Terus bagaimana kok anda bisa tahu DSR-nya 80%, apa cuman asal jeplak? Anda benar waktu mengatakan ini "menjadi persoalan oleh lender adalah takut kalau buyer gak mampu bayar nantinya" karena itu harus dipastikan income-nya mencukupin utk bayar angsuran dan juga biaya hidup. DSR 30-40% terhitung sehat karena setelah membayar angsuran rumah dan kredit2 yg lain masih tersisa sekitar 60-70% untuk kebutuhan hidup. DSR 80% adalah hampir tidak mungkin, kemungkinan default yg tinggi. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Kalau mau detailnya tanya sana sama loan officernya. Mereka itu dinegara ente.Ane gak ikut2an akh urusan klerikan kaya’ gini. Aneh2 saja orang ini mau tahu detailnya orang. Sekalian saja tanya kakeknya itu isterinya berapa. Kawinnya dimana jadi sah atau tidak. terus ibunya main serong tidak. kalau main serong bisa tidak qualified sang ibu ini. Ya silahkan tanya dinegara ente ya dan kasih tahu kita2 ini Ngaco aja!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 2, 2016 1:29 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan terus bagaimana? berapa angsuran, berapa total pendapatan si A, berapa pendapatan kakek, ibu, bapak, dll. mereka diikutkan sebagai apa, sebagai co-signor ataukah sebagai guarantor? berapa nilai rumah, berapa downpayment, terus berapa perbandingan antara angsuran dengan total pendapatan kesemuanya itu? ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Illegal immigrant A apply mortgage. Masukin data sesuai dengan data pajaknya jadi kelihatan incomenya termasuk gross income plus bonus dll. Dirumah itu yg tinggal si immigrant A dengan kakek, ibu, bapaknya dll yg ada yg punya TIN dan ada yang tidak. yang ada artinya bayar pajak. Yang tidak ada artinya tidak bayar pajak. Ini semua dimasukkan kedalam pertimbangan dalam jumlah mortgage yg diambil. Kalau yg minta sudah berani minta mortgage tentunya mereka sudah tahu kemampuan bayarnya. Orang goblok minta mortgage tapi gak bisa bayar. Yg menjadi persoalan oleh lender adalah takut kalau buyer gak mampu bayar nantinya bukan gak bisa waktu apply mortgage nya. Makanya lender mengharuskan adanya DP. Ini semua ada subjektifitas. Bukan seperti otak ente pake’ standard 30%! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 2, 2016 10:33 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan mmm... menurut anda DSR mencapai 80% karena pendapatan diperhitungkan, bisakah anda perjelas dengan contoh. --- tetapi ane bilang bisa lebih malahan bisa 80% krn pendapatan illegal immigrant ini diperhitungkan oleh pemberi kredit/mortgage. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Jonathan: omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, disatu pihak protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok nggak dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax return) gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar pajak atau nggak sih?Nesare: yg protes illegal immigrant itu siapa? Gobloknya ampun! Dari mana ente tahu ane against illegal immigrant? Dari mana??!! Ane bilang illegal immigrant bisa dapat mortgage utk beli rumah walaupun mrk tidak bayar pajak. Ini argumen yg ane kasih krn ente bilang DSR 30% tetapi ane bilang bisa lebih malahan bisa 80% krn pendapatan illegal immigrant ini diperhitungkan oleh pemberi kredit/mortgage. Kan ente ndak percaya bisa terjadi DSR lebih dari standard 30-40% itu. Ente cupat pikirannya. Ente banyak ndak tahunya lalu gobloknya terkungkung dalam framework yg sempit itu! Itulah ente! Pake’ dalih ini itu, sedangkan tidak ngerti proses mortgage itu berjalan gimana. Ini prakteknya! Standard koq dianggap kitab suci. Ini jalan pikiran ente! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, November 1, 2016 2:29 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, disatu pihak protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok nggak dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax return) gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar pajak atau nggak sih? ngomong sama orang bigot memang susah, di US itu beli rumah tidak diperiksa dokumen imigrasinya, yg penting bisa bayar atau nggak gitu aja baik itu cash ataupun lewat financing gak masalah. Kenapa, apakah anda concern kok undocumented bisa beli rumah? Concern-nya kenapa? tentang financing, itu tergantung dari income, down payment, credit history, yg kesemuanya itu mempengaruhi approval ataupun interest rate yang dikenakan. sedangkan status keimigrasian tidak jadi bahan pertimbangan bahkan tidak dilihat sama sekali. seorang loan officer itu terikat dengan kode etik, utk memperpanjang license mereka harus mengikuti continuing education yang harus ada ethic didalamnya, tambahan juga rentan dituntut dipengadilan sehingga walaupun punya insurance juga akan sebisa mungkin memenuhi standar ethic yang ada. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Gobloknya minta ampun!Orang latino yg illegal berani petentang petenteng dinegara ente walaupun illegal, koq bisa gak berani beli rumah????Bisa mikir ndak ente ini?????Kaya’ gini gampangnya saja gak mudeng????!!! Ane memang sengaja ndak mau kasih tahu apa hubungannya antara illegal immigrant yg demo ini dengan minta mortgage beli rumah. Ehhhh bener ditanyain hehehehehe ampun2 bodohnya!! Setelah para orang2 illegal ini mau beli rumah, koq bisa mortgage company nya gak mau kasih?Aduhhhhh ente ngerti bisnis ndak? Jelas ndak ya! Orang ada duit hanya ndak bayar pajak, koq ndak mau dikasih kredit.Sedangkan bank dinegara ente itu berlebihan duit kas nya krn ndak bisa ngucurin kredit makanya ekonomi negara ente tersendat2 jalannya. Ngomong2 ente ngerti ndak masalah ekonomi negara sekarang ini apa?Nih ane kasih sedikit jawabannya: walaupun bunga kredit rendah, kredit yg disalurkan gak banyak artinya duit kas di bank banyak dan ini rugi krn bank harus bayar bunga ke pemilik uang. Gimana bisa untung, wong duitnya ditangan gak dikucurkan sbg kredit! Makanya bunga mau dinaikkan dan sdh dilakukan oleh Yellen. Jelas2 ente ini ndak ngerti!!!!! Apa salahnya orang bekerja??!! Koq nanya??!!!Gila apa ya ente ini?Koq nanya ane salah apa ndak orang kerja?Tanya sana sama dewa dewi ente! Oh ya sudah nanya beneran atau hanya tahunya orang2 indonesia yg legal saja??!!Akh tahunya hanya segitu saja.Orang Indonesia yg illegal mau berani ngomong sama ente kalau mereka itu illegal.Wong sama2 orang Indonesia saja, mereka2 yg illegal ini ndak berani ngomong kalau mereka itu illegal krn takut malahan sama2 orang Indonesia bisa jahatin mereka2 ini.Wahhhh jelas sekali orang Indonesia illegal ini gak mau ngomong sama ente. Wong kelakuannya kaya’ gini!!!Emangnya ngapain illegal dari Indonesia ini ngasih tahu ente? Emangnya ente bisa berbuat apa buat mereka? Hehehehehehe sombongnya…… Orang2 illegal asal Indonesia ini tentunya hanya ngomong sama orang2 yg mereka percaya!Ente ndak termasuk lah…. Hehehehehehehe.Tanya sana sama pendeta atau pastur ente…..biar tahu lebih banyak. Jangan hanya tahu Tuhan ente saja!!!! Nah kasih contoh dikota ente ya. Ya jelas2 ndak takut orang2 itu. Kan sudah ane kasih contohnya si mahoma lopez itu. Demo saja berani koq bisa takut digrebek?! Gimana sih ente ini? goblok bener!!! Coba lihat illegal immigrant dari negara lain ada ndak yg ketakutan!Coba cek diwebsite USCIS ada deportasi ndak!Kalau ada, siapa2 yg dideportasi. Kalau ada deportasi ada yg takut ndak?Goblok dipelihara!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, November 1, 2016 10:59 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan apa mereka juga bilang minta mortgage dan biarpun income-nya nggak cukup tetap dikasih?anda itu kentara sekali meng-ada2, setelah bilang orang Indonesia sekarang lari lagi kearah yg lain. apa salahnya orang bekerja? apa salahnya orang yg bekerja ingin tidak diekploitasi? apa memangnya anda ingin semua undocumented itu tidak kerja? anda ingin semua jadi garong rampok begitu? justru biarpun undocumented sebaiknya tetap bekerja, tidak ada yg salah dan memalukan dengan bekerja. anda bigotnya kebangetan. saya tahu cukup banyak komunitas Indonesia tapi nggak pernah dengar anaknya nggak sekolah gara2 takut digrebek polisi, juga nggak pernah dengar rumahnya yg sudah dibeli ditinggal begitu saja gara2 takut digrebek. anda jelas ngaco saja, semua anak disini boleh sekolah tidak perduli status imigrasinya, tidak peduli orang tuanya undocumented ataupun tidak. juga bahkan dikasih breakfast dan lunch kalau income orang tuanya masih dalam batasan tertentu. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant?Nesare: wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant yang hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada tayangan di http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/http://thehandthatfeedsfilm.com/nonton film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya “kiri” itu!Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg illegal kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? Karena gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn sakit bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta di unionized! TERANG TERANGAN!!! Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan pendapatan selama demo dll. Akhirnya menang!!! Ente ini tinggal dimana? Kaya’ gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ pahlawan kesiangan bashing RI yg katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan tanya sama orang2 indonesia disekitar ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama orang Indonesia disekitar ente!!! Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti gimana ada orang Indonesia yg sdh beli rumah, beli perabot terus ditinggal begitu saja krn takut digrebeg polisi. Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba tanya2 dan cari tahu utk membuktikan kalau ente itu masih cinta Indonesia!!!!! Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari kitab suci. Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan dan kitab suci ente??!!!! Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu ya mengaku sbg agamais??? Hehehehehe. Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu masalah moral philosofi dan agama itu dogma yg irasional dan berdasarkan kepercayaan. Kalau etika kelihatan misalnya ente ndak pernah minta maaf kalau bikin salah. Ini unethical! Dosa ndak? Ane ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente sama ente! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda lihat W2 atau 1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax return? apa anda loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan ngarang cerita, itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum? Tempo doeloe memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal yg mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali. "A stated income loan is a mortgage where the lender does not verify the borrower's income by looking at their pay stubs, W-2 (employee income) forms, income tax returns, or other records. Instead, borrowers are simply asked to state their income, and taken at their word." Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal dari kitab suci, seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik jangan di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan masih banyak lagi yg lain.
