Diskon 100% gak ada artinya kalau profitnya 200%. Artinya setelah dikasih 
diskon 100%, perusahaan masih untung 100%.

Ratna itu gak ngerti bisnis. Dia itu aktifis. Jadi normal2 saja dia ngomong 
begitu. Jangan bingung masih banyak ratna ratna yang lain.

Disinilah kita belajar berdemokrasi. Ingat Indonesia itu masih muda. USA perlu 
ratusan tahun utk menjadi seperti sekarang. Spanyol dan Portugis malahan 
mundur. Jadi tetap bersemangat, busungkan dada, selalu maju kedepan. Ada 
masalah dibicarakan. Kalau perlu gebrak meja silahkan. Ini sudah terjadi 
dijaman bung Karno setelah gebrak2an meja, ujung2nya para politikus yg 
berseberangan pendapat dan ideology pun bisa naik sepeda barengan dan ketawa 
bersama. Itu semua karena ada rasa kebersamaan dalam memiliki Indonesia. “RASA” 
ini hilang selama ini. Tetapi jangan dilupakan lagi.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 12:31 AM
To: Yahoo! Inc. <[email protected]>; Jaringan Kerja 
Indonesia <[email protected]>; Gelora 45 
<[email protected]>; Sastra Pembebasan 
<[email protected]>; Yahoo! Inc. 
<[email protected]>; Yahoo! Inc. <[email protected]>; 
DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>
Subject: Trs: [GELORA45] Re: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur

 

  

Ratna bicara dari habitatnya sesama monyet. Dia mengangkat dirinya sebagai juru 
bicara (jubir) monyet. Tentu kita berterimakasih bisa mengetahui isi hati para 
monyet.

 

Pada Selasa, 25 Oktober 2016 5:30, "[email protected] [GELORA45] 
<mailto:[email protected]%20[GELORA45]> " <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > menulis:

 

  

 

itu mungkin gaya bahasa hiperbola, tetapi disini seringkali ada discount yg 
seakan 100% seperti buy one get the second one free atau seperti kids eat free 
dan biasanya ditambahin keterangan kecil limited to one child per adult. ini 
salah satu contoh: http://www.ihop.com/kids-eat-free

 



---In [email protected] <mailto:[email protected]> , 
<inengahk@... <mailto:inengahk@...> > wrote :

Kira-kira yang berkomentar ini tidur atau mabuk, kok diskon 100 % tidak ada 
yang beli?

Jangankan 100 % diskon 50 % saja orang rebutan belinya, kalau  diskon 100 % 
berarti gratis dong.

Saya lama ikut seminar dan work shop bisnis, sebenarnya diskon itu cuma 
akal-akalan pedagang saja supaya pembeli bergaerah berbelanja.

Kadang diskon 20 % harga sudah diangkat 20 %, hari gini mana orang mau gorong 
royong.

Tip tip berjualan :

Kalau jual makanan misalnya mie petir beli 1 mangkok gratis 9 mangkok dengan 
syarat yang belanja harus bawa motor dan teman 9 orang, tidak boleh bawa air, 
parkir bayar sehingga kerugian diambil dari sewa parkir dan harga air.

Saat awal buka warung makan biasanya dia taruh motor teman-temannya  dan 
diparkir didepan warung makannya supaya kelihatan ramai

Saat awal buka warung juga biasanya pedangan hanya sedia nasi secukupnya dan es 
teh, kalau ditanya bilangnya habis 

Untuk menarik pembeli biasanya disedikan hadiah/bonus, pelayan cewek yang 
cantik dan ramah dll

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:09 AM
To: GELORA_In; jonathangoeij@...; Sunny; Hsin Hui Lin; 'arif.harsana@...' 
arif.harsana@ <mailto:arif.harsana@> ... [temu_eropa]; RKB; kh djie; Jakarta 
Globe; Sheila Kartika sheila.kartika@ <mailto:sheila.kartika@> ... 
[PERS-Indonesia]; Yoseph T Taher; NESARE
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur

 

 

 
<http://www.indonesia-investments.com/news/news-columns/analysis-performance-accomplishments-indonesia-under-jokowi/item7286>
 
http://www.indonesia-investments.com/news/news-columns/analysis-performance-accomplishments-indonesia-under-jokowi/item7286

 

 

20 October 2016

 

2016-10-25 1:01 GMT+02:00 jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>  
[GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> >:

 

 

Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi 
Diam 
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
 

        
        

 
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
 

         
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
 Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga T... 

Menurut Ratna, di bawah kepemimpina Jokowi, perekonomian tidak mengalami 
perubahan.

        


 
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
 View on www.netralnews.com 

Preview by Yahoo 

        
                                                

  <http://www.netralnews.com/foto/l/5688057467-ratna_sarumpaet3.jpg> 

 


Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam


Sabtu, 22 Oktober 2016 | 09:38 WIB |  <http://www.netralnews.com/news/nasional> 
Nasional

JAKARTA, NETRALNEWS.COM <http://netralnews.com/>  - Aktivis kemanusiaan Ratna 
Sarumpaet berpendapat, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 
ekonomi bangsa ini tidak mengalami pertumbuhan alias stagnan. Ia menyebut 
Jokowi tidak berbuat apa-apa sebagai seorang kepala negara.

"Jokowi itu gak bikin apa-apa lagi. Lihat perekonomian kita hancur semua. Lihat 
gak toko-toko kita mati semua. Coba lihat, pergi ke mall-mall itu, bikin diskon 
100℅ aja orang gak datang belanja kok," kata Ratna kepada Netralnews.com, Jumat 
(21/10/2016).

Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini menambahkan, untuk melihat kondisi ekonomi 
Indonesia yang terpuruk, tak perlu seorang pakar ekonomi. Karena baginya, 
monyet pun akan berpendapat demikian jika mampu berbicara.

"Aku gak butuh ahli ekonomi untuk mengatakan bahwa perekomian kita mati dan 
menyengsarakan rakyat. Gak usah masyarakat awam, saya rasa monyet bisa bicara 
diwawancara pasti dia ngomonggitu juga bahwa ekonomi kita mati," tegasnya.

Pemilik Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini merasa aneh, sebab rakyat tahu 
ekonomi terpuruk namun tak bersuara.

"Ini kan kesulitan dan anehnya rakyat Indonesia gak bisa melawan lagi. Padahal 
ekonomi stagnan,"  ujar Ratna.

Bahkan wanita kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini menyindir, jika 
Jokowi lebih mementingkan operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) 
di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada beberapa waktu lalu, 
ketimbang memperhatikan rakyat miskin yang semakin terpuruk.

"Saya menganggap OTT perlu, pungli-pungli itu penting juga, dan perlu cepat 
penanganannya. Tapi, rakyat lapar itu jauh lebih penting. (Kehadiran Jokowi) 
Itu pencitraan aja. Gak perlulah seorang presiden ke situ. Suruh dia urus 
ekonomi yang lebih serius. Itu pencitraan," tegas Ratna.

  _____  

Reporter : Adiel Manafe

Editor : Y.C Kurniantoro

 

 

 

 



Kirim email ke