AGRA, Kecam Pembubaran dan Penangkapan Peserta Asksi Tolak Raja Salma
2 Maret, 2017


Jakarta, 2 Februari 2017. Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria, 
mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang melakukan intimidasi, pembubaran 
dan penangkapan terhadap sekitar 12 orang peserta aksi di depan kedutaan besar 
Saudi Arabia di Jl. Rasunan Said (2/2). Untuk mengecam kunjungan Raja Arab dan 
kesepakatan kerjasamanya.
Aksi di Kedutaan besar Arab Saudi adalah aksi damai, untuk menyuarakan dan 
menuntut kepada pemerintah Saudi Arabia dan juga Pemerintah Indonesia agar 
memberikan pembebasan terhadap 25 buruh migran di Arab yang terancam hukuman 
mati, dan menuntut adanya perlindungan bagi buruh Migran dari kekerasan, 
intimidasi, pemerkosaan, pembunuhan dan perdagangan.
AGRA menilai tindakan aparat keamanan pemerintahan Jokowi-JK ini sangat 
berlebihan dan ini menunjukan sikap dari pemerintah yang memang hanya 
mengedepankan kepentingan Investor semata di Indonesia. Pertemuan Pemerintah 
Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi telah menghasilkan 11 Nota Kesepahaman yang 
terkait kerjasama ekonomi, keuangan, perdagangan, pendidikan, penerbangan, 
kesehatan, kebudayaan dan keamanan.

Pemerintah Indonesia hanya mengejar komitmen investasi 25 miliar Dollar AS dari 
Arab Saudi dapat terealisasi, termasuk investasi perusahaan tambang besar milik 
Arab yakni Aramco senilai 6 miliar USD untuk pembangunan kilang di Cilacap dan 
kerjasama dengan Pertamina. Sebaliknya Arab Saudi memiliki kepentingan besar 
untuk mengatasi krisis ekonominya, sehingga mereka gencar menanam investasi di 
luar negeri agar dapat memutar kembali modalnya yang mandeg, dimana modal 
didapatkan dari keistimewaan puluhan tahun oleh imperialis Amerika Serikat 
sebagai sekutu lamanya. 
Karenanya, wajar kemudian sambutan begitu mewah dan istimewa mengiringi Raja 
Salman dilakukan oleh Pemerintah Jokowi karena ada investasi besar yang 
dinantikan.Investasi yang akan ditanamkan oleh Saudi Arbia di Indonesia, tidak 
akan jauh berbeda dengan Investasi-Investasi dari asing lainya, Investasi 
pembiayaan proyek pembangunan hanya akan melahirkan perampasan tanah, 
pengangguran dan kemisinan di Indonesia yang mendorong meningkatnya migrasi 
keluar negeri. 
Investasi ini tidak akan berbeda dengan proyek pembangunan waduk Jati gede yang 
telah mengusir 11 ribu kepala keluarga, pembangunan Bandara Internasional Jawa 
Barat (BIJB) Kertajati, Investasi raja Arab tidak akan berbeda dengan 
pembangunan bandara di kulonprogo, dan berbagai proyek-proyek pembangunan yang 
melayani kepentingan Investasi, untuk memutarkan modal mereka dan mengeruk 
sumber kekayaan alam di Indonesia.
Oleh karenya, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) yang merupakan organisasi 
nasional yang menghimpun, kaum tani, nelayan dan sukubangsa Minoritas, menuntut 
kepada aparat kepolisian untuk segera membebaskan seluruh peserta aksi yang 
ditangkap.
Kami juga menuntut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan 
kerjasama Investasi yang hanya melayani kepentingan asing di Indonesia dan 
mengorbankan Rakyat Indonesia.
Secara khusus Kami menuntut kepada pemerintah untuk membuat perjanjian dengan 
pemerintah Arab untuk memberikan perlindungan bagi rakyat Indonesia yang 
bekerja di Arab Saudi.

Kirim email ke