Saat Freeport Laba Bersih Rp 40 T, Mana Suara Haters?

Oleh : Musrifah Ringgo

Mengejutkan, hanya dalam waktu 3 tahun sejak Freeport diambil alih
pemerintah dan kini dikelola PT Inalum diproyeksikan mampu menyetor laba
bersih hingga Rp 40 T untuk tahun 2021. Sebuah hasil yang luar biasa besar
dibandingkan tata kelola BUMN yang lain. Tentu kredit poin ini harus kita
berikan kepada Presiden Joko Widodo yang tak gentar melawan upaya-upaya
pelemahan saat proses pengambilan Freeport. Bagaimana tidak, Presiden
sebelumnya yang berlatar belakang Jendral bintang 4 dan doktor tidak mampu
melakukannya. Beberapa pihak menyebut bukan tidak berani, tapi ada faktor
lain yang membuat upaya pengambilalihan tidak diseriusi.

Tahun 2020, laba bersih Freeport mencapai Rp 10 T alias dalam setahun
kemudian melonjak Rp 30 T. Berdasar rumus deret angka maka 10 tahun
mendatang laba bersih bisa tembus Rp 300 T lebih. Atau lebih dari 10 persen
APBN saat ini. Tentu peningkatan drastis laba Freeport bakal menjadi
sorotan dunia dan kini memang tidak lagi dipandang sebelah mata.

Peningkatan pendapatan ini belum dikalkulasikan bila smelter freeport yang
baru saja groundbreaking di Gresik jadi. Bila nanti hasil tambang diolah
didalam negeri diperkirakan hasilnya akan makin berkali lipat dari yang
disetorkan pada negara. Bukti bahwa siapapun presidennya yang ambil alih
freeport bakal dijatuhkan, kenyataannya tidak ada. Seperti sudah banyak
yang tahu, Presiden Jokowi menceritakan upaya pengambilalihan freeport
bakal berefek pada jabatannya. Namun setelah dilakukan, hingga saat ini
masih tetap aman. Hal ini menandakan kelompok kepentingan tersebut hanya
gertak sambal.

Kita percaya Amerika tidak diam saja. Mc Moran selaku pengelola sebelumnya
memang melakukan langkah-langkah upaya penggagalan pengalihan saham
mayoritas pada pemerintah Indonesia. Tidak main-main, yang berhasil
dijadikan alat adalah Setya Novanto yang saat itu masih menjabat sebagai
Ketua Partai Golkar dan Ketua DPR RI. Bisa dibayangkan apabila upaya Setya
Novanto dan kelompok kepentingan berjalan mulus, apa jadinya Freeport
sekarang. Kelompok kepentingan itu memang masih akan terus mengganggu.

Ditambah Blok Rokan dan Blok Mahakam kini sudah dikuasai Indonesia. Perlu
diketahui, Freeport dikuasai Mc Moran selama 54 tahun, Blok Rokan dikuasai
Chevron 97 tahun dan Blok Mahakam dioperasionalkan Total E&P Indonesia dan
Inpex Corporation selama 43 tahun. Jika diasumsikan masing-masing pertahun
mampu menyetor laba bersih Rp 20 T, maka dalam setahun ada Rp 60 T
dikalikan 50 tahun maka Rp 3.000 trilyun menguap begitu saja. Selama ini
sejatinya para politisi, presiden dan para pengambil kebijakan tahu
besarnya hasil tambang. Namun mereka lebih suka mendiamkan karena tanpa
effort serius negara sudah mendapatkan bagian.

Setelah pemerintah melakukan groundbreaking smelter dan laba Freeport akan
mencapai Rp 40 T tahun ini, mengapa para pembenci pemerintah seperti Rocky
Gerung, Rizal Ramli, Amien Rais, Fadly Zon, Fachri Hamzah dan lainnya diam
saja? Pendapatan Rp 40 T itu sebuah perolehan yang luar biasa besarnya.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20211012120425-4-283243/erick-thohir-laba-freeport-tahun-ini-naik-300-jadi-rp-40-t

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8taviEoEx_fnPgCzW0y3%2BRuBvAzggQ26JLWC%2BC2gCKvo_YxA%40mail.gmail.com.

Reply via email to