Bung Chan, saya katakan kapitalis sejati karena memang pemikiran2 anda 
menunjukkan itu. Dan rupanya tidak malu anda jadi penganut kapitalis sejati, 
angkat topi bagi anda. Apa yg dilakukan Wanda Group itu kok tidak begitu 
berbeda dengan CSR yg dilakukan Freeport Indonesia, dibawah ini salah satu 
contoh bagi masyarakat Amungme dan Kamoro, dan masih banyak yg lain kalau anda 
cermati dari website Freeport: http://ptfi.co.id/id/csr 

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Hahahaa, bung Goei, ... kenapa saya harus jadi penganut kapitalisme, sejati 
pula??? TIDAK, tidak perlu begitu hanya karena saya melihat kapitalis-kapitalis 
masih bisa dan HARUS digunakan untuk mendorong kemajuan perputaran ekonomi 
lebih cepat! Sebagaimana kenyataan yang dihadapi, dimana sistem kapitalisme 
itulah hubungan produksi termaju dijaman sekarang yang tidak bisa tidak TETAP 
berjalan, diberlakukan didunia ini! Tentu tidak bisa tidak siapapun harus ikuti 
sekalipun tidak SEPENUHNYA, dengan memberi BATAS pengembangan KESERAKAHAN, 
jangan biarkan keserakahan menggila-gila, sedang pemerintah yang berkuasa HARUS 
berusaha keras mengendalikan saja sebaik-baiknya, jangan biarkan terjadi 
pelanggaran UU dan bahkan mendorong kapitalis-kapitalis bisa berbuat sosial, 
... Nampaknya anda termasuk orang yang SERAKAH juga, pada saat seorang 
kapitalis sudah mau ikut membantu RAKYAT miskin, TETAP saja dianggap tidak ada 
artinya, sangat kecil dibandingkan dengan investasi ditempat lain, ... itulah 
KESALAHAN kebanyakan watak manusia! Sudah BAGUUUS, mereka mau berbuat baik, 
investasi didaerah terbelakang untuk bantu rakyat miskin, ... sebaliknya yang 
dirasakan mereka bukan hanya membuang lebih banyak waktu dan energi, harus 
berulangkali mengunjungi daerah-daerah pedalaman begitu sulit, masih menanggung 
resiko lebih BESAR usahanya gagal atau mandeg ditengah jalan, .... Saya 
melihatnya ini merupakan LANGKAH awal yang PERLU didorong lebih lanjut, dan 
juga tantangan bagi Pemerintah yang berkuasa untuk memberi kemudahan dan 
rangsang pada kapitalis-kapitalis untuk mau dan berani investasi 
didaerah-daerah pedalaman membantu mengentaskan rakyat miskin! Apalagi Wang kan 
sebelumnya juga sudah menanggung investasi pembangunan jalan tol sepanjang 
2000Km, ... kan tidak elok kalau disodok lu harus keluarkan sekian% dari 
seluruh kekayaan! Biarlah dibekerja sesuai kesadaran dan perhitungannya sendiri 
saja. Bukankah begitu?! Memang kalau diperhatikan di Tiongkok, dimana kapitalis 
baru muncul, masih berusia sangat muda, sekitar 30 tahunan saja, jadi semangat 
untuk cepat kaya sangat tinggi, terdorong keserakahan orang bisa tidak peduli 
menerjang segala jalan pintas, apalagi HUKUM di RRT tertinggal dengan 
pertumbuhan ekonomi yang begitu dahsyatnya, jadi banyak pelanggaran terjadi. 
Pemalsuan merk saja mungkin tidak apa, tapi kalau sudah pemalsuan barang 
sampai-sampai tidak lagi pedulikan kemungkinan mematikan orang yang makan, 
sungguh celaka, ...! Disaat begini, untuk mengharapkan muncul filantropis tentu 
saja masih agak sulit. Tapi, dengan dimulai orang macam Wan Jianlin bersedia 
investasi 1,4 M di DanZhai adalah langkah awal yang cukup baik. Diharap saja 
bisa berlanjut dan bahkan diikuti oleh kapitalis-kapitalis lainnya, ... Saya 
pun SETUJUUU saja dengan pajak keuntungan ditarik lebih BESAR persentasinya 
setelah melewati batas atas, ... kabarnya memang begitu yang dijalankan 
Pemerintah TIongkok sekarang ini, bahkan sudah banyak pengusaha, khususnya 
modal-asing merasa sudah TIDAK produktif lagi di Tiongkok, ongkosnya sudah 
tidak untung lagi. Bukan saja upah buruh/karyawan naik cepat, pajak juga naik 
terlalu cepat. Sudah banyak pengusaha yang siap-siap untuk menyingkir pindah 
keluar ke negara-negara yang lebih MURAH, ke Vietnam, Asia tenggara termasuk 
Indonesia kembali, .... Salam,ChanCT From: Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
[GELORA45]Sent: Thursday, January 26, 2017 8:39 AMTo: YahoogroupsSubject: Re: 
[GELORA45] Pertumbuhan tidak Kurangi Kemiskinan 

Bung Chan, Kelihatannya anda sekarang menganut kapitalisme sejati bahkan kalau 
perlu para pengusaha dipajakin sekecil mungkin dan mengharapkan kemurahan hati 
mereka untuk memberi sumbangan/donation pada para fakir miskin. Atau mungkin 
penilaian saya salah? Terima kasih atas artikel Wang Jianlin dengan Wanda 
Group-nya yg membangun proyek pengentasan kemiskinan di kabupaten Danzhai 
senilai RMB 1.4 milyar itu (+/- $150 juta) yg meliputi pembangunan kampus 
Institut Teknik dan Penerapan (apakah Polytechnic maksudnya?), Kota Turis, dan 
Dana Utk Pengentasan Kemiskinan. Tentu ini merupakan upaya yg patut dipuji, 
semoga saja berhasil dan tidak ada orang miskin di kabupaten itu lagi. 
Sementara baru2 saja saya baca Wang Jianlin baru beli Nordic Cinema Chain 
senilai hampir $1 milyar dan sebelumnya investasi di Hollywood dgn membeli 
perusahaan yg memproduksi Jurasic World senilai $3.5 milyar. Menurut Forbes 
nilai kekayaan Wang Jianlin $31.5 milyar. Dibanding dgn kekayaan beliau proyek 
mega pengentasan kemiskinan di Danzhai itu cuman sebesar 0.4 percent relatif 
amat sangat kecil sekali, dibandingkan dgn investasi di gedung bioskop juga 
cuman seujung kuku. Saya lihat tidak begitu banyak taipan Tiongkok yg terlibat 
dalam proyek philanthropy skala besar seperti Wang Jianlin ini padahal di 
Tiongkok ada sangat banyak billioner dan milliuner, itupun nilai philanthropy 
Wang ini cuman seujung kuku dibanding nilai kekayaan beliau. Seandainya, 
pajak-nya dinaikkan sedikit saja katakanlah cuman naik 1 percent utk 
pengentasan kemiskinan yg dikenakan hanya utk milliuner dan billioner tentu hal 
ini tidak mempengaruhi bisnis mereka tetapi dana yg terkumpul tentu akan 
berlipat ganda dan bisa dipakai utk proyek2 pengentasan kemiskinan dibanyak 
kabupaten dan provinsi, ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Bung Goei yb, Dalam pengertian saya, PEMERATAAN selama masih hidup dijaman 
kapitalis, untuk menghilangkan kesenjangan sosial sangat sulit, dengan kata 
lain tidak mungkin! Jadi pemerataan itu baru akan terjadi dengan Rev. 
Sosialisme macam Lenin dan diikuti juga oleh Mao ditahun 1956 itu membasmi 
kapitalis! Hanya saja, karena masyrakat yang dihadapi di Rusia maupun TIongkok 
ketika itu masih sangat miskin dan terbelakang, yang terjadi yaa pemerataan 
kemiskinan. Sulit untuk merubah mencapai kemakmuran bersama. Bahkan Sovyet 
runtuh dengan sendirinya, dan RRT untuk bisa terus tumbuh berkembang lebih 
baik, Deng dengan berani melakukan koreksi atas kesalahan yang telah terjadi. 
Dan dalam 30 tahun terakhir ini mencapai kemajuan yang luar-biasa seperti yang 
kita saksikan bersama. Seandainya saja pemerataan itu mengambil jalan menahan 
perkembangan kapitalis-perseorangan, jangan kasih kapitalis-kapitalis itu 
menjadi kaya, ... katakanlah dengan penarikkan pajak keuntungan lebih BESAR 
lagi, sampai satu saat tentu akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi nasional 
melambat bahkan merosot, apalagi kalau sampai pada titik kegairahan kapitalis 
untuk investasi dan usaha dihancurkan. Akibatnya akan lebih celaka bagi 
buruh-karyawan yang jatuh penganggur, ... Maka, sampai sekarang belum saya 
lihat langkah ngerem, menahan pertumbuhan kapitalis di RRT ini dijalankan. 
Masih tetap dibiarkan tumbuh berkembang menjadi lebih KAYA, dan itu tentu saja 
membuat kesenjangan kaya-miskin juga lebih besar, sekalipun taraf hidup 
buruh/karyawan juga sudah terangkat jauh lebih baik. Yang saya perhatikan 
terakhir ini,  nampak usaha pemerintah mendorong kapitalis-kapitalis itu untuk 
ikut membantu mengentaskan kemiskinan yang masih ada didaerah 
pedalaman/pegunungan. Mendorong kesadaran Kapitalis-kapitalis yang baru tumbuh 
itu, ... bisa menjadi DERMAWAN. Akhir tahun yl. saya menemukan tulisan yang 
mengungkap bagaimana Wang Jianlin, kapitalis terkaya di RRT, di tahun 2014 
datang ke Kuizhou, berinvestasi 1,4 Milyar Yuan mengentaskan kemiskinan lebih 
38 ribu warga di kabupaten Danzhai, ... lebih dari 10 kali Wang harus 
berkunjung dan merancang bagaimana membangkitkan usaha didaerah pegunungan 
terbelakang dan miskin itu. Kapitalis terkaya ini datang sendiri berkunjung dan 
berbincang dengan warga miskin disitu.  Dimulai dengan bangun usaha peternakan 
babi, pengairan dan meningkatkan mutu air, pembangunan jalan, perkebunan teh 
dan, ... membangun sekolah untuk menampung anak-anak di kabupatan Danzhai. Bagi 
yang mengerti bhs. TIonghoa, untuk mengikuti laporan lengkapnya klik link: 
http://www.gelora45.com/news/RenMin_20170117.pdf Sungguh luar biasa! Bagaimana 
mungkin bisa dibayangkan ada kapitalis begitu baik-hati berusaha mengentaskan 
kemiskinan? Tapi, itulah KENYATAAN yang terjadi, bahkan Wang sebelumnya juga 
sudah ikut membantu membangun jalan tol sepanjang 2000 Km. Memang masalah 
mengentaskan kemiskinan didaerah pedalaman yang terbelakang, yaa mesti ada 
modal untuk bangun usaha, entah produksi kerajinan tangan, peternakan, 
pertanian atau perkebunan, biar warga disitu bisa dapat pekerjaan dan 
penghasilan yang lebih layak! Didoronglah kesadaran pengusaha-pengusaha 
berhasil itu untuk ikut membantu. Nah, yang juga saya perhatikan bagaimana 
mereka membangun DESA-DESA maju dan makmur, dengan jalan membagikan SAHAM 
koperasi-desa itu pada petani! Jadi setiap warga desa berubah menjadi kapitalis 
pemilik saham desa itu dan setiap tahun dapatkan pembagian bonus keuntungan 
yang didapat hasil kerja bersama. Begitu cara mereka mempercepat peningkatan 
kekayaan rakyat banyak yg semula sangat miskin itu.
Seandainya saja, kecepatan petani-petani itu menjadi makmur bisa lebih cepat 
lagi tentu kesenjangan sosial juga menjadi berkurang, bukan yang sudah kaya 
diatas ditarik turun, tapi mempercepat yang miskin dibawah itu terangkat naik 
keatas lebih makmur! Inilah menurut saya jalan terbaik, ... dengan demikian 
akan membuat perputaran roda ekonomi nasional bisa terus maju lebih cepat. 
Salam,ChanCT
From: jonathangoeij@... [GELORA45]Sent: Wednesday, January 25, 2017 10:34 AMTo: 
[email protected]: Re: [GELORA45] Pertumbuhan tidak Kurangi 
Kemiskinan 
bisakah anda menjelaskan lebih lanjut bagian yg ini dgn sedikit contoh.

kutipan:Nampaknya Tiongkok sedang berusaha mendorong konglomerat-konglomerat 
itu ikut aktif mengentaskan warga kemiskinan yang tertinggal, ... investasi 
didaerah pedalaman,  penggunungan yang miskin dan terbelakang.

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Kesenjangan sosial yang masih terjadi di Tiongkok tidak perlu disangkal, itulah 
kenyataan yang ada! Tapi, adalah juga kenyataan bahwa Tiongkok telah berhasil 
mengangkat lebih 600 juta rakyatnya lepas dari kemiskinan dan sekarang masih 
tertinggal lebih 50 juta yang masih hidup digaris kemiskinan yang targetnya 
akan diselesaikan sebelum tahun 2020 yad, dan, ... ada ahli ekonomi yang berani 
menyatakan lebih dari 300 juta warga Tiongkok sudah masuk lapisan 
menengah-atas. Nampaknya Tiongkok sedang berusaha mendorong 
konglomerat-konglomerat itu ikut aktif mengentaskan warga kemiskinan yang 
tertinggal, ... investasi didaerah pedalaman, penggunungan yang miskin dan 
terbelakang. Salam,ChanCT From: jonathangoeij@... [GELORA45]Sent: Tuesday, 
January 24, 2017 12:35 PMTo: [email protected]: Re: [GELORA45] 
Pertumbuhan tidak Kurangi Kemiskinan  
bagaimana dgn ini: The average figure, however, is skewed by the huge disparity 
between urban and rural incomes. Urban households’ per capita income was 29,831 
yuan – almost $4,500 a year. Rural households have a per capita income of only 
9,892 yuan – about $4 dollars a day.
http://www.realclearworld.com/articles/2016/09/16/china_is_still_really_poor_112050.html
 
---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :

Bagimsna dgn Tiongkok?


Kirim email ke