Pada Sabtu, 28 Januari 2017 3:44, "'Chan CT' [email protected]
[sastra-pembebasan]" <[email protected]> menulis:
Bung Goei, Selamat Pagi pertama kita memasuki Tahun Ayam-api!
Mudah-mudahan ditahun AYAM ini dunia menjadi lebih damai dan sejahtera, sesuai
dengan sifat ayam-api yang katanya lebih hangat bersahabat pada siapapun dan
pandai mengais rejeki, ...! MAAAJUUUUU TERUUUS, ...! Dari uraian bung dibawah
ini saya bisa menyetujui jalan pikiran anda, bahwa segala hal memang tidak bisa
dimutlakkan, relatif saja, termasuk kapitalisme dan sosialisme! Kedua isme yang
bertentangan ini seringkali justru harus mengambil jalan tengahnya sesuai
dengan KONDISI, kesadaran masyarakat yang dihadapi ketika itu, ... akan rusak
kalau dijalankan secara mutlak, yang biasa orang menyataakan sebagai yang
sejati, murni atau ASLI itu! Contoh yang bung angkat sekolah gratis dari TK
sampai Univ, semua ditanggung pemerintah. Bahwa Pemerintah hendaknya bisa
menjamin dan menanggung setiap warganya untuk sekolah tentu betuuul! Begitu
juga dengan masalah KESEHATAN/Pengobatan yang kenyataan sangat sulit
dilaksanakan dengan terus makin melonjak tinggi biaya asuransi kesehatan
membuat Pemerintah berteriak, ... Menurut saya, disini ada masalah KESADARAN
masyarakat yang perlu diperhatikan, kenyataan tidak semua orang suka dan bisa
belajar baik. Sementara orang memang lebih suka dengan GERAK jasmani daripada
gerak otak, tidak suka belajar. Bagi mereka didorong saja masuk sekolah praktis
untuk lebih cepat langsung bekerja sesuai kemampuannya. Dikasih sekolah-tinggi2
gratis ya percuma saja, ... hanya akan boros membuang tunjangan Pemerintah!
Mestinya, TUNJANGAN hanya diberikan pada orang yang patut ditunjang, ...! Harus
dijamin setiap warga bisa sekolah, ... tidak mesti harus GRATIS. Bisa juga
dibuat uang sekolah murah yang PASTI kebayar oleh warga berkemampuan rata-rata,
jadi pemerintah hanya memberikan GRATIS pada warga berpenghasilan rendah, kasih
saja batas maksimum penghasilan keluarga atau orang tua anak itu. Sedang untuk
mendorong kesungguhan anak-anak lebih rajin belajar, berikan gratis penuh pada
anak-anak BINTANG-PELAJAR disetiap Kabupaten dan Propinsi, setgiap tingkat klas
ditahun itu! Begitu juga dengan asuransi KESEHATAN, menurut saya, mengingat
tingkat kesadaran masyarakat sekarang, kenyataan BELUM BISA dibuat semua
gratis! Baik kesadaran dokternya maupun pasiennya belum semua bisa dibikin
gratis semua! Si dokter sebagai manusia normal juga berkehendak bekerja main
keras bisa mendapatkan penghasilan lebih besar, mereka akan mencari jalan
bagaimana bisa dapatkan pasien lebih banyak dan memberi obat-obat dari pabrik
yang kasih komisi, misalnya. Sebaliknya juga pasien adalah manusia normal juga
yang belum bisa berpandangan bagaimana menjalankan pola hidup sehat agar tidak
usah kedokter nelenin obat, banyak orang masih saja berpikiran “Nikmatilah
hidup ini dengan makan enak!”, apalagi kalau sakit juga bisa dapatkan
pengobatan gratis! Bahkan pasien yang sudah bayar asuransi kesehatan, dia
bilang: “RUGI dong, sudah bayar asuransi mahal-mahal kalau tidak digunakan!”
hehehee, ... Dengan kesadaran masyarakat masih begini, apa bisa pemerintah
memberi tunjangan kesehatan yang akan tidak terus melonjak tinggi dan akan
terus meningkat dengan kecepatan makin hebat? Bukankah akan lebih baik
pemerintah MENJAMIN setiap warga yang sakit bisa mendapatkan pengobatan yang
layak sebagai manusia! Jadi warga tidak mampu saja yang ditanggung
Pemerintah,sedang bagi warga yang mampu ya disuruh BAYAR, bahkan kalau perlu
bayar penuh! Sementara pemerintah terus berusaha keras meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk jalankan pola hidup sehat sebaik-baiknya! Tapi, bung Goei, ...
dalam diskusi masalah mengatasi kemiskinan ini, entah darimana bung bisa
berkesan saya mengandalkan peran konglomerat, hanya karena mengangkat contoh
Wang Jianlin itu? Bukankah saya selama ini menekankan usaha Pemerintah yg
selama 30 tahun terakhir ini sudah BERHASIL mengentaskan lebih 600 juta
rakyatnya dari kemiskinan? Prestasi BESAR begitu tentu saja usaha PEMERINTAH,
bagaimana bisa bersandar pada konglomerat? Nah, untuk menyelesaikan lebih 50
juta warga miskin yang tersisakan itu, saya bilang nampaknya pemerintah
mendorong konglomerat untuk ikut serta mempercepat mengentaskan kemiskinan.
Karena pemerintah sudah menargetkan lebih 50 juta warga miskin yang tersisa itu
harus selesai ditahun 2020 yad. Dan, ... karena pemberitaan yang berjalan di
Tiongkok itu tidak sebebas dibarat, pemberitaan ada konglomerat yang ikut aktif
membantu mengatasi kemiskinan baru saja terbaca oleh saya, padahal spt. Wang
Jianlin itu ternyata sudah berjalan 2014, lebih 2 tahun yl. Namun, saya pun
memperhatikan, itulah arah perkembangan KESADARAN manusia yang menuntut
kehidupan makin demokratis dan manusiawi terjadi secara wajar, ... dari tahun
ke tahun, dari abad ke abad. Artinya perkembangan kesadaran manusia menghendaki
kehidupan yang lebih demokratis dan manusiawi! Kehidupan masyarakat dijaman
feodal jauh lebih demokratis dan manusiawi ketimbang jaman perbudakan, begitu
juga kehidupan masyarakat kapitalis jauh lebih demokratis dan manusiawi
ketimbang jaman feodal dan kehidupan jaman kapitalis sekarang juga jauh lebih
demokratis dan manusiawi ketimbang jaman kapitalis 100 tahun yl. Umat manusia
yang hidup didunia ini akan terjadi lebih saling memperhatikan, bisa memberi
BANTUAN dan KASIH pada sesama manusia yang membutuhkan! Dan itu kenyataan yang
akan terjadi, yang PASTI kesadaran umat manusia yang menuntut kehidupan
demokratis dan manusiawi itu bukan monopoli komunis, sebagai manusia normal
yang sehat, sekalipun kapitalis-kapitalis yang selama ini diberi label “Serakah
dan KEJAM” itu juga akan muncul filantropis-filantropis, ... Salam,ChanCT
From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Saturday, January
28, 2017 1:12 AMTo: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Pertumbuhan tidak
Kurangi Kemiskinan
Ya namanya istilah kok mau diliteralkan, yg namanya kebakaran jenggot khan
bukan benar2 berarti jenggotnya kebakaran, yg benar2 punya jenggot panjang juga
seumur hidup jenggotnya nggak kebakaran tapi bukan berarti tidak pernah
kebakaran jenggot. Saya cuman kasih contoh2 pemakaian kata kapitalis sejati
se-hari2 dan umum bukan berarti pemakaian arti dalam berita itu bagi anda, juga
nggak niru2 istilah lha waktu nulis masa mesti searching dulu kata2 apa yg mau
dipakai ngapain juga. Hanya orang2 yg hidup di-awang2 dan narsis yg sensitive
banget yg sebentar2 offended tersinggung nggak karu2an kebakaran jenggot
mempermasalahkan kata2 yg sebenarnya umum saja.. Kapitalisme dan sosialisme dew
asa ini memang sudah campur baur bahkan sudah sedemikian menyatunya sehingga
orang seringkali tidak sadar atau tidak ngeh lagi, orang2 yg teriak2 anti kiri
anti progressive menyatakan diri sebagai kapitalis sejati juga nggak ngeh kalau
dirinya bisa baca tulis sekolah gratis itu ya hasil dari sosialisme. Ngobrol2
sama teman yg menyuarakan ketidak setujuan program college gratis yg diajukan
demokrat, menurut beliau itu tidak ada artinya karena mereka yg niat sekolah
biarpun bayar ya tetap sekolah, itu tergantung kemauan katanya sambil juga
berdalih ada financial aid sambil kasih contoh dirinya yg dapat financial aid
sehingga bisa sekolah tanpa bayar. Saya ketawa sambil bilang anda beruntung
tinggal di California yg dikuasai demokrat dgn banyak program2 progressive,
California memang menyediakan financial aid sampai tingkat college bagi mereka
yg eligible, lha gimana dgn mereka yg tinggal diluar California di state2 yg
tidak progressive, program college gratis itu khan buat semuanya se luruh US.
Saya katakan saya juga dapat financial aid jadi ngerti betapa pentingnya dan
sangat bermanfaat, ketiadaan biaya merupakan obstacle besar dan bisa jadi batu
sandungan. Sekarang ini kalau bicara ekonomi politik adalah sebagaimana
keterlibatan atau peranan negara didalamnya, orang2 progressive lebih cenderung
peranan negara yg tinggi/besar sedang orang2 kapitalis sejati lebih menyerahkan
pada peran serta masyarakat sendiri dengan meminimalkan peranan negara. Dalam
diskusi pementasan kemiskinan ini saya katakan anda kapitalis sejati karena
kecenderungan anda dalam mengandalkan peranan konglomerat atawa taipan seperti
Wang Jianling misalnya. Tentu philantropis seperti ini sangat bagus sekali
tetapi dalam hal ini biarpun sangat kaya sekali juga jangkauann ya terbatas
tidak bisa menyeluruh. #yiv6426663860 #yiv6426663860 -- #yiv6426663860ygrp-mkp
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0
10px;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mkp #yiv6426663860hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mkp #yiv6426663860ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mkp .yiv6426663860ad
{padding:0 0;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mkp .yiv6426663860ad p
{margin:0;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mkp .yiv6426663860ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-sponsor
#yiv6426663860ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-sponsor #yiv6426663860ygrp-lc #yiv6426663860hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-sponsor #yiv6426663860ygrp-lc .yiv6426663860ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6426663860 #yiv6426663860actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6426663860
#yiv6426663860activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6426663860
#yiv6426663860activity span {font-weight:700;}#yiv6426663860
#yiv6426663860activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6426663860 #yiv6426663860activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6426663860 #yiv6426663860activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6426663860 #yiv6426663860activity span
.yiv6426663860underline {text-decoration:underline;}#yiv6426663860
.yiv6426663860attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6426663860 .yiv6426663860attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6426663860 .yiv6426663860attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6426663860 .yiv6426663860attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6426663860 .yiv6426663860attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6426663860 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6426663860 .yiv6426663860bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6426663860
.yiv6426663860bold a {text-decoration:none;}#yiv6426663860 dd.yiv6426663860last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6426663860 dd.yiv6426663860last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6426663860
dd.yiv6426663860last p span.yiv6426663860yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6426663860 div.yiv6426663860attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6426663860 div.yiv6426663860attach-table
{width:400px;}#yiv6426663860 div.yiv6426663860file-title a, #yiv6426663860
div.yiv6426663860file-title a:active, #yiv6426663860
div.yiv6426663860file-title a:hover, #yiv6426663860 div.yiv6426663860file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6426663860 div.yiv6426663860photo-title a,
#yiv6426663860 div.yiv6426663860photo-title a:active, #yiv6426663860
div.yiv6426663860photo-title a:hover, #yiv6426663860
div.yiv6426663860photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6426663860
div#yiv6426663860ygrp-mlmsg #yiv6426663860ygrp-msg p a
span.yiv6426663860yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6426663860
.yiv6426663860green {color:#628c2a;}#yiv6426663860 .yiv6426663860MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6426663860 o {font-size:0;}#yiv6426663860
#yiv6426663860photos div {float:left;width:72px;}#yiv6426663860
#yiv6426663860photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6426663860
#yiv6426663860photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6426663860
#yiv6426663860reco-category {font-size:77%;}#yiv6426663860
#yiv6426663860reco-desc {font-size:77%;}#yiv6426663860 .yiv6426663860replbq
{margin:4px;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-mlmsg select, #yiv6426663860 input, #yiv6426663860 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-mlmsg pre, #yiv6426663860 code {font:115%
monospace;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-mlmsg #yiv6426663860logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-msg
p#yiv6426663860attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-reco #yiv6426663860reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-sponsor
#yiv6426663860ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-sponsor #yiv6426663860ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-sponsor #yiv6426663860ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6426663860 #yiv6426663860ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6426663860
#yiv6426663860ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6426663860