Bagian akhir Prajuit kaki CIA.
Eduard kemudian ingin melanjutkan bisnisnya dengan tenang. Tanda-tanda
pertama bahwa ini tidak akan terjadi datang setahun setelah kematian Naim.
Eduard telah mengurangi kontaknya dan membuat alasan bahwa dia takut dinas
intelijen Indonesia sedang mengejar mereka. Secara sporadis dia berbicara
dengan Mael melalui Telepon dan dia mentransfer uang kepadanya sehingga dia
dapat membayar sewa.
Kemudian dia mendapat peringatan pertama. "Kami akan membunuhmu," tertulis
dalam pesan di ponsel yang ia gunakan untuk menghubungi Mael. Dia tidak
menjawab telepon untuk menjelaskan. Tiga hari kemudian dia dapat pesan
lain: 'Kami akan mendatangi Anda dan membunuh Anda ekeluarga.' Mael
membantah terlibat dalam percakapan telepon, setelah itu Eduard memutuskan
kontak dan membuang telepon. Tapi ancaman tidak hilang. Orang-orang datang
ke perusahaan Eduard dan bertanya tentang dia. Seorang anggota keluarga
menerima pesan ancaman melalui media sosial.
Eduard masih belum memberi tahu keluarganya tentang pekerjaannya untuk CIA
dan AIVD. Dia menunda keputusan untuk memberi tahu itu. Menjalani kehidupan
ganda selama bertahun-tahun itu sulit, tetapi mengakui kepada keluarga Anda
sendiri bahwa Anda berbohong kepada mereka selama 16 tahun, bahwa Anda
tidak seperti yang mereka pikirkan, dia sangat takut akan hal itu. Pada
awalnya dia lolos begitu saja. Keluarga tersebut terbang ke Belanda untuk
liburan panjang, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya. Dan kemudian
datanglah pandemi corona, yang berarti mereka tidak bisa kembali ke
Indonesia.
Tapi pada akhirnya dia tidak bisa lepas darinya. Setelah ancaman pertama,
dia menelpon AIVD untuk memberitahunya bahwa dia dalam bahaya. Dinas
rahasia Belanda itu tidak menelepon kembali. Sesampai di Belanda, ia
melakukan beberapa percakapan dengan pengacara dari dinas intelijen. AIVD
tidak merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi, karena ancaman
dikatakan berasal dari periode kedua dan Eduard tidak bekerja untuk AIVD
pada saat itu. Eduard mengajukan keluhan ke CTIVD.
Ini adalah momen baginya ketika dia harus mengakui segalanya kepada
keluarganya. Mereka sekarang telah berada di sebuah kamar sederhana di
Belanda untuk beberapa waktu dan tidak dapat kembali ke rumah di Indonsia.
Selangkah demi selangkah dia mengatakan bahwa dia telah berbohong selama
ini, dengan tidak mengatakan bahwa dia telah bekerja untuk CIA dan AIVD
selama bertahun-tahun, dan bahwa mereka sekarang berada di bawah ancaman.
Ada ketidakpercayaan, sedikit kekaguman, tetapi di atas semua itu ada
kesadaran bahwa mereka mungkin tidak akan pernah bisa kembali ke Indonesia,
di mana mereka memiliki kehidupan yang nyaman dan menyenangkan. Ketika itu
meresap, timbullah kemarahan mereka. Mengapa dia tidak pernah mengatakan
apapun? Mengapa dia menempatkan mereka dalam situasi yang begitu
mengkawatirkan dan tanpa harapan?
Eduard kemudian ingin melanjutkan bisnisnya dengan tenang. Tanda-tanda
pertama bahwa ini tidak akan terjadi datang setahun setelah kematian Naim.
Eduard telah mengurangi kontaknya dan membuat alasan bahwa dia takut dinas
intelijen Indonesia sedang mengejar mereka. Secara sporadis dia berbicara
dengan Mael melalui Telegram dan dia mentransfer uang kepadanya sehingga
dia dapat membayar sewa.
Kemudian dia mendapat peringatan pertama. "Kami akan membunuhmu," tulisnya
dalam pesan Telegram. Tampak di ponsel yang ia gunakan untuk menghubungi
Mael. Dia tidak menjawab telepon untuk menjelaskan. Tiga hari kemudian
melalui teks dan Telegram pesan lain: 'Kami datang kepada Anda dan membunuh
Anda dan keluarga Anda.' Mael membantah terlibat dalam percakapan telepon,
setelah itu Eduard memutuskan kontak dan membuang telepon. Tapi ancaman
tidak hilang. Orang-orang datang ke perusahaan Eduard dan bertanya tentang
dia. Seorang anggota keluarga menerima pesan ancaman melalui media sosial.

Eduard masih belum memberi tahu keluarganya tentang pekerjaannya untuk CIA
dan AIVD. Dia menunda keputusan. Menjalani kehidupan ganda selama
bertahun-tahun itu sulit, tetapi mengakui kepada keluarga Anda sendiri
bahwa Anda berbohong kepada mereka selama 16 tahun, bahwa Anda tidak
seperti yang mereka pikirkan, dia sangat takut akan hal itu. Pada awalnya
dia lolos begitu saja. Keluarga tersebut terbang ke Belanda untuk liburan
panjang, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya. Dan kemudian
datanglah pandemi corona, yang berarti mereka tidak bisa kembali ke
Indonesia.
Penyelidik dari pengawas CTIVD mengikuti alasan AIVD: tidak ada tugas
melindungi dan mengongkosi segala yang diperlukan untuk keselamatannya.
Bagi Eduard ini merupakan pukulan berat. Selama bertahun-tahun dia telah
bergerak dalam jaringan teroris dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Dia
dipuji untuk ini oleh AIVD dan CIA. Tapi sekarang dia telah melarikan diri,
mereka tidak memberikan perlindungan.
Kemudian muncul keraguan yang lebih besar. Apakah yang didapatnya sebanding
dengan semua susah payah dan bahaya yang dikerjakannya selama
bertahun-tahun? Untuk waktu yang lama Eduard merasa bahwa dia berada di
pihak yang benar. Tapi benarkah begitu? Sekarang dia dan keluarganya
membutuhkan bantuan, dins rahasia  tempat dia bekerja tidak lagi mau
menjawab teleponnya.

TENTANG CERITA INI
Artikel ini didasarkan pada laporan Amerika, sumber publik seperti
investigasi CTIVD, pengalaman mantan koresponden Indonesia de Volkskrant
dan percakapan dengan beberapa dari mereka yang terlibat. Agar tidak
membahayakan orang atau operasi, sejumlah detail dihilangkan, seperti nama
keluarga pegawai intelijen. Sementara semua fakta kunci telah diverifikasi,
tidak mungkin mendapatkan konfirmasi duplikat untuk semua detail. Beberapa
dialog, observasi atau sketsa karakter diambil dari satu sumber.
De Volkskrant telah mengajukan pertanyaan kepada AIVD tentang cerita ini,
tetapi dinas intelijen belum menjawabnya. Dalam tanggapan umum, Dinas
Rahasia Belanda tersebut mengatakan tidak akan membuat pernyataan apa pun
tentang siapa yang bekerja untuk atau dengan AIVD. Dengan kata-katanya
sendiri, AIVD mengambil 'tugas perlindungan dan pengongkosan menurut
undang-undang' untuk mereka 'dengan sangat serius', tetapi tidak mengatakan
'bagaimana tepatnya kita akan memberi bentuknya'. CIA menolak berkomentar.
Volkskrant 9 Oktober 2021

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavg58Ra1-%2BYog7iWChfeLB3KU48%3DJaqKxd6CbB%3DDh9hjLQ%40mail.gmail.com.

Reply via email to