itu mungkin gaya bahasa hiperbola, tetapi disini seringkali ada discount yg seakan 100% seperti buy one get the second one free atau seperti kids eat free dan biasanya ditambahin keterangan kecil limited to one child per adult. ini salah satu contoh: http://www.ihop.com/kids-eat-free http://www.ihop.com/kids-eat-free
---In [email protected], <inengahk@...> wrote : Kira-kira yang berkomentar ini tidur atau mabuk, kok diskon 100 % tidak ada yang beli? Jangankan 100 % diskon 50 % saja orang rebutan belinya, kalau diskon 100 % berarti gratis dong. Saya lama ikut seminar dan work shop bisnis, sebenarnya diskon itu cuma akal-akalan pedagang saja supaya pembeli bergaerah berbelanja. Kadang diskon 20 % harga sudah diangkat 20 %, hari gini mana orang mau gorong royong. Tip tip berjualan : Kalau jual makanan misalnya mie petir beli 1 mangkok gratis 9 mangkok dengan syarat yang belanja harus bawa motor dan teman 9 orang, tidak boleh bawa air, parkir bayar sehingga kerugian diambil dari sewa parkir dan harga air. Saat awal buka warung makan biasanya dia taruh motor teman-temannya dan diparkir didepan warung makannya supaya kelihatan ramai Saat awal buka warung juga biasanya pedangan hanya sedia nasi secukupnya dan es teh, kalau ditanya bilangnya habis Untuk menarik pembeli biasanya disedikan hadiah/bonus, pelayan cewek yang cantik dan ramah dll From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:09 AM To: GELORA_In; jonathangoeij@...; Sunny; Hsin Hui Lin; 'arif.harsana@...' arif.harsana@... [temu_eropa]; RKB; kh djie; Jakarta Globe; Sheila Kartika sheila.kartika@... [PERS-Indonesia]; Yoseph T Taher; NESARE Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur http://www.indonesia-investments.com/news/news-columns/analysis-performance-accomplishments-indonesia-under-jokowi/item7286 http://www.indonesia-investments.com/news/news-columns/analysis-performance-accomplishments-indonesia-under-jokowi/item7286 20 October 2016 2016-10-25 1:01 GMT+02:00 jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>: Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga T... Menurut Ratna, di bawah kepemimpina Jokowi, perekonomian tidak mengalami perubahan. View on www.netralnews.com Preview by Yahoo Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam Sabtu, 22 Oktober 2016 | 09:38 WIB | Nasional http://www.netralnews.com/news/nasional JAKARTA, NETRALNEWS.COM http://NETRALNEWS.COM - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet berpendapat, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ekonomi bangsa ini tidak mengalami pertumbuhan alias stagnan. Ia menyebut Jokowi tidak berbuat apa-apa sebagai seorang kepala negara. "Jokowi itu gak bikin apa-apa lagi. Lihat perekonomian kita hancur semua. Lihat gak toko-toko kita mati semua. Coba lihat, pergi ke mall-mall itu, bikin diskon 100℅ aja orang gak datang belanja kok," kata Ratna kepada Netralnews.com, Jumat (21/10/2016). Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini menambahkan, untuk melihat kondisi ekonomi Indonesia yang terpuruk, tak perlu seorang pakar ekonomi. Karena baginya, monyet pun akan berpendapat demikian jika mampu berbicara. "Aku gak butuh ahli ekonomi untuk mengatakan bahwa perekomian kita mati dan menyengsarakan rakyat. Gak usah masyarakat awam, saya rasa monyet bisa bicara diwawancara pasti dia ngomonggitu juga bahwa ekonomi kita mati," tegasnya. Pemilik Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini merasa aneh, sebab rakyat tahu ekonomi terpuruk namun tak bersuara. "Ini kan kesulitan dan anehnya rakyat Indonesia gak bisa melawan lagi. Padahal ekonomi stagnan," ujar Ratna. Bahkan wanita kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini menyindir, jika Jokowi lebih mementingkan operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada beberapa waktu lalu, ketimbang memperhatikan rakyat miskin yang semakin terpuruk. "Saya menganggap OTT perlu, pungli-pungli itu penting juga, dan perlu cepat penanganannya. Tapi, rakyat lapar itu jauh lebih penting. (Kehadiran Jokowi) Itu pencitraan aja. Gak perlulah seorang presiden ke situ. Suruh dia urus ekonomi yang lebih serius. Itu pencitraan," tegas Ratna. Reporter : Adiel Manafe Editor : Y.C Kurniantoro
