Loh kan sudah ane kasih tahu: income bapak, ibu, kakek, nenek, saudara didalam 
keluarga itu diperhitungkan sbg total income??!!!

Semua income ini tidak bayar pajak dan tidak bisa diversify tetapi lender 
memperhitungkannya dan bisa disapprove karena buyer mintanya DSR 80%. Itu 
tergantung lendernya. Kalau lendernya agresifnya ya bisa dikasih. Kalau dulu 
sebelum krisis 2008 hampir semua dikasih dan malahan tidak pakai DP!

 

DP ini jauh lebih berbahaya drpd DSR yg tinggi buat lender! Ngerti ndak??!!!

 

Moso’ buyer mau default setelah minta DSR tinggi dalam bbrp bulan?

Moso ada orang ambil kredit tapi gak mampu bayar cicilan kreditnya?

Gobloknya minta ampun!! Mikir kaya’ gini saja ndak bisa!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 2, 2016 6:27 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

  

Terus bagaimana kok anda bisa tahu DSR-nya 80%, apa cuman asal jeplak?

 

Anda benar waktu mengatakan ini "menjadi persoalan oleh lender adalah takut 
kalau buyer gak mampu bayar nantinya" karena itu harus dipastikan income-nya 
mencukupin utk bayar angsuran dan juga biaya hidup. DSR 30-40% terhitung sehat 
karena setelah membayar angsuran rumah dan kredit2 yg lain masih tersisa 
sekitar 60-70% untuk kebutuhan hidup. DSR 80% adalah hampir tidak mungkin, 
kemungkinan default yg tinggi.

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :



Kalau mau detailnya tanya sana sama loan officernya. Mereka itu dinegara ente.

Ane gak ikut2an akh urusan klerikan kaya’ gini.

 

Aneh2 saja orang ini mau tahu detailnya orang. Sekalian saja tanya kakeknya itu 
isterinya berapa. Kawinnya dimana jadi sah atau tidak. terus ibunya main serong 
tidak. kalau main serong bisa tidak qualified sang ibu ini.

 

Ya silahkan tanya dinegara ente ya dan kasih tahu kita2 ini

 

Ngaco aja!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 2, 2016 1:29 PM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

 

terus bagaimana? berapa angsuran, berapa total pendapatan si A, berapa 
pendapatan kakek, ibu, bapak, dll. mereka diikutkan sebagai apa, sebagai 
co-signor ataukah sebagai guarantor? berapa nilai rumah, berapa downpayment, 
terus berapa perbandingan antara angsuran dengan total pendapatan kesemuanya 
itu?

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :




Illegal immigrant A apply mortgage. Masukin data sesuai dengan data pajaknya 
jadi kelihatan incomenya termasuk gross income plus bonus dll. Dirumah itu yg 
tinggal si immigrant A dengan kakek, ibu, bapaknya dll yg ada yg punya TIN dan 
ada yang tidak. yang ada artinya bayar pajak. Yang tidak ada artinya tidak 
bayar pajak. Ini semua dimasukkan kedalam pertimbangan dalam jumlah mortgage yg 
diambil.

 

Kalau yg minta sudah berani minta mortgage tentunya mereka sudah tahu kemampuan 
bayarnya. Orang goblok minta mortgage tapi gak bisa bayar. Yg menjadi persoalan 
oleh lender adalah takut kalau buyer gak mampu bayar nantinya bukan gak bisa 
waktu apply mortgage nya. Makanya lender mengharuskan adanya DP. Ini semua ada 
subjektifitas. Bukan seperti otak ente pake’ standard 30%!

 

Nesare

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 2, 2016 10:33 AM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

 

mmm... menurut anda DSR mencapai 80% karena pendapatan diperhitungkan, bisakah 
anda perjelas dengan contoh.

 

---

 tetapi ane bilang bisa lebih malahan bisa 80% krn pendapatan illegal immigrant 
ini diperhitungkan oleh pemberi kredit/mortgage.

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :





Jonathan: omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, 
disatu pihak protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok 
nggak dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax 
return) gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar 
pajak atau nggak sih?

Nesare: yg protes illegal immigrant itu siapa? Gobloknya ampun! Dari mana ente 
tahu ane against illegal immigrant? Dari mana??!! Ane bilang illegal immigrant 
bisa dapat mortgage utk beli rumah walaupun mrk tidak bayar pajak. Ini argumen 
yg ane kasih krn ente bilang DSR 30% tetapi ane bilang bisa lebih malahan bisa 
80% krn pendapatan illegal immigrant ini diperhitungkan oleh pemberi 
kredit/mortgage.

 

Kan ente ndak percaya bisa terjadi DSR lebih dari standard 30-40% itu. Ente 
cupat pikirannya. Ente banyak ndak tahunya lalu gobloknya terkungkung dalam 
framework yg sempit itu! Itulah ente! Pake’ dalih ini itu, sedangkan tidak 
ngerti proses mortgage itu berjalan gimana. Ini prakteknya! Standard koq 
dianggap kitab suci. Ini jalan pikiran ente!

 

Nesare

 

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 2:29 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, disatu pihak 
protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok nggak 
dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax return) 
gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar pajak atau 
nggak sih?

 

ngomong sama orang bigot memang susah, di US itu beli rumah tidak diperiksa 
dokumen imigrasinya, yg penting bisa bayar atau nggak gitu aja baik itu cash 
ataupun lewat financing gak masalah. Kenapa, apakah anda concern kok 
undocumented bisa beli rumah? Concern-nya kenapa? tentang financing, itu 
tergantung dari income, down payment, credit history, yg kesemuanya itu 
mempengaruhi approval ataupun interest rate yang dikenakan. sedangkan status 
keimigrasian tidak jadi bahan pertimbangan bahkan tidak dilihat sama sekali. 
seorang loan officer itu terikat dengan kode etik, utk memperpanjang license 
mereka harus mengikuti continuing education yang harus ada ethic didalamnya, 
tambahan juga rentan dituntut dipengadilan sehingga walaupun punya insurance 
juga akan sebisa mungkin memenuhi standar ethic yang ada.

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :






Gobloknya minta ampun!

Orang latino yg illegal berani petentang petenteng dinegara ente walaupun 
illegal, koq bisa gak berani beli rumah????

Bisa mikir ndak ente ini?????

Kaya’ gini gampangnya saja gak mudeng????!!!

 

Ane memang sengaja ndak mau kasih tahu apa hubungannya antara illegal immigrant 
yg demo ini dengan minta mortgage beli rumah. Ehhhh bener ditanyain hehehehehe 
ampun2 bodohnya!!

 

Setelah para orang2 illegal ini mau beli rumah, koq bisa mortgage company nya 
gak mau kasih?

Aduhhhhh ente ngerti bisnis ndak? Jelas ndak ya! Orang ada duit hanya ndak 
bayar pajak, koq ndak mau dikasih kredit.

Sedangkan bank dinegara ente itu berlebihan duit kas nya krn ndak bisa ngucurin 
kredit makanya ekonomi negara ente tersendat2 jalannya. Ngomong2 ente ngerti 
ndak masalah ekonomi negara sekarang ini apa?

Nih ane kasih sedikit jawabannya: walaupun bunga kredit rendah, kredit yg 
disalurkan gak banyak artinya duit kas di bank banyak dan ini rugi krn bank 
harus bayar bunga ke pemilik uang. Gimana bisa untung, wong duitnya ditangan 
gak dikucurkan sbg kredit! Makanya bunga mau dinaikkan dan sdh dilakukan oleh 
Yellen.

 

Jelas2 ente ini ndak ngerti!!!!!

 

Apa salahnya orang bekerja??!! Koq nanya??!!!

Gila apa ya ente ini?

Koq nanya ane salah apa ndak orang kerja?

Tanya sana sama dewa dewi ente!

 

Oh ya sudah nanya beneran atau hanya tahunya orang2 indonesia yg legal saja??!!

Akh tahunya hanya segitu saja.

Orang Indonesia yg illegal mau berani ngomong sama ente kalau mereka itu 
illegal.

Wong sama2 orang Indonesia saja, mereka2 yg illegal ini ndak berani ngomong 
kalau mereka itu illegal krn takut malahan sama2 orang Indonesia bisa jahatin 
mereka2 ini.

Wahhhh jelas sekali orang Indonesia illegal ini gak mau ngomong sama ente. Wong 
kelakuannya kaya’ gini!!!

Emangnya ngapain illegal dari Indonesia ini ngasih tahu ente? Emangnya ente 
bisa berbuat apa buat mereka? Hehehehehehe sombongnya……

 

Orang2 illegal asal Indonesia ini tentunya hanya ngomong sama orang2 yg mereka 
percaya!

Ente ndak termasuk lah…. Hehehehehehehe.

Tanya sana sama pendeta atau pastur ente…..biar tahu lebih banyak. Jangan hanya 
tahu Tuhan ente saja!!!!

 

Nah kasih contoh dikota ente ya. Ya jelas2 ndak takut orang2 itu. Kan sudah ane 
kasih contohnya si  mahoma lopez itu. Demo saja berani koq bisa takut 
digrebek?! Gimana sih ente ini? goblok bener!!!

 

Coba lihat illegal immigrant dari negara lain ada ndak yg ketakutan!

Coba cek diwebsite USCIS ada deportasi ndak!

Kalau ada, siapa2 yg dideportasi. Kalau ada deportasi ada yg takut ndak?

Goblok dipelihara!!!

 

Nesare

 

 

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 10:59 AM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

apa mereka juga bilang minta mortgage dan biarpun income-nya nggak cukup tetap 
dikasih?

anda itu kentara sekali meng-ada2, setelah bilang orang Indonesia sekarang lari 
lagi kearah yg lain.

 

apa salahnya orang bekerja? apa salahnya orang yg bekerja ingin tidak 
diekploitasi? apa memangnya anda ingin semua undocumented itu tidak kerja? anda 
ingin semua jadi garong rampok begitu? justru biarpun undocumented sebaiknya 
tetap bekerja, tidak ada yg salah dan memalukan dengan bekerja. anda bigotnya 
kebangetan.

 

saya tahu cukup banyak komunitas Indonesia tapi nggak pernah dengar anaknya 
nggak sekolah gara2 takut digrebek polisi, juga nggak pernah dengar rumahnya yg 
sudah dibeli ditinggal begitu saja gara2 takut digrebek. anda jelas ngaco saja, 
semua anak disini boleh sekolah tidak perduli status imigrasinya, tidak peduli 
orang tuanya undocumented ataupun tidak. juga bahkan dikasih breakfast dan 
lunch kalau income orang tuanya masih dalam batasan tertentu.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :







Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant?

Nesare:  wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant yang 
hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada 
tayangan di  <http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/> 
http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/

 <http://thehandthatfeedsfilm.com/> http://thehandthatfeedsfilm.com/

nonton film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya 
“kiri” itu!

Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg illegal 
kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? Karena 
gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn sakit 
bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta  di unionized! TERANG TERANGAN!!! 
Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan pendapatan 
selama demo dll. Akhirnya menang!!!

 

Ente ini tinggal dimana? Kaya’ gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ 
pahlawan kesiangan bashing RI yg katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan 
tanya sama orang2 indonesia disekitar ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama 
orang Indonesia disekitar ente!!! Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti 
gimana ada orang Indonesia yg sdh beli rumah, beli perabot terus ditinggal 
begitu saja krn takut digrebeg polisi. Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau 
sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba tanya2 dan cari tahu utk membuktikan 
kalau ente itu masih cinta Indonesia!!!!!

 

Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari kitab suci. 
Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan dan kitab suci 
ente??!!!!

 

Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu ya mengaku sbg agamais??? 
Hehehehehe.

 

Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu masalah moral philosofi dan agama itu 
dogma yg irasional dan berdasarkan kepercayaan. Kalau etika kelihatan misalnya 
ente ndak pernah minta maaf kalau bikin salah. Ini unethical! Dosa ndak? Ane 
ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente sama ente!

 

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda 
lihat W2 atau 1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax 
return? apa anda loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan 
ngarang cerita, itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum?

 

Tempo doeloe memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal 
yg mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada 
lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali.

 

"A stated income loan is a mortgage where the lender does not verify the 
borrower's income by looking at their pay stubs, W-2 (employee income) forms, 
income tax returns, or other records. Instead, borrowers are simply asked to 
state their income, and taken at their word."

 

Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal dari kitab suci, 
seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik jangan 
di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan masih 
banyak lagi yg lain. 



Kirim email ke