Desember, rupanya bulan kematian bagi musisi yang dianggap menista agama. Selain john lennon eks pentolan The Beatles yang tewas dibunuh pada 8 Desember 1980, tahu lalu (2016) giliran greg lake, eks grup ELP yang salahsatu lagunya dikecam kalangan gereja, wafat pada 7 Desember setelah berjuang melawan kanker. Sementara itu Salman Rushdie tetap segar bugar sampai detik ini. Tahun lalu malah menerbitkan novel terbarunya, Two Years Eight Months and Twenty-Eight Nights.
Ayuh nyanyi, GOD | | John Lennon - God (Lyrics) | | --- lusi_d@... wrote: Ah itu lyrik dan lagu yang indah. Yuh nyanyi 555. 776. Lusi.- Am Wed, 11 Jan 2017 13:06:36 +0000 (UTC) schrieb Tatiana Lukman : > TIRTO.ID » MUSIK » Tembakan untuk Sang Penista Agama > 36 Tahun Kematian John Lennon > > Tembakan untuk Sang Penista Agama > > Reporter: Petrik Matanasi08 Desember, 2016dibaca normal 3 menit > - Mark David Chapman penggemar The Beatles yang menjadi seorang > garis keras dalam beragama. > - John Lennon sering mengungkapkan ketidaksukaannya kepada agama. > John Lennon membuat heboh saat mengatakan "The Beatles lebih populer > daripada Yesus". Ia memang tidak menyukai agama (dan negara tentu > saja).tirto.id - Jauh sebelum menembak John Lennon, Mark David > Chapman adalah juga penggemar The Beatles. Belakangan, sebelum > menembak John, David memilih menjadi seorang Kristen garis keras. > Sama seperti remaja-remaja yang dulu suka Britney Spears atau > boyband-boyband dari negara kapitalis macam Amerika atau Inggris, > namun di kemudian hari menjadi begitu membenci liberalisme, > kapitalisme, atau bahkan demokrasi. > > Berbekal revolver Colt 38 special, David mendatangi kawasan apartemen > yang menjadi tempat tinggal John bersama Yoko Ono di New York. Pistol > itu diselipkan di balik pakaian. Tak ada yang tahu rencana pembunuhan > kecuali David dan Tuhan. Tak lupa, sebelum mengeksekusi, Mark David > meminta John membubuhkan tanda tangan di album Double Fantasy. > > Setelah John memberi tanda tangan dan hendak memasuki gedung > apartemen, David memanggil sang bintang sambil mencabut pistolnya dan > menembak berkali-kali hingga tumbang. Nyawa John pun melayang di > usianya yang ke-40 tahun. > > David pun dengan cepat menjadi terkenal seketika karena menghabisi > John Lennon pada 8 Desember 1980, peristiwa yang hari ini persis > sudah berusia tiga puluh enam tahun silam. Dunia pun berkabung. > Ribuan lilin menyala untuk mengenang John yang cinta damai. > > Sejak muda, John adalah sosok yang bengal di balik lagu-lagu yang > ditulis dan dinyanyikannya. Dia senang mengganggu otoritas, entah itu > otoritas negara maupun moral (baca: agama). > > Bersama The Beatles, bulan Juli 1966, John Winston Lennon sedang > berada di Filipina. Usai menggelar konser, mereka “berulah” dengan > membuat ngamuk Ibu Negara Filipina Imelda Marcos dan kroni-kroninya. > Kugiran asal Liverpool itu rupanya menolak kemauan Ibu Negara > Filipina nan glamor itu untuk tampil di Istana Malacanang, Manila. > Alasannya jelas: itu agenda yang tidak ada dalam jadwal. > > John dan personil Beatles lainnya yang dibesarkan di negara yang > bebas, tak pernah tahu di negara yang dikuasai rezim macam Marcos > semua kemauan keluarga penguasa adalah sabda yang harus dijunjung. > Tentu saja John Lennon tak peduli. > > “Jika ingin pertunjukan datang saja ke kamar kami,” kata John. > > Antek-antek Marcos yang terkenal korup itu tersinggung. Rombongan > kugiran Britpop itu pun segera angkat kaki dari Filipina. Mereka > harus pergi lebih cepat sebelum orang-orang fasis yang cinta mati > pada keluarga Marcos membunuh mereka. Meski harus senam jantung, John > sukses menistakan rezim Marcos dengan menolak bermain. Setelahnya > John tak pernah menginjakkan kaki di negeri Marcos itu. > > Kekurangajaran John tak hanya itu. Pada tahun yang sama, John yang > dipuja gadis-gadis itu bikin masalah besar. Bahkan Lebih parah. Jika > di Filipina dia bikin marah pendukung Marcos, maka kali ini umat > Kristiani sejagad dibuat marah - mungkin seperti Ahok yang tersandung > di Pulau Seribu terkait Al Maidah 51. > > “The Beatles lebih terkenal daripada Yesus,” kata John Lennon. > > Segera poster dan piringan hitam The Beatles pun jadi sasaran > pembakaran orang-orang yang agamanya dinistakan John. Ia pun > belakangan harus minta maaf atas ucapannya itu. Dia begitu gugup. > > John tentu saja punya alasan mengapa dia mengatakannya. Bagi John, > televisi yang kala itu mulai populer sebagai media massa penting, > sebenarnya juga lebih populer daripada Yesus Kristus. John melihat > kehidupan sekuler anak muda di tahun 1960an, menunjukkan bahwa budaya > populer menang lebih dahsyat daripada agama apapun di dunia. > > John hanya ingin menunjukkan hal itu. “Beatles lebih berarti bagi > anak-anak daripada Yesus, atau agama, pada waktu itu. Saya tidak > bermaksud melecehkan atau merendahkan, saya hanya mengatakan itu > sebagai fakta,” ucap John. > > Di Indonesia hal ini sangat bisa dianggap penistaan. Ingatlah kasus > yang menimpa Arswendo Atmowiloto. Sebagai pemimpin redaksi > tabloid Monitor, ia mengumumkan hasil angket pembaca yang memilih > tokoh yang mereka kagumi melalui kartu pos. > > Angket ini menjadi kecaman karena Nabi Muhammad SAW hanya menempati > posisi ke-11 dengan 616 kartu pos pengagum saja. Nabi Muhammad kalah > populer dibandingkan Zainuddin MZ, Soeharto, Saddam Husein, Soekarno, > bahkan kalah dari Arswendo sendiri. > > Arswendo pun harus menelan pil pahit. Ia dibawa ke pengadilan dan > diputuskan bersalah. Ia dihukum bui selama lima tahun. Bicara soal > agama, John memang tidak pernah mesra dengan agama apa pun di dunia > ini. Bahkan perjalanannya ke India tak membuatnya memuja Tuhan. > Setelah Beatles bubar dan bersolo karier, John bahkan pernah menulis > lagu berjudul God (1970). > > Lagu tersebut menegaskan ketidakpercayaan John pada tokoh-tokoh dan > hal-hal mulia macam Yesus, Budha, Injil, Taurat dan lain-lainnya. > Tidak percaya pada Yesus, tentu bisa dianggap dia tidak percaya > ajaran Yesus juga. Begitu pun pada Budha. > > Entah kenapa dalam lagu God tersebut John tak menyebut nama Muhammad? > Jika Muhammad masuk dalam lagu ini, John akan dapat fatwa mati > seperti halnya Salman Rushdie yang menulis Ayat-Ayat Setan. > > Penegasan John bahwa agama tak penting, atau sebaiknya agama tidak > pernah ada, ia tuliskan dalam lagunya yang paling > sohor, Imagine (1971). Lagu yang dianggap sebagai lagu perdamaian > dunia ini ditulisnya ketika Perang Dingin berlangsung. John termasuk > orang yang membenci perang. Meski tinggal di New York, John adalah > musuh Amerika Serikat. Sebagai seniman asal Inggris, dia mirip > Charlie Chaplin. Sama-sama dimusuhi pemerintah Amerika. > > Lewat lagunya ini, John juga mengajak orang-orang untuk membayangkan > jika agama tak pernah ada. Baginya, mungkin di dunia tidak ada perang > yang membawa-bawa nama Tuhan. Di awal lagu saja, John sudah menulis, > “Bayangkan jika tidak surga”. > > John bermimpi juga tak ada neraka. Selain berharap agama, yang bagi > Marx adalah candu, sebaiknya tak perlu ada, John juga membayangkan > negara tak pernah ada. Bagi John, jika negara (dan agama) tidak ada, > tentu tak akan pernah ada banyak darah yang tertumpah. > > Dalam buku Lennon in America (2000) karya Geoffrey Giuliano, Lennon > berkomentar bahwa lagu Imagine adalah "lagu anti agama, anti > nasionalistis, anti konvensional, anti kapitalistis, tetapi karena > kata-katanya diperhalus, lagu ini dapat diterima". > > Ternyata, John tetap saja “penista”, hanya saja dari tahun ke tahun > John makin mampu menista tanpa harus membuat kehebohan sedahyat > seperti saat membandingkan Beatles dengan Yesus. > > Tetap saja kepiawaian bermain kata-kata, bahkan saat menista, tak > mampu menyelamatkannya dari peluru yang dimuntahkan oleh pistol dalam > genggaman Chapman. Peluru rupanya lebih konkret daripada kata-kata, > setidaknya di saat ia meregang nyawa.
