Hehehee, ... mata bung Karma yang jeli! Jelas ini orang yang namanya Ratna 
Sarumpaet mencetuskan pikirannya yang sangat ekstrim, sudah lepas dari 
pemikiran normal manusia umumnya, aliar yang berubah menjadi MONYET!

Bagaimana bisa dia bilang toko-toko semua mati, ... mall-mall itu, bikin diskon 
100℅ aja orang gak datang belanja kok!  Bagaimana mungkin dan orang bisa 
PERCAYA, kecuali MONYET!

Tapi, bung Karma, apakah di Indonesia belum ada ketentuan usaha dagang tidak 
BOLEH gunakan cara menipu? Termasuk toko-toko yang menyatakan diskon 20% juga 
tidak boleh harga semula dinaikkan 20% dahulu!

Yaah, bagaimana HUKUM pasar itu bisa berlangsung dengan baik, jujur dan adil 
dan tidak gunakan cara menipu yang merugikan pembeli tapi tetap bisa memberi 
keuntungan bagi pedagangnya!

Salam,
ChanCT


From: 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service 
Indonesia]'[email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:28 AM
To: '[email protected]' ; 'Marco 45665' 
Subject: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur

  

Kira-kira yang berkomentar ini tidur atau mabuk, kok diskon 100 % tidak ada 
yang beli?

Jangankan 100 % diskon 50 % saja orang rebutan belinya, kalau  diskon 100 % 
berarti gratis dong.

Saya lama ikut seminar dan work shop bisnis, sebenarnya diskon itu cuma 
akal-akalan pedagang saja supaya pembeli bergaerah berbelanja.

Kadang diskon 20 % harga sudah diangkat 20 %, hari gini mana orang mau gorong 
royong.

Tip tip berjualan :

Kalau jual makanan misalnya mie petir beli 1 mangkok gratis 9 mangkok dengan 
syarat yang belanja harus bawa motor dan teman 9 orang, tidak boleh bawa air, 
parkir bayar sehingga kerugian diambil dari sewa parkir dan harga air.

Saat awal buka warung makan biasanya dia taruh motor teman-temannya  dan 
diparkir didepan warung makannya supaya kelihatan ramai

Saat awal buka warung juga biasanya pedangan hanya sedia nasi secukupnya dan es 
teh, kalau ditanya bilangnya habis 

Untuk menarik pembeli biasanya disedikan hadiah/bonus, pelayan cewek yang 
cantik dan ramah dll


From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:09 AM
To: GELORA_In; [email protected]; Sunny; Hsin Hui Lin; 
'[email protected]' [email protected] [temu_eropa]; RKB; kh djie; 
Jakarta Globe; Sheila Kartika [email protected] [PERS-Indonesia]; Yoseph 
T Taher; NESARE
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur


  

http://www.indonesia-investments.com/news/news-columns/analysis-performance-accomplishments-indonesia-under-jokowi/item7286



20 October 2016


2016-10-25 1:01 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

  


Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi 
Diam

     
     
      Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga T... 

      Menurut Ratna, di bawah kepemimpina Jokowi, perekonomian tidak mengalami 
perubahan.
      
      View on www.netralnews.com 
     Preview by Yahoo 
     
     
          




Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam
Sabtu, 22 Oktober 2016 | 09:38 WIB | Nasional

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet berpendapat, di 
bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ekonomi bangsa ini tidak 
mengalami pertumbuhan alias stagnan. Ia menyebut Jokowi tidak berbuat apa-apa 
sebagai seorang kepala negara.

"Jokowi itu gak bikin apa-apa lagi. Lihat perekonomian kita hancur semua. Lihat 
gak toko-toko kita mati semua. Coba lihat, pergi ke mall-mall itu, bikin diskon 
100℅ aja orang gak datang belanja kok," kata Ratna kepada Netralnews.com, Jumat 
(21/10/2016).

Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini menambahkan, untuk melihat kondisi ekonomi 
Indonesia yang terpuruk, tak perlu seorang pakar ekonomi. Karena baginya, 
monyet pun akan berpendapat demikian jika mampu berbicara.

"Aku gak butuh ahli ekonomi untuk mengatakan bahwa perekomian kita mati dan 
menyengsarakan rakyat. Gak usah masyarakat awam, saya rasa monyet bisa bicara 
diwawancara pasti dia ngomonggitu juga bahwa ekonomi kita mati," tegasnya.

Pemilik Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini merasa aneh, sebab rakyat tahu 
ekonomi terpuruk namun tak bersuara.

"Ini kan kesulitan dan anehnya rakyat Indonesia gak bisa melawan lagi. Padahal 
ekonomi stagnan,"  ujar Ratna.

Bahkan wanita kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini menyindir, jika 
Jokowi lebih mementingkan operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) 
di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada beberapa waktu lalu, 
ketimbang memperhatikan rakyat miskin yang semakin terpuruk.

"Saya menganggap OTT perlu, pungli-pungli itu penting juga, dan perlu cepat 
penanganannya. Tapi, rakyat lapar itu jauh lebih penting. (Kehadiran Jokowi) 
Itu pencitraan aja. Gak perlulah seorang presiden ke situ. Suruh dia urus 
ekonomi yang lebih serius. Itu pencitraan," tegas Ratna.


--------------------------------------------------------------------------------

Reporter : Adiel Manafe

Editor : Y.C Kurniantoro




Kirim email ke