Waktu nginap di hotel Tenteram Yogyakarta milik pabrik jamu Sidomuncul, disediakan kopi jahe kemasan buatan pabrik jamu tersebut yang sangat halus. Kami beli banyak untuk oleh2 di Belanda dan diminum sendiri. Kalau ada teman mau datang dan tanya kami kepingin dibawakan apa, kami jawab ya kopi jahe Sidomuncul dan kopi Kapal Api dan kripik tempe dioven tanpa minyak.. Ternyata kopi Kapal Api juga sudah masuk ke Singapore, Malaysia, Hongkong, Taiwan,Tiongkok. Lihat : http://hurek.blogspot.nl/2006/10/soedomo-mergonoto-raja-kopi-indonesia.html
Summarecon Agung juga buka real estate di Shanghai. Apalagi Ciputra sudah punya real estate kerjasama dengan perusahaan Vietnam di Vietnam. Sritex dari Sukoharjo Solo terima pesanan dari berbagai merk dari luar negeri dan pakaian angkatan bersenjata luar negeri. https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-2994078/mengintip-pabrik-penjahit-zara-dan-uniqlo-di-sukoharjo 2016-11-28 21:37 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Ada. > > Starbucks bukan menjajah. Starbucks melakukan bisnis diseluruh dunia > termasuk Indonesia. > > Penjajahan itu jelek kan? > > Apakah starbucks masuk Indonesia itu jelek? > > Kalau jelek, berarti bung juga harus setuju dengan semua produk asing > adalah jelek termasuk: iphone, tv Samsung, cangkul RRT, tractor kumatsu > dari jepang, alat berat caterpillar dll. > > Begitu juga hasil eksport Indonesia keluar negeri itu juga jelek karena > menjajah negara lain. > > > > Seharusnya kan mikirnya supaya kopi yg diproduksi diindonesia bisa menjadi > tuan dirumahnya sendiri. bisnis kopi dikembangkan utk kemakmuran Indonesia. > > Ini masalah Indonesia. Kalau Indonesia belum mampu utk mengembangkan > industry kopinya, ya jangan salahkan starbucks yang lebih pintar dalam > memanfaatkan kopi produksi Indonesia. Indonesia harus bercermin apa > salahnya? Kenapa tidak bisa membuka gerai2 model kopitiam yg dulu banyak > diindonesia dan belakangan malahan diperkenalkan lagi di singapura, > Malaysia dll. Baru2 belakangan ini Indonesia kopitiam ini diperkenalkan > lagi tetapi itu mengikuti singapura dan Malaysia. > > > > Tolong dibantu bagaimana Indonesia dapat memajukan industry kopinya. > > Jangan ditertawakan apalagi dicemoh karena ada starbucks di Indonesia. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Monday, November 28, 2016 2:59 PM > *To:* Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD < > [email protected]>; GELORA_In <[email protected]> > *Cc:* Lusi.D <[email protected]>; Roeslan <[email protected]>; > Daeng <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Mitri < > [email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>; > Harry Singgih <[email protected]>; Jonathan Goeij < > [email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; > Ronggo A. <[email protected]>; Ajeg <[email protected]>; Mang Broto < > [email protected]>; Marsiswo Dirgantoro <[email protected]>; > Farida Ishaja <[email protected]>; [email protected]; Billy > Gunadi <[email protected]>; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] < > [email protected]> > *Subject:* [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks > > > > > Ada yang bisa menjelaskan alasan untuk menerima "penjajahan" Starbucks, > padahal bahan bakunya dari Indonesia sendiri? Kopi Gayo dari Aceh Bahan > Baku Utama Gerai Starbucks > > [image: Starbucks_kopi-aceh] > > SUDAH menjadi rahasia umum, gerai kopi yang terkenal di dunia seperti > Starbucks tetap menggunakan bahan baku biji kopi Gayo dari Aceh untuk > memuaskan pelanggan atau konsumennya. > > Bukan hanya itu, biji kopi dari Kintamani asal Bali pun juga menjadi > pilihan bagi Starbucks sebagai bentuk kombinasi untuk mengolah sumber bahan > baku kopi perusahaan AS tersebut. > > Inovasi dari Starbucks ini memang mempunyai nilai *history* panjang > dengan negara Indonesia terkait aturan yang dibuat oleh pemerintah, > walaupun Aceh sudah lebih dulu mengekspor biji kopi ke pelabuhan Seattle > sebelum didistriubusikan ke berbagai gerai Starbucks. > > Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebelum Starbucks masuk ke > Indonesia, Starbucks mengimpor kopi. Namun pemerintah mengeluarkan > ketentuan soal kandungan lokal sehingg Starbuck mulai mengkombinasikan kopi > lokal dan impor. > > “Itu dari Indonesia, tadinya pas mau masuk dia impor semua kan terus > diberikan ketentuan, akhirnya dia gabung juga dengan lokal,” kata MS > Hidayat di Jakarta, Selasa (25/6/2013). > > Sementara itu Dirjen Industri Kementerian Perindustrian Agro Benny Wahyudi > menambahkan pembuatan kopi memang selalu tidak berasal dari satu sumber. > Begitu juga dengan kopi gerai sekelas Starbucks. “Kalau namanya kopi, itu > selalu blending (campur),” ujar Benny. > > Namun begitu, Starbucks tetap mempunyai lahan tersendiri untuk kebun kopi > di Amerika Tengah dan Peru seluas 240 hektar yang mereka sulap juga menjadi > pusat riset dan pengembangan agronomi. Berbagai inovasi bisnis, mulai dari > racikan, fasilitas dan teknologi tidak pernah surut diperhatikan oleh > perusahaan yang dipimpin oleh Howard Schultz ini. > > Dengan menggadangkan slogan *“Great coffee everywhere > <http://www.adweek.com/news/advertising-branding/why-starbucks-rebranded-seattles-best-102328>”* > tentu > saja penikmat kopi Starbucks pun akan merasakan sensasi beda disaat > menikmati kopi Aceh di tempat aslinya. Sama-sama biji kopi dari satu > sumber, yang tentunya beda harga. Tapi lewat inovasi, Starbucks telah > berhasil melangkah jauh ke depan dan pastinya kopi di Aceh pun bisa lebih > dari itu. > > >
