anda sedemikian tahunya sampai2 informasi yg sangat confidential juga tahu, bisa tahu status undocumented yg seharusnya dirahasiakan rapat2, bisa tahu biarpun seluruh income dijumlahkan juga DSRnya 80% yg seharusnya tidak layak dapat loan tapi tetap dikasih juga, bisa tahu nggak pakai dp, tentu hanya orang yg terlibat yg tahu sedemikian dalam. hal ini menimbulkan kemungkinan anda mempunyai peranan dalam transaksi itu atau anda hanya sekedar ngebacot.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Apa nggak goblok dengan pertanyaan personal begini?Emangnya selama ente bashing Jokowi itu, apa peranan ente?Hehehehe ngaco aja! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, November 3, 2016 3:23 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan kelihatannya anda sedemikian dalam pengetahuan akan transaksi itu, apa peranan anda dalam pemberian loan yg anda ceritakan itu? sebagai borrower, loan officer, lender, atau apalah? ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Itu urusan ente. Itu urusan negara ente. Mau percaya atau tidak itu urusan ente.Lender yg ngasih ke illegal immigrant saja ada dan terang2an dinegara ente, koq hanya masalah DSR ente persoalkan. Bisa2 ente ini anti illegal immigrant ya?! Hehehehehe Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, November 3, 2016 10:56 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan jadi setelah income bapak ibu kakek nenek saudara saudari semuanya diperhitungkan DSRnya 80% masih dikasih kredit tanpa DP pula, apa mungkin anda yg jadi loan officer-nya yg cuman ngejar komisi. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Loh kan sudah ane kasih tahu: income bapak, ibu, kakek, nenek, saudara didalam keluarga itu diperhitungkan sbg total income??!!!Semua income ini tidak bayar pajak dan tidak bisa diversify tetapi lender memperhitungkannya dan bisa disapprove karena buyer mintanya DSR 80%. Itu tergantung lendernya. Kalau lendernya agresifnya ya bisa dikasih. Kalau dulu sebelum krisis 2008 hampir semua dikasih dan malahan tidak pakai DP! DP ini jauh lebih berbahaya drpd DSR yg tinggi buat lender! Ngerti ndak??!!! Moso’ buyer mau default setelah minta DSR tinggi dalam bbrp bulan?Moso ada orang ambil kredit tapi gak mampu bayar cicilan kreditnya?Gobloknya minta ampun!! Mikir kaya’ gini saja ndak bisa!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 2, 2016 6:27 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Terus bagaimana kok anda bisa tahu DSR-nya 80%, apa cuman asal jeplak? Anda benar waktu mengatakan ini "menjadi persoalan oleh lender adalah takut kalau buyer gak mampu bayar nantinya" karena itu harus dipastikan income-nya mencukupin utk bayar angsuran dan juga biaya hidup. DSR 30-40% terhitung sehat karena setelah membayar angsuran rumah dan kredit2 yg lain masih tersisa sekitar 60-70% untuk kebutuhan hidup. DSR 80% adalah hampir tidak mungkin, kemungkinan default yg tinggi. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Kalau mau detailnya tanya sana sama loan officernya. Mereka itu dinegara ente.Ane gak ikut2an akh urusan klerikan kaya’ gini. Aneh2 saja orang ini mau tahu detailnya orang. Sekalian saja tanya kakeknya itu isterinya berapa. Kawinnya dimana jadi sah atau tidak. terus ibunya main serong tidak. kalau main serong bisa tidak qualified sang ibu ini. Ya silahkan tanya dinegara ente ya dan kasih tahu kita2 ini Ngaco aja!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 2, 2016 1:29 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan terus bagaimana? berapa angsuran, berapa total pendapatan si A, berapa pendapatan kakek, ibu, bapak, dll. mereka diikutkan sebagai apa, sebagai co-signor ataukah sebagai guarantor? berapa nilai rumah, berapa downpayment, terus berapa perbandingan antara angsuran dengan total pendapatan kesemuanya itu? ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Illegal immigrant A apply mortgage. Masukin data sesuai dengan data pajaknya jadi kelihatan incomenya termasuk gross income plus bonus dll. Dirumah itu yg tinggal si immigrant A dengan kakek, ibu, bapaknya dll yg ada yg punya TIN dan ada yang tidak. yang ada artinya bayar pajak. Yang tidak ada artinya tidak bayar pajak. Ini semua dimasukkan kedalam pertimbangan dalam jumlah mortgage yg diambil. Kalau yg minta sudah berani minta mortgage tentunya mereka sudah tahu kemampuan bayarnya. Orang goblok minta mortgage tapi gak bisa bayar. Yg menjadi persoalan oleh lender adalah takut kalau buyer gak mampu bayar nantinya bukan gak bisa waktu apply mortgage nya. Makanya lender mengharuskan adanya DP. Ini semua ada subjektifitas. Bukan seperti otak ente pake’ standard 30%! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 2, 2016 10:33 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan mmm... menurut anda DSR mencapai 80% karena pendapatan diperhitungkan, bisakah anda perjelas dengan contoh. --- tetapi ane bilang bisa lebih malahan bisa 80% krn pendapatan illegal immigrant ini diperhitungkan oleh pemberi kredit/mortgage. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Jonathan: omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, disatu pihak protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok nggak dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax return) gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar pajak atau nggak sih?Nesare: yg protes illegal immigrant itu siapa? Gobloknya ampun! Dari mana ente tahu ane against illegal immigrant? Dari mana??!! Ane bilang illegal immigrant bisa dapat mortgage utk beli rumah walaupun mrk tidak bayar pajak. Ini argumen yg ane kasih krn ente bilang DSR 30% tetapi ane bilang bisa lebih malahan bisa 80% krn pendapatan illegal immigrant ini diperhitungkan oleh pemberi kredit/mortgage. Kan ente ndak percaya bisa terjadi DSR lebih dari standard 30-40% itu. Ente cupat pikirannya. Ente banyak ndak tahunya lalu gobloknya terkungkung dalam framework yg sempit itu! Itulah ente! Pake’ dalih ini itu, sedangkan tidak ngerti proses mortgage itu berjalan gimana. Ini prakteknya! Standard koq dianggap kitab suci. Ini jalan pikiran ente! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, November 1, 2016 2:29 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, disatu pihak protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok nggak dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax return) gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar pajak atau nggak sih? ngomong sama orang bigot memang susah, di US itu beli rumah tidak diperiksa dokumen imigrasinya, yg penting bisa bayar atau nggak gitu aja baik itu cash ataupun lewat financing gak masalah. Kenapa, apakah anda concern kok undocumented bisa beli rumah? Concern-nya kenapa? tentang financing, itu tergantung dari income, down payment, credit history, yg kesemuanya itu mempengaruhi approval ataupun interest rate yang dikenakan. sedangkan status keimigrasian tidak jadi bahan pertimbangan bahkan tidak dilihat sama sekali. seorang loan officer itu terikat dengan kode etik, utk memperpanjang license mereka harus mengikuti continuing education yang harus ada ethic didalamnya, tambahan juga rentan dituntut dipengadilan sehingga walaupun punya insurance juga akan sebisa mungkin memenuhi standar ethic yang ada. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Gobloknya minta ampun!Orang latino yg illegal berani petentang petenteng dinegara ente walaupun illegal, koq bisa gak berani beli rumah????Bisa mikir ndak ente ini?????Kaya’ gini gampangnya saja gak mudeng????!!! Ane memang sengaja ndak mau kasih tahu apa hubungannya antara illegal immigrant yg demo ini dengan minta mortgage beli rumah. Ehhhh bener ditanyain hehehehehe ampun2 bodohnya!! Setelah para orang2 illegal ini mau beli rumah, koq bisa mortgage company nya gak mau kasih?Aduhhhhh ente ngerti bisnis ndak? Jelas ndak ya! Orang ada duit hanya ndak bayar pajak, koq ndak mau dikasih kredit.Sedangkan bank dinegara ente itu berlebihan duit kas nya krn ndak bisa ngucurin kredit makanya ekonomi negara ente tersendat2 jalannya. Ngomong2 ente ngerti ndak masalah ekonomi negara sekarang ini apa?Nih ane kasih sedikit jawabannya: walaupun bunga kredit rendah, kredit yg disalurkan gak banyak artinya duit kas di bank banyak dan ini rugi krn bank harus bayar bunga ke pemilik uang. Gimana bisa untung, wong duitnya ditangan gak dikucurkan sbg kredit! Makanya bunga mau dinaikkan dan sdh dilakukan oleh Yellen. Jelas2 ente ini ndak ngerti!!!!! Apa salahnya orang bekerja??!! Koq nanya??!!!Gila apa ya ente ini?Koq nanya ane salah apa ndak orang kerja?Tanya sana sama dewa dewi ente! Oh ya sudah nanya beneran atau hanya tahunya orang2 indonesia yg legal saja??!!Akh tahunya hanya segitu saja.Orang Indonesia yg illegal mau berani ngomong sama ente kalau mereka itu illegal. (Message over 64 KB, truncated)
