Hotel tentrem memang tentrem sekali walaupun dekat bandara. Dihotel2 pasti ada 
macem2 kopi, macem2 teh, macem2 jus. Ini semua produk bisnis bisa hasil 
produksi local maupun luar negeri.

 

Kopiko permen kopi yg enak sudah melanglang buana kemana2. Begitu juga jamu2 
sudah mendua.

 

Kalau ada duit orang bisa investasi dimana saja. dulu sebelum krisis 1998 pun 
sudah ada beberapa orang Indonesia mendirikan pabrik semen di RRT. Salah satu 
nya M. amid bosnya group asia permai group anak didiknya Ismael saleh bekas 
menteri kehakiman. Abis bangkrut dan ngemplang bank2 BUMN dia kabur ke RRT 
bisnis.

 

Kalau sritex itu sudah sangat established. Bisnisnya sudah mapan. Begitu juga 
konimex itu juga sudah mapan.

Banyak produk2 yg sdh ada value added di eksport keluar negeri seperti macem2 
kecap, bumbu masak dll.

Tetapi dengan kekayaan sumber daya alam yg begitu besar, masih kalah 
dibandingkan dgn india, muangthai dll, terutama produk2 industri.

 

Singapura itu duitnya kebanyakan dari Indonesia makanya singapura takut kalau 
Indonesia maju. Kalau gak ada duit Indonesia, singapura bisa rontok.

Orang singapura mana ada duit. Yg kerja ya makan gaji saja. yg punya duit dari 
luar: Indonesia, Malaysia, Taiwan, RRT dll.

Orang Indonesia punya asset bukan di singapura saja, banyak yg sudah investasi 
dinegara2 maju seperti Australia, selandia baru, hongkong, RRT, Vietnam, 
Malaysia dll. Kalau disingapura ya kebanyakan orang Indonesia sudah memiliki 
portfolio yg luar biasa gedenya. Gak ada konglomerat Indonesia yg tidak ada 
asset disingapura.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 28, 2016 4:05 PM
To: Gelora45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks

 

  

Waktu nginap di hotel Tenteram Yogyakarta milik pabrik jamu Sidomuncul, 

disediakan kopi jahe kemasan buatan pabrik jamu tersebut yang sangat halus.

Kami beli banyak untuk oleh2 di Belanda dan diminum sendiri. Kalau ada teman

mau datang dan tanya kami kepingin dibawakan apa, kami jawab ya kopi jahe

Sidomuncul dan kopi Kapal Api dan kripik tempe dioven tanpa minyak..

Ternyata kopi Kapal Api juga sudah masuk ke Singapore, Malaysia, Hongkong, 

Taiwan,Tiongkok.

Lihat : 
http://hurek.blogspot.nl/2006/10/soedomo-mergonoto-raja-kopi-indonesia.html

 

Summarecon Agung juga buka real estate di Shanghai. Apalagi Ciputra sudah

punya real estate kerjasama dengan perusahaan Vietnam di Vietnam.

 

Sritex dari Sukoharjo Solo terima pesanan dari berbagai merk dari luar negeri 
dan

pakaian angkatan bersenjata luar negeri.

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-2994078/mengintip-pabrik-penjahit-zara-dan-uniqlo-di-sukoharjo

 

 

2016-11-28 21:37 GMT+01:00 [email protected] <mailto:[email protected]>  
[GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> >:

  

Ada.

Starbucks bukan menjajah. Starbucks melakukan bisnis diseluruh dunia termasuk 
Indonesia.

Penjajahan itu jelek kan?

Apakah starbucks masuk Indonesia itu jelek?

Kalau jelek, berarti bung juga harus setuju dengan semua produk asing adalah 
jelek termasuk: iphone, tv Samsung, cangkul RRT, tractor kumatsu dari jepang, 
alat berat caterpillar dll.

Begitu juga hasil eksport Indonesia keluar negeri itu juga jelek karena 
menjajah negara lain.

 

Seharusnya kan mikirnya supaya kopi yg diproduksi diindonesia bisa menjadi tuan 
dirumahnya sendiri. bisnis kopi dikembangkan utk kemakmuran Indonesia.

Ini masalah Indonesia. Kalau Indonesia belum mampu utk mengembangkan industry 
kopinya, ya jangan salahkan starbucks yang lebih pintar dalam memanfaatkan kopi 
produksi Indonesia. Indonesia harus bercermin apa salahnya? Kenapa tidak bisa 
membuka gerai2 model kopitiam yg dulu banyak diindonesia dan belakangan malahan 
diperkenalkan lagi di singapura, Malaysia dll. Baru2 belakangan ini Indonesia 
kopitiam ini diperkenalkan lagi tetapi itu mengikuti singapura dan Malaysia.

 

Tolong dibantu bagaimana Indonesia dapat memajukan industry kopinya.

Jangan ditertawakan apalagi dicemoh karena ada starbucks di Indonesia.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected] <mailto:[email protected]> ] 
Sent: Monday, November 28, 2016 2:59 PM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> 
>; DISKUSI FORUM HLD <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; GELORA_In <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >
Cc: Lusi.D <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Roeslan 
<[email protected]>; Daeng <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Gol <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Mitri <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Rachmat Hadi-Soetjipto 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; Harry Singgih 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; Jonathan Goeij 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lingkar Sitompul 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ronggo A. 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ajeg <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Mang Broto <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Marsiswo Dirgantoro <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Farida Ishaja <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; [email protected] 
<mailto:[email protected]> ; Billy Gunadi <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; [email protected] 
<mailto:[email protected]> ; [email protected] 
<mailto:[email protected]> ; [email protected] 
<mailto:[email protected]> ; [email protected] 
<mailto:[email protected]> ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service 
Indonesia] <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks

 

  


Ada yang bisa menjelaskan alasan untuk menerima "penjajahan" Starbucks, padahal 
bahan bakunya dari Indonesia sendiri? 


 


Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks


  <http://atjeh.biz/wp-content/uploads/2013/06/Starbucks_kopi-aceh.jpg> 

  <http://i291.photobucket.com/albums/ll301/setempos/setarbak/head08.png> 

SUDAH menjadi rahasia umum, gerai kopi yang terkenal di dunia seperti Starbucks 
tetap menggunakan bahan baku biji kopi Gayo dari Aceh untuk memuaskan pelanggan 
atau konsumennya.

Bukan hanya itu, biji kopi dari Kintamani asal Bali pun juga menjadi pilihan 
bagi Starbucks sebagai bentuk kombinasi untuk mengolah sumber bahan baku kopi 
perusahaan AS tersebut.

Inovasi dari Starbucks ini memang mempunyai nilai history panjang dengan negara 
Indonesia terkait aturan yang dibuat oleh pemerintah, walaupun Aceh sudah lebih 
dulu mengekspor biji kopi ke pelabuhan Seattle sebelum didistriubusikan ke 
berbagai gerai Starbucks.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebelum Starbucks masuk ke 
Indonesia, Starbucks mengimpor kopi. Namun pemerintah mengeluarkan ketentuan 
soal kandungan lokal sehingg Starbuck mulai mengkombinasikan kopi lokal dan 
impor.

“Itu dari Indonesia, tadinya pas mau masuk dia impor semua kan terus diberikan 
ketentuan, akhirnya dia gabung juga dengan lokal,” kata MS Hidayat di Jakarta, 
Selasa (25/6/2013).

Sementara itu Dirjen Industri Kementerian Perindustrian Agro Benny Wahyudi 
menambahkan pembuatan kopi memang selalu tidak berasal dari satu sumber. Begitu 
juga dengan kopi gerai sekelas Starbucks. “Kalau namanya kopi, itu selalu 
blending (campur),” ujar Benny.

Namun begitu, Starbucks tetap mempunyai lahan tersendiri untuk kebun kopi di 
Amerika Tengah dan Peru seluas 240 hektar yang mereka sulap juga menjadi pusat 
riset dan pengembangan agronomi. Berbagai inovasi bisnis, mulai dari racikan, 
fasilitas dan teknologi tidak pernah surut diperhatikan oleh perusahaan yang 
dipimpin oleh Howard Schultz ini.

Dengan menggadangkan slogan “ 
<http://www.adweek.com/news/advertising-branding/why-starbucks-rebranded-seattles-best-102328>
 Great coffee everywhere” tentu saja penikmat kopi Starbucks pun akan merasakan 
sensasi beda disaat menikmati kopi Aceh di tempat aslinya. Sama-sama biji kopi 
dari satu sumber, yang tentunya beda harga. Tapi lewat inovasi, Starbucks telah 
berhasil melangkah jauh ke depan dan pastinya kopi di Aceh pun bisa lebih dari 
itu.

 



Kirim email ke