Yang saya lihat dipertunjukan ialah "sepeda". arloji Rolex. Yang
menarikialah dalam rombangan Edhy P
ada juga Mochtar Ngabalin anggota staf presiden.


On Thu, Nov 26, 2020 at 6:32 AM kh djie <[email protected]> wrote:

>
> Jadi menteri kelautan, jadi lupa daratan.....?
> Jadi menteri *KKP*, jadi menteri *K*a*K*a*P* kejaring KPK...?
>
> Op do 26 nov. 2020 om 01:09 schreef Chan CT <[email protected]>:
>
>> Cerita Terbongkarnya Suap Edhy Prabowo dari Belanja Mewah di Hawaii
>> Tim detikcom - detikNews
>> Kamis, 26 Nov 2020 07:03 WIB
>>
>> https://news.detik.com/berita/d-5270237/cerita-terbongkarnya-suap-edhy-prabowo-dari-belanja-mewah-di-hawaii?single=1
>> [image: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai
>> tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau
>> benur.]Edhy Prabowo (Pakai rompi oranye) Foto: Rifkianto Nugroho
>> *Jakarta* -
>>
>> KPK <https://www.detik.com/tag/kpk> mengungkap awal mula terbongkarnya
>> kasus suap ekspor benih lobster
>> <https://www.detik.com/tag/ekspor-benih-lobster> yang melibatkan Menteri
>> Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo
>> <https://www.detik.com/tag/menteri-kelautan-dan-perikanan-edhy-prabowo>.
>> KPK lalu menyelidiki belanja mewah yang dilakukan Edhy di Hawaii, Amerika
>> Serikat.
>>
>> KPK memang mengintai kasus ini pada Agustus lalu. Menjelang Akhir
>> November KPK menerima informasi dugaan terjadinya penerimaan uang oleh
>> Penyelenggara Negara. Hal itu terjadi pada tanggal 21 November 2020 sampai
>> dengan 23 November 2020.
>>
>> "Informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai
>> penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi
>> kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang mewah di
>> luar wilayah Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa
>> pers dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020).
>> *Baca juga:**Diborgol, Tersangka Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo Dibawa
>> ke Rutan KPK*
>> <https://news.detik.com/berita/d-5270175/diborgol-tersangka-suap-ekspor-benur-edhy-prabowo-dibawa-ke-rutan-kpk>
>>
>> Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020, Edhy selaku Menteri Kelautan dan
>> Perikanan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim
>> Uji Tuntas (*Due Diligence*) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.
>> Pihak yang hendak menjadi eksportir benih lobster harus memenuhi penilaian
>> Tim Uji Tuntas sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan itu.
>>
>> Tim Uji Tuntas dipimpin oleh Staf Khusus Edhy bernama Andreau Pribadi
>> Misanta (APS) selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Selain itu, Staf
>> Khusus Menteri Edhy bernama Safri (SAF) selaku Wakil Ketua Pelaksana Tim
>> Uji Tuntas.
>>
>> Awal Oktober 2020, Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) bernama
>> Suharjito (SJT) datang ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk
>> bertemu SAF. PT DPP hendak menjadi eksportir benur. Untuk mengekspor benur,
>> maka syaratnya harus melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK). PT ACK ini
>> bertindak sebagai 'forwarder' benur dari dalam negeri ke luar negeri.
>>
>> "Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor benih
>> lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya angkut Rp
>> 1800/ekor," kata Nawawi Pomolango.
>> *Baca juga:**KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Partai-Perusahaan Lain
>> di Kasus Edhy Prabowo*
>> <https://news.detik.com/berita/d-5270148/kpk-selidiki-dugaan-aliran-dana-ke-partai-perusahaan-lain-di-kasus-edhy-prabowo>
>>
>> Supaya diterima sebagai eksportir benur, PT DPP diduga melakukan transfer
>> sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp 731.573.564,00.
>>
>> Pada bagian ini inilah KPK menemukan modus rekening penampung. Uang yang
>> dikirim ke rekening tersebut yang kemudian dibelanjakan di Hawaii.
>>
>> PT ACK dipegang oleh Amri dan Ahmad Bahtiar. Amri dan Ahmad Bahtiar
>> diduga merupakan calon yang diajukan pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya
>> Atmaja.
>>
>> *Simak bagaimana uang tersebut sampai ke tangan Edhy pada halaman
>> berikut:*
>>
>> Duit-duit dari perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi eksportir
>> benur kemudian masuk ke rekening PT ACK.
>>
>> "Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari
>> beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik
>> dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar, masing-masing dengan total Rp
>> 9,8 miliar," kata Nawawi.
>>
>> Pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari PT ACK melalui
>> rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih
>> (staf istri Edhy) sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan
>> Edhy Prabowo, istrinya bernama Iis Rosyati Dewi, stafsus Edhy bernama
>> Safri, dan stafsus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta. Duit Rp 3,4 miliar
>> itu dipakai belanja-belanja di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS).
>>
>> "Penggunaan belanja oleh EP dan IRW di Honolulu AS ditanggal 21 sampai
>> dengan 23 November 2020 sekitar Rp 750 juta berupa Jam tangan Rolex, tas
>> Tumi dan LV, baju Old Navy," kata Nawawi.
>>
>> "Di samping itu pada sekitar bulan Mei 2020, EP juga diduga menerima
>> sejumlah uang sebesar US$ 100 ribu dari SJT melalui SAF dan AM. Selain itu
>> SAF dan APM pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang dengan total Rp
>> 436 juta dari AM," kata Nawawi.
>>
>> Sepulang dari Amerika Serikat, Edhy beserta romobongan terjaring operasi
>> tangkap tangan KPK saat tiba di Bandara Internasional Soekartno Hatta pada
>> Selasa (24/11) menjelang tengah malam. Mereka dibawa ke Gedung KPK.
>>
>> Setelah menjalani pemeriksaan, Edhy bersama 6 orang lainnya ditetapkan
>> sebagai tersangka suap ekspor benur. Sementara Istri Edhy, Iis Rosita
>> dibebaskan oleh KPK lantaran hanya diperiksa sebagai saksi.
>> *Baca juga:**KPK Tahan Menteri KKP Edhy Prabowo Tersangka Suap Ekspor
>> Benih Lobster*
>> <https://news.detik.com/berita/d-5270142/kpk-tahan-menteri-kkp-edhy-prabowo-tersangka-suap-ekspor-benih-lobster>
>>
>>
>> *7 Orang Ditetapkan Tersangka*
>>
>> Tujuh orang tersangka itu terdiri dari pihak pemberi dan penerima suap.
>> Berikut datanya:
>>
>> Sebagai penerima:
>> 1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
>> 2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
>> 3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
>> 4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
>> 5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
>> 6. Amiril Mukminin (AM)
>>
>> Sebagai pemberi:
>> 7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP).
>>
>> 5 orang tersangka termasuk Edhy ditahan di rutan KPK. Penahanan terhitung
>> selama 20 hari ke depan. Sementara 2 orang lainnya belum tertangkap dan
>> diminta untuk menyerahkan diri.
>>
>> "Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari
>> terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020.
>> Masing-masing bertempat di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Itu untuk
>> tersangka EP, SAF, SWD, AF dan SJT," katan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango
>> dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (25/11/2020)
>>
>> "Untuk dua orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK
>> mengimbau kepada kedua tersangka yaitu APM dan AM untuk segera menyerahkan
>> diri ke KPK," imbuhnya.
>>
>>
>> *KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Gerindra-Perusahaan Lain*
>>
>>
>> Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan,
>> KPK belum bisa menyimpulkan dana Rp 9,8 miliar apakah dari persatuan
>> pengusaha lobster Indonesia yang jumlahnya ada 40 perusahaan. Atau dana
>> dalam transaksi ini hanya diberikan oleh beberapa perusahaan saja. Hal itu
>> yang akan ditelusuri KPK dalam pengembangan kasus.
>>
>> "Soal 40 perusahaan dengan jumlah uang Rp 9,8 miliar. Dari tahapan
>> pemeriksaan yang dilakukan hari ini kita belum bisa menyimpulkan apakah Rp
>> 9,8 miliar itu memang full dari 40 perusahaan yang ada ini atau hanya dari
>> beberapa perusahaan saja," kata Nawawi kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).
>>
>> "Tidak tertutup kemungkinan nanti di dalam pengembangan-pengembangan
>> selanjutnya adalah pada tahapan-tahapan selanjutnya bisa saja ada
>> penambahan atau pun tetap seperti itu," imbuh Nawawi.
>>
>> Deputi Penindakan KPM Karyoto menyebut dugaan aliran dana ke partai
>> tempat bernaung Edhy Prabowo yakni Partai Gerindra akan ditelusuri.
>>
>> "Untuk (telusuri) aliran dana, kita perlu waktu untuk kedalaman karena
>> yang kita tampilkan dalam malam ini baru satu kejadian, pintu masuk,"
>> katanya.
>> *Baca juga:**KPK Mulai Penyelidikan Kasus Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo
>> Sejak Agustus*
>> <https://news.detik.com/berita/d-5270146/kpk-mulai-penyelidikan-kasus-suap-ekspor-benur-edhy-prabowo-sejak-agustus>
>> *(lir/lir)*
>>
>> --
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
>> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DD862FE1E3DA4C90977B5FD137619112%40A10Live
>> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DD862FE1E3DA4C90977B5FD137619112%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
>> .
>>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjZKhhqV1BmXhKQGTHT8Yhy41t461nDBssTo5y5s4Nugw%40mail.gmail.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjZKhhqV1BmXhKQGTHT8Yhy41t461nDBssTo5y5s4Nugw%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2C1wuYXLGrRsTf--T2nKBFdB5Q%2BVN16hzfb77-5GxtExg%40mail.gmail.com.

Reply via email to