Hukum dagang/pemasaran kayaknya masih membolehkan sistim menipu, sekarang tergantung pembeli. Contoh merokok dapat membahayakan kesehatan dan dikasi gambar penyakit yang aneh-aneh. Kalau orang jeli tak mau membeli rokok ini tapi kalau tak jeli mas bodo Diagama hindu perbuatan dosa yang diperbolehkan yaitu
1. Berdagang, sebab kalau pedagang tidak menipu tak dapat untung (apakah tahu ini ada formalinnya pak pasti dijawab tidak, supaya pembeli tidak lari) 2. Dokter, kalau dokter tak berbohong tak ada pasien yang mau disuntik atau di operasi (apakah sakit kalau dioperasi dok, pasti dijawab kayak digigit semut) 3. Orang tua berbohong pada anaknya, supaya anaknya tidak nangis 4. Berbohong pada perampok (mana uang mu, kalau tidak dikasi tahu ku bacok kau, bilang saja punya uang cuma 50,000, padahal uangnya ada 500.000 5. Berbohong pada pacar, supaya sang pacar tidak lari (sayang apakah kamu punya riwayat penyakit, bilang saja sehat sehat dari nenek moyang, padahal kena penyakit gula) From: Chan CT [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, October 25, 2016 10:14 AM To: [email protected]; Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Hehehee, ... mata bung Karma yang jeli! Jelas ini orang yang namanya Ratna Sarumpaet mencetuskan pikirannya yang sangat ekstrim, sudah lepas dari pemikiran normal manusia umumnya, aliar yang berubah menjadi MONYET! Bagaimana bisa dia bilang toko-toko semua mati, ... mall-mall itu, bikin diskon 100℅ aja orang gak datang belanja kok! Bagaimana mungkin dan orang bisa PERCAYA, kecuali MONYET! Tapi, bung Karma, apakah di Indonesia belum ada ketentuan usaha dagang tidak BOLEH gunakan cara menipu? Termasuk toko-toko yang menyatakan diskon 20% juga tidak boleh harga semula dinaikkan 20% dahulu! Yaah, bagaimana HUKUM pasar itu bisa berlangsung dengan baik, jujur dan adil dan tidak gunakan cara menipu yang merugikan pembeli tapi tetap bisa memberi keuntungan bagi pedagangnya! Salam, ChanCT From: 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia]'[email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:28 AM To: '[email protected]' ; 'Marco 45665' Subject: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Kira-kira yang berkomentar ini tidur atau mabuk, kok diskon 100 % tidak ada yang beli? Jangankan 100 % diskon 50 % saja orang rebutan belinya, kalau diskon 100 % berarti gratis dong. Saya lama ikut seminar dan work shop bisnis, sebenarnya diskon itu cuma akal-akalan pedagang saja supaya pembeli bergaerah berbelanja. Kadang diskon 20 % harga sudah diangkat 20 %, hari gini mana orang mau gorong royong. Tip tip berjualan : Kalau jual makanan misalnya mie petir beli 1 mangkok gratis 9 mangkok dengan syarat yang belanja harus bawa motor dan teman 9 orang, tidak boleh bawa air, parkir bayar sehingga kerugian diambil dari sewa parkir dan harga air. Saat awal buka warung makan biasanya dia taruh motor teman-temannya dan diparkir didepan warung makannya supaya kelihatan ramai Saat awal buka warung juga biasanya pedangan hanya sedia nasi secukupnya dan es teh, kalau ditanya bilangnya habis Untuk menarik pembeli biasanya disedikan hadiah/bonus, pelayan cewek yang cantik dan ramah dll From: [email protected]<mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:09 AM To: GELORA_In; [email protected]<mailto:[email protected]>; Sunny; Hsin Hui Lin; '[email protected]' [email protected]<mailto:[email protected]> [temu_eropa]; RKB; kh djie; Jakarta Globe; Sheila Kartika [email protected]<mailto:[email protected]> [PERS-Indonesia]; Yoseph T Taher; NESARE Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur http://www.indonesia-investments.com/news/news-columns/analysis-performance-accomplishments-indonesia-under-jokowi/item7286 20 October 2016 2016-10-25 1:01 GMT+02:00 [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam> [image]<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam> Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga T... <http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam> Menurut Ratna, di bawah kepemimpina Jokowi, perekonomian tidak mengalami perubahan. View on www.netralnews.com <http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam> Preview by Yahoo [http://www.netralnews.com/foto/l/5688057467-ratna_sarumpaet3.jpg] Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam Sabtu, 22 Oktober 2016 | 09:38 WIB | Nasional<http://www.netralnews.com/news/nasional> JAKARTA, NETRALNEWS.COM<http://NETRALNEWS.COM> - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet berpendapat, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ekonomi bangsa ini tidak mengalami pertumbuhan alias stagnan. Ia menyebut Jokowi tidak berbuat apa-apa sebagai seorang kepala negara. "Jokowi itu gak bikin apa-apa lagi. Lihat perekonomian kita hancur semua. Lihat gak toko-toko kita mati semua. Coba lihat, pergi ke mall-mall itu, bikin diskon 100℅ aja orang gak datang belanja kok," kata Ratna kepada Netralnews.com, Jumat (21/10/2016). Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini menambahkan, untuk melihat kondisi ekonomi Indonesia yang terpuruk, tak perlu seorang pakar ekonomi. Karena baginya, monyet pun akan berpendapat demikian jika mampu berbicara. "Aku gak butuh ahli ekonomi untuk mengatakan bahwa perekomian kita mati dan menyengsarakan rakyat. Gak usah masyarakat awam, saya rasa monyet bisa bicara diwawancara pasti dia ngomonggitu juga bahwa ekonomi kita mati," tegasnya. Pemilik Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini merasa aneh, sebab rakyat tahu ekonomi terpuruk namun tak bersuara. "Ini kan kesulitan dan anehnya rakyat Indonesia gak bisa melawan lagi. Padahal ekonomi stagnan," ujar Ratna. Bahkan wanita kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini menyindir, jika Jokowi lebih mementingkan operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada beberapa waktu lalu, ketimbang memperhatikan rakyat miskin yang semakin terpuruk. "Saya menganggap OTT perlu, pungli-pungli itu penting juga, dan perlu cepat penanganannya. Tapi, rakyat lapar itu jauh lebih penting. (Kehadiran Jokowi) Itu pencitraan aja. Gak perlulah seorang presiden ke situ. Suruh dia urus ekonomi yang lebih serius. Itu pencitraan," tegas Ratna. ________________________________ Reporter : Adiel Manafe Editor : Y.C Kurniantoro
