Dari milis lain :
Percayalah Qur'an tidak boleh diinterpretasi oleh awam. Sepanjang hidup
saya telah menyaksikan banyak kematian bila hal ni dilakukan entah dibunuh
dengan senjata tajam , dibakar , ditembak , ditusuk bambu runcing atau
lain-lain.
Mungkin anda belum pernah mengalaminya atau menyaksikannya, namun saya
sering melihatnya sendiri disamping rumah 5 (lima) kali dibakar habis di
pelbagai kota. Jadi cobalah mempercayai saksi mata - sekalipun itu
kelihatannya tidak mungkin menurut logika umum atau Kristiani.
Disamping ini , saya telah berpuluh tahun sebagai anggota HAAK (Hubungan
Antar Agama dan Kepercayaan) cukup faham pemikiran mereka. Namun anda
bebas untuk percaya atau tidak.
Hanya ulama yang boleh melakukannya , awam HARUS menurut - disuruh jihad ya
harus mau. Ulama tidak pernah jihad , hanya memprovokasi.
Itulah bahayanya kalau ulamanya se kwalitas Ba'asjir atau Habib Habib macam
Habib Rizieq.
Jadi ulamanya lah sumber pertentangan - merekalah yang menyuruh membunuh
anggota Ahmadiyah , menyulut saling bunuh Syiah - Sunni - Baha'i atau Sufi
Sufi Islam atau Kejawen sekalipun ( contoh dibunuhnya Syech Sitti Jenar).
Interpretasi ulama tiap sekte berlaku mutlak seperti perintah Allah.
Kalau anda awam , sekalipun sarjana Islam atau awam muslim atau non muslim
jangan coba-coba menginterpretasi. Tiap tiap mesjid atau nushola mengikuti
seketnya masing- masing , dan tak pernah awam / umat mesjid sekte tertentu
bersedia hadir atau mendengarkan kutbah sekte berlainan.
Saya punya 5 teman non Muslim laki laki dan wanita , ahli dan sarjana Islam
dan fasih lisan tulisan bahasa Arab serta mengajar dipelbagai perguruan
Islam saja tidak berani memberanikan interpretasinya di perguruan tempat
mereka mengajar . Interpretasi yang diberikan selalu sejalan pandangan
ulama tempat mereka mengajar , tidak pernah sama. In Rome do what Romans
do. Ahli ahli Islam Israel faham benar hal ini - penduduknya saja WAJIB
faham dan fasih bahasa Arab. Tidak ada negara atau orang yang mengenal
Islam sebaik orang atau negara Israel.