Nyonya Liu melakukan pembunuhan2 yg anda katakan dibawah dan pantas ditahan
rumah?Anda itu suka ngelantur dan menghubungkan kehal yg tidak berkaitan.
On Tuesday, July 18, 2017 9:30 AM, DR. Alexander Tjaniago
<[email protected]> wrote:
Bung ChanCT,
Siapa saja dan apapun bentuknya dalam memusuhi RRT akan mendapat Hadiah Nobel
dan akan menjadi Pahlawan Dunia Barat,
tetapi pembunuhan sekitar 4 juta Warganegara Iraq dan Libya, Ratusan Ribu
Warganegara Yugoslovakia, pembunuhan Warganegara Afghanistan
selama 25 Tahun ini oleh Demokrasi Barat/USA & NATO,itu dinamakan Kemanusiaan
dan Demokrasi. dan akan ditulis besar-besar, dan di
mamahbiak oleh semua yang anti RRT dan anti hubungan kemanusiaan yang
menghargai souverenitas sebuah negara.
--------------------------------------------
Pada Sen, 17/7/17, 'Chan CT' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> menulis:
Judul: Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap
pegiat HAM yang wafat
Kepada: [email protected], [email protected]
Tanggal: Senin, 17 Juli, 2017, 8:12 AM
Memangnya nonya Liu
diapakan???
From: [email protected]
[GELORA45]
Sent: Monday, July 17, 2017 1:01 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional
kritik perlakuan Cina
terhadap pegiat HAM yang wafat
Bagaimana dengan Nyonya
Liu?
---In
[email protected], <SADAR@...> wrote :
Goei: Liu adalah seorang pemenang nobel,
... tahanan
politik yg "kesalahannya" karena mempunyai
pandangan politik yg berbeda dgn
pihak penguasa itu saja.
Chan:
Jelas
pengangkatan LiuXB pemenang
Nobel-Perdamaian adalah permainan politik barat yang sangat
ngaco! Perdamaian
apa yang digiatkan Liu??? Padahal kenyataan sebaliknya,
bukan perdamaian, tapi
kekacauan, kerusuhan bahkan MENGORBANKAN kw2 untuk
mencapai tujuan
politiknya, gulingkan Pemerintah RRT! Padahal itulah sikap,
tindakan radikalis
yang TIDAK BEDA dengan radikalis pengibar panji Islam!
BIADAB dan sangat, SANGAT
TIDAK MANUSIAWI! Yang HARUS DIKIUTUK rakyat sedunia, ...!
Ini pertama.
Kedua, agar anda ketahui, di Tiongkok
ini sangat buaanyaak
orang punya beda pendapat, bahkan anggota PKT yang juga
mengkritik politik yang
sedang dijalankan, baik dari sudut pandang ekstrim kiri,
Maois maupun daari
sudut pandang kanan, yang cenderung ke pandangan Sosial
Demokrat. Dan adalah
juga kenyataan, selama mereka tidak bersikap berlebih,
melampaui batas tentu
tidak apa2, TIDAK ada yang ditahan apalagi dipenjarakan.
Sedang Liu XB
masalahnya bukan pendapat beda, tapi dia sudah menjadi kaki
tangan NGO asing,
termasuk CIA saja! Macam Joshua Wong di HK itu,
...
Ketiga, masalah perawatan kesehatan dan
pengaturan kremasi dan
pelarungan abu di laut, jelas sudah disampaikan abang Liu,
Liu XaoGuang yang
menyatakan berterimakasih pada pemerintah dan PKT telah
memberikan perawatan dan
pengaturan jenasah LiuXB dengan sebaik-baiknya dan sesuai
permintaan keluarga.
Lalu, apa yang masih perlu diributkan lagi???
Salam,
ChanCT
From: jonathangoeij@...
[GELORA45]
Sent: Monday, July 17, 2017 11:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional
kritik perlakuan Cina
terhadap pegiat HAM yang wafat
Melihat diskriminasinya
tentu tidak bisa seperti itu, Liu adalah
seorang pemenang nobel, merupakan seorang
extraordinary among the
extraordinaries, lagipula Liu bukanlah kriminal melainkan
tahanan politik
yg "kesalahannya" karena
mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn pihak penguasa
itu saja.
Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya kalau dunia
internasional memperhatikan
secara khusus, sama saja bila terjadi pd pemegang nobel
perdaimaian yg lain
katakanlah pd Malala, Nelson Mandela, ataupun Aung San Suu
Kyi, ataupun pd
tingkatan yg lebih rendah sedikit pd Ahok ataupun Joshua
Wong.
Ahok saya pandang lebih dari seorang
tahanan politik daripada
kriminal penista agama. Kesalahan beliau karena sebagai
orang Tionghoa dan juga
non Islam berani2nya terjun kedalam dunia politik dan
mempunyai prospek besar
jadi presiden sehingga hanya kasus omongan yg sebenarnya
tidak ada apa2nya
dipolitisir dan kriminalisasi sedemikian rupa.
Tentang pengobatan di Tiongkok memang
ada kemungkinan besar
dalam beberapa bidang tertentu justru lebih maju dari
pengobatan dunia barat
mengingat sejarah pengobatan yg sedemikian lama, hal yg juga
terbukti dgn
menangnya Tu Youyou dalam Nobel Medicine.
Yg saya angkat bukanlah masalah apakah
pengobatan di Tiongkok
maju atau tidak, tetapi apakah Liu
mendapat perhatian dan perawatan yg
sepantasnya.
---In [email protected],
<bhjo@...> wrote :
Kalau bukan di
politisasi, apalagi??? Doctor from MD Anderson Cancer Center
in Houston/Texas
and doctor from University of Heidelberg in Germany HAS NO
BUSSINESS to come to
China to see Liu (pemberontak-teroris).
1) Di China, ada ribuan atau ratusan
ribuan orang yg. kena
kanker hati sebab di China (dan juga di Asia) banyak yg.
kena infeksi kronis
hati (Chronic Hepatitis) sebagai penyebab kanker hati.
Kenapa mereka tidak di
datangi oleh dokter dari Amerika atau Jerman? Karena Liu
pemenang Hadiah Nobel
maka dia di datangi utk. propaganda Barat. Selain itu,
apakah bukan suatu
diskriminasi terhadap penderita2 kanker hati lain di China,
yg. disebut saja
tidak (tidak ada harganya)?
2) Karena China banyak penderita kanker
hati, belum tentu
terapi di Amerika dan Jerman lebih baik daripada di China
karena dokter2 China
lebih banyak berpengalaman dalam bidang penyakit ini,
terutama dibidang
operasinya. Jadi juga propaganda utk menjelekkan
China.
BH Jo
---In [email protected],
<jonathangoeij@...> wrote :
Yg
meminta dirawat di Jerman atau Amerika itu Liu sendiri
"He
said his first preference would be Germany, but if that
wasn’t workable, then
the United States would be fine, too."
California pernah di-sued oleh keluarga inmate yg
meninggal dipenjara
karena tidak mendapat perawatan pengobatan yg selayaknya, di
pengadilan
California kalah dan akibatnya diadakan overhaul penanganan
kesehatan inmate2
itu. Saat ini masalah kesehatan diperhatikan penuh bahkan
banyak yg menyindir
perawatan tingkat Kaiser Permanente bagi inmate. Masalah
sindiran itu benar atau
tidak saya tidak tahu jelas, tetapi dalam pandangan saya
inmate itu tidak punya
kebebasan mencari perawatan dokter atau rumah sakit sehingga
sudah selayaknya
penanganan kesehatan dijamin sepenuhnya oleh negara.
Tidak tahu bagaimana dgn Tiongkok?
---
The
doctors, Joseph M. Herman of the University of Texas MD
Anderson Cancer Center
and Markus Büchler of the University of Heidelberg, who
evaluated Mr. Liu on
Saturday, said he had indicated that he wanted to be sent
abroad for the
remainder of his treatment.
“While
a degree of
risk always exists in the movement of any patient, both
physicians believe Mr.
Liu can be safely transported with appropriate medical
evacuation care and
support,” the doctors said in a joint statement.
They added that they
were willing to provide Mr. Liu such care.
Shang
Baojun, a lawyer who represented Mr. Liu at his trial in
2009 on charges of
state subversion, said by phone, “He
said his first
preference would be Germany, but if that wasn’t workable,
then the United States
would be fine, too.”
https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html
---In
[email protected], <bhjo@...> wrote :
Benar
inilah kejahatan negara2 Barat dimana kematian si
pemberontak-teroris LiuXB
dipolitisasi. Dia meninggal karena kanker hati. Di Amerika
atau Eropa, orang yg.
kena kanker hati juga biasanya akan mati dgn. terapi apa
saja. Koq katanya mesti
dirawat di Amerika atau Jerman, ya juga si pemberontak akan
mati disana. Kecuali
kalau kanker/tumornya masih kecil dan belum menyebar ke
organ2 lain, yg. jarang
sekali terjadi (dimana terapinya adalah transplantasi
hati).
BH
Jo
---In
[email protected], <SADAR@...> wrote :
Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo
ini dipotisasi oleh
barat saja, dari pengangkatan Hadiah Nobel, sampai
kematian-nya kemarin ini.
Tapi mereka TIDAK BERHASIL melihat kenyataan
kelemahan/kegagalan fatal LiuXB
yang mereka usung pejuang HAM itu! LiuXB gagal mengatasi
beban pikirannya
sendiri! Beban pikiran hidup dalam penjara itulah yang
membuat kena kanker dan
mati-muda, ...
Pertama, sebagai pejuang HAM yang
mengatas namakan
kemanusiaan, jelas tokoh2 pegiat DEMOKRASI dalam
melancarkan aksi Tian An
Men, 4 Juni 1989 itu, justru yang mengabaikan kemanusiaan!
TIDAK lebih dahulu
mengambil keputusan MENYELAMATKAN pendemo! Sebaliknya,
justru mengambil sikap
hendak mengorbankan pendemo2, darah mereka yang meembanjiri
lapangan Tian An Men
untuk menekan roboh Pemerintah Tiongkok! Itulah seruan Chai
Ling, pimpinan-aksi
lapangan Tian An Men, yang menyerukan pendemo BERTAHAN,
tidak mundur sampai
batas ultimatum membersihkan lapangan Tian An Men! Dan
akhirnya membuat Chai
Ling bertobat menjadi Kristianis-taat, menyimpulkan
seandainya saja dia ketika
itu sudah mengenal TUHAN, tentu harus lebih dahulu
menyelamatkan kawan
seperjuangan, membubarkan dan mempersihkan pendemo-pendemo
di lapangan Tian An
Men sebelum jam ultimatum tiba dan dengan demikian TIDAK
teerjadi seorang korban
pun! Itupula teriak seorang ibu yang anaknya jadi KORBAN di
Lapangan Tian An
Men, pada saat Wu Erkaisi menghibur ibu ini, jangan kalian
besar-besarkan angka
korban dimalam hari itu! Makin besar angka KORBAN makin
BESAR TANGGUNGJAWAB
kalian!
Chai Ling sebagai Kristianis bahkan
berani mengklaim, selama
25 tahun ini (memperingati Tragedi Tian An Men ditahun 2014
– BBC), warga
Tiongkok sudah lebih 100 juta yang menganut agama Kristen!
Bahkan sesumbar,
yakin RRT akan berubah beradab dengan maraknya agama Kristen
didaratan TIongkok,
... dan akhirnya mengalahkan paham komunis. Heheheee,
...
Chai Ling
menyembayangi korban Tian An Men. Chai Ling
ditahun 2014 – Ming Bao/Harian
Ming
Sayang, seribu sayang, sekalipun tokoh2
utama Pegiat DEMOKRASI
di lapangan Tian An Men ini sudah “menyadari KESALAHAN”
perjuangan mereka, tapi
nampaknya BELUM ada KEBERANIAN membuat satu KESIMPULAN
bersama dimana KESALAHAN
dan bagaimana seharusnya melancarkan perjuangan dan
memenangkan perjuangan
mencapai TUJUAN! Hanya sekali-kali suaranya TETAP digunakan
untuk terus membakar
kegiatan demokrat, khususnya menentang pemerintah Tiongkok
yang masih komunis
itu!
Setiap orang boleh2 saja mempunyai
pikiran/pendapat berbeda,
bahkan menentang Pemerintah pusat sekalipun. Hanya saja
harus dipikirkan
baik-baik bagaimana memperjuangkan dan memenangkan dengan
pengorbanan sekecil
mungkin, tidak asal seruduk tanpa mempedulikan berapa besar
korban yang terjadi!
Tanpa peduli mengambil jalan BUNUH DIRI dengan tidak
pedulikan berapa besar
KORBAN yang jatuh! Itu namanya membenturkan telor pada batu.
Setelah jatuh
korban, ... berapapun angka sesungguhnya, kenyataan TIDAK
SATU pun tokoh2
utamanya jatuh KORBAN! Semua lolos dan akhirnya hanya
mencari hidup
menyelamatkan diri sendiri2 tanpa membuat kesimpulan agar
pejuang lain tidak
meneruskan kesalahan mereka. Dan ternyata kesalahan mereka
itu justru yang
dilanjutkan oleh pejuang DEMOKRAT di HK denganmelancarkan
aksi demo mengangkangi
jalan2 utama di HK akhir tahun 2014! Masih beruntung lah
pejuang2 Demokrat HK,
pemerintah Pusat dan HK ketika itu, telah merubah sikap
perjuangan, TIDAK
MENINDAS dengan KEKERASAN! Membiarkan mereka kewalahan
sendiri harus hidup-tidur
dijalan dan akhirnya menyerah sendiri setelah hampir 2
bulan!
Kedua, Ada pendapat sementara dokter,
termasuk sinshe (dokter
tradisional Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT
menentukan KESEHATAN
seseorang! Pikiran sedih, kecewa, stress, ... yang merupakan
beban pikiran
berkepanjangan itulah yang mengakibatkan bermacam penyakit!
Siapa bisa mengobati
dan mencegah perkembangan penyakit LiuXB? Ya, ... Liu
sendirilah! Tiada obat
mujarab kecuali Liu berhasil melepas beban pikiran hidup
dipenjara! Liu seorang
pejuang yang tidak memperhitungkan konsekwensi perjuangan,
sikap yang dijalankan
selama ini dalam melawan Pemerintah. Setelah dijatuhi
hukuman dan melewati
kehidupan di penjara, jelas Liu TIDAK berhasil melepas BEBAN
PIKIRAN nya dan
akibatnya kena kanker! Artinya pengobatan sebaik apapun
TIDAK akan menyembuhkan,
kecuali dia diberi KEBEBASAN diluarnegeri! Dan itu tentunya
menyalahi HUKUM,
...
Mengapa pihak kedokteran Tiongkok
terlambat mengetahui kanker
LiuXB, diketahui setelah serius ddn dimasa akhir? Mungkin
masih bisa
diperdebatkan, ... tapi pernyataan pihak RS tidak tepat
membawa Liu berobat
diLN, adalah keputusan TEPAT! Buktinya tidak lebih beberapa
hari penyakit Liu
merosot drastis dan mati juga! Itulah kenyataan yang
terjadi, kecuali memang
menghendaki Liu mati diatas pesawat??? Bukankah dengan
begitu lebih tidak
manusiawi??? Atau memang bertujuan bikin ribuuuut
saja!
Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya adalah
akibat KESALAHAN
dirinya sendiri, ... tidak ada yang perlu dibesarbesarkan
apalagi dipuja-puji
dan dihormati! Biarlah LiuXB pergi meninggalkan dunia fana
ini dengan penuh
ketenangan dan seperti abangnya menyatakan, atas nama
keluarga Liu bersyukur dan
berterimakasih pada Pemerintah dan PKT tetap
memperlakukannya sebagai manusia
yang perlu dilayani pengobatan dan menyelesaikan
akhir-hidupnya.
Salam,
ChanCT
From: jonathangoeij@...
[GELORA45]
Sent: Sunday, July 16, 2017 1:22
AM
Dunia
internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang
wafat
14
Juli 2017
Tautan
eksternal dan akan terbuka di layar baru
Bagikan
artikel ini dengan Facebook Bagikan
artikel ini dengan Twitter Bagikan
artikel ini dengan Messenger Bagikan
artikel ini dengan Email Kirim
Hak
atas fotoLIU
XIA / HANDOUTImage
captionLiu
Xiaobo meraih Nobel Perdamaian 2010. Dia meninggal dunia
akibat kanker
liver.
Cina
menghadapi berbagai kritik dari dunia internasional atas
perlakuan terhadap Liu
Xiaobo, pegiat hak asasi yang meninggal dunia pada usia 61
tahun akibat kanker
liver.
Komite
Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung
'tanggung jawab besar'
atas kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada
2010.
Di
samping menyebut kematian Liu "terlalu dini",
Komite Nobel juga menyatakan sikap
Cina yang menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri
"sangat
mengganggu".
Menanggapi
kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan Liu
adalah urusan dalam
negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam
posisi untuk membyat
pernyataan yang tidak patut".
Duka
pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu
Xiaobo
Pembangkang
Cina dibebaskan untuk berobat kanker
Seruan
agar Cina bebaskan Liu Xiaobo
Menteri
Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa
berobat ke luar
negeri.
"Cina
kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara
cepat, transparan,
dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui
jauh sebelumnya," kata
Gabriel.Hak
atas fotoHANDOUPT/AFPImage
captionLiu
Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, pada tahun 2002. Sejumlah
pihak kini mendesak
pemerintah Cina membebaskan Liu Xia untuk bepergian ke luar
negeri.
Pernyataan
senada dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris
Johnson.
"Liu
Xiaobo seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar
negeri, yang
berulang kali ditolal aparat Cina. Ini tindakan yang salah
dan kini saya
mendesak mereka mencabut semua pelarangan terhadap janda
Liu," kata Johnson.
Pemerintah
Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk menjalani
perawatan. Larangan itu
disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan
bahwa dia sudah
terlalu sakit untuk melakukan perjalanan.
Namun
seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat—yang beberapa
waktu lalu mengunjungi
dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di
Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo masih
mampu melakukan perjalanan.
Setelah
Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis
meminta kepada Cina
untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar
negeri.
Permintaan
ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid
Ra'ad Al Hussein,
yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu
Xia."Hak
atas fotoGETTYImage
captionLiu
Xiabo pertama kali dikenal pada masa unjuk rasa terkenal di
Lapangan Tiananmen,
Beijing, tahun 1989.
'Kekuatan
Barat' mempolitisasi
Pernyaan
resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan:
"Penanganan kasus Liu Xiaobo
merupakan urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing
tidak berada dalam
posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut".
Sebagaimana
dikutip kantor berita Xinhua,
juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang,
menambahkan bahwa pejabat
kesehatan Cina telah mengerahkan upaya penuh untuk merawat
Liu.
Sebuah
surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial
yang menuding
'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.
Sejumlah
koresponden mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina
sangat sepi. Kantor
berita Xinhua
dan CCTV
hanya merilis pernyataan singkat pada situs berbahasa
Inggris bahwa Liu
Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal
dunia.
Harian
Global
Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina
menerbitkan editorial
berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban
penyesatan" Barat.
"Pihak
Cina senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa
kekuatan Barat selalu
mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan
perawatannya sebagai
isu 'hak asasi'."
Di
media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah
disensor. Sejumlah komentar
dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji
lilin.