudian masuk ke rekening PT ACK.
> 
> "Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari
> beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya
> ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar, masing-masing
> dengan total Rp 9,8 miliar," kata Nawawi.
> 
> Pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari PT ACK melalui
> rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul
> Faqih (staf istri Edhy) sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi
> keperluan Edhy Prabowo, istrinya bernama Iis Rosyati Dewi, stafsus
> Edhy bernama Safri, dan stafsus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta.
> Duit Rp 3,4 miliar itu dipakai belanja-belanja di Honolulu, Hawaii,
> Amerika Serikat (AS).
> 
> "Penggunaan belanja oleh EP dan IRW di Honolulu AS ditanggal 21
> sampai dengan 23 November 2020 sekitar Rp 750 juta berupa Jam tangan
> Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," kata Nawawi.
> 
> "Di samping itu pada sekitar bulan Mei 2020, EP juga diduga menerima
> sejumlah uang sebesar US$ 100 ribu dari SJT melalui SAF dan AM.
> Selain itu SAF dan APM pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang
> dengan total Rp 436 juta dari AM," kata Nawawi.
> 
> Sepulang dari Amerika Serikat, Edhy beserta romobongan terjaring
> operasi tangkap tangan KPK saat tiba di Bandara Internasional
> Soekartno Hatta pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam. Mereka
> dibawa ke Gedung KPK.
> 
> Setelah menjalani pemeriksaan, Edhy bersama 6 orang lainnya
> ditetapkan sebagai tersangka suap ekspor benur. Sementara Istri Edhy,
> Iis Rosita dibebaskan oleh KPK lantaran hanya diperiksa sebagai saksi.
> 
> | Baca juga:KPK Tahan Menteri KKP Edhy Prabowo Tersangka Suap Ekspor
> Benih Lobster |
> 
> 
> 
> 7 Orang Ditetapkan Tersangka
> 
> Tujuh orang tersangka itu terdiri dari pihak pemberi dan penerima
> suap. Berikut datanya:
> 
> Sebagai penerima:
> 1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
> 2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
> 3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
> 4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
> 5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
> 6. Amiril Mukminin (AM)
> 
> Sebagai pemberi:
> 7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP).
> 
> 5 orang tersangka termasuk Edhy ditahan di rutan KPK. Penahanan
> terhitung selama 20 hari ke depan. Sementara 2 orang lainnya belum
> tertangkap dan diminta untuk menyerahkan diri.
> 
> "Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari
> terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember
> 2020. Masing-masing bertempat di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.
> Itu untuk tersangka EP, SAF, SWD, AF dan SJT," katan Wakil Ketua KPK
> Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK,
> Rabu (25/11/2020)
> 
> "Untuk dua orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK
> mengimbau kepada kedua tersangka yaitu APM dan AM untuk segera
> menyerahkan diri ke KPK," imbuhnya.
> 
> 
> KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Gerindra-Perusahaan Lain
> 
> 
> Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut berdasarkan hasil
> pemeriksaan, KPK belum bisa menyimpulkan dana Rp 9,8 miliar apakah
> dari persatuan pengusaha lobster Indonesia yang jumlahnya ada 40
> perusahaan. Atau dana dalam transaksi ini hanya diberikan oleh
> beberapa perusahaan saja. Hal itu yang akan ditelusuri KPK dalam
> pengembangan kasus.
> 
> "Soal 40 perusahaan dengan jumlah uang Rp 9,8 miliar. Dari tahapan
> pemeriksaan yang dilakukan hari ini kita belum bisa menyimpulkan
> apakah Rp 9,8 miliar itu memang full dari 40 perusahaan yang ada ini
> atau hanya dari beberapa perusahaan saja," kata Nawawi kepada
> wartawan, Rabu (25/11/2020).
> 
> "Tidak tertutup kemungkinan nanti di dalam pengembangan-pengembangan
> selanjutnya adalah pada tahapan-tahapan selanjutnya bisa saja ada
> penambahan atau pun tetap seperti itu," imbuh Nawawi.
> 
> Deputi Penindakan KPM Karyoto menyebut dugaan aliran dana ke partai
> tempat bernaung Edhy Prabowo yakni Partai Gerindra akan ditelusuri.
> 
> "Untuk (telusuri) aliran dana, kita perlu waktu untuk kedalaman
> karena yang kita tampilkan dalam malam ini baru satu kejadian, pintu
> masuk," katanya.
> 
> | Baca juga:KPK Mulai Penyelidikan Kasus Suap Ekspor Benur Edhy
> Prabowo Sejak Agustus |
> 
> (lir/lir)
> 




-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/c8644a21-ed40-4fea-989e-7743bf924e3bn%40googlegroups.com.
  


-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1813260306.1107430.1606394201196%40mail.yahoo.com.
  

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/314081373.1099086.1606395350107%40mail.yahoo.com.

Reply via email to