Hebat juga tukang pijat ini. Jadi penyambung lidah orang2 lain yang datang
minta pijat sambil cerita2.

2017-07-19 4:00 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service
Indonesia]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> Saya kemarin pijat, sambil pijetan tukang pijetnya cerita ngalor ngidul
> soal Balikpapan.
>
> Dibalikpapan saat ini sedang membangun jalan tol, apa benar hutan lindung
> jika mau dipakai jalan tol harus mendapat ijin dari amerika,
>
> karena disana ada wanariset milik international. Katanya di hutan lindung
> amerika menaruh antena parabola supaya satelit nasa bisa memantau keadaan
> di Indonesia.
>
> Saya sik tidak terlalu banyak menanggapi, karena beliau cuma tukang pijat
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Wednesday, July 19, 2017 8:45 AM
> *To:* [email protected]; [email protected]; DR. Alexander Tjaniago <
> [email protected]>; [email protected]
> *Subject:* [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik
> perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat
>
>
>
>
>
> Bung Tjaniago dan Bung Jo yb,
>
>
>
> Dunia memang jadi terbalik-balik oleh sikap dan sepak-terjang AS yang
> dijadikan patokan, ... yang berlawanan dan menentang SALAH! Sudah TIBA
> saatnya kita balik tegak kembali sesuai nalar manusia SEHAT!
>
>
>
> Bagaimana bisa seorang yang membenarkan dan menyetujui
> penyerangan/PEMBUNUHAN jutaan penduduk di Iraq dan Afganistan, koq bisa
> dikasih Hadiah Nobel-PERDAMAIAN/PEACE! Ini kan kelanjutan dari PEMBENARAN
> pelemparan BOM-ATOM AS di Hiroshima-Nagasaki yang membunuh ratusan-ribu
> RAKYAT tidak berdosa! Satu perbuatan terkutuk yang kejam, sangat, sangat KEJAM
> mengatas-namai menghentikan perang, PERDAMAIAN. Lalu, sekarang membenarkan
> AS menyerang Iraq, Afganishtan juga serangan balas 911, membasmi radikalis
> Islam, ... TANPA berani melihat kenyataan banyak mana KORBAN JIWA yang
> jatuh, Islam radikal yang dijadikan sasaran hendak dibasmi itu dengan warga
> yang tidak berdosa dan TIDAK SEHARUSnya mati dan cacad, khususnya anak2 dan
> kaum perempuan!!! Dan, ... setelah sekian puluhan tahun aksi penyerangan,
> intervensi, mengobok-obok urusan dalam negeri Arab sampai sekarang ini
> BELUM juga ada bayangan akan berakhir! Sebaliknya Trump sudah berteriak
> menyatakan kewalahan dengan biaya yang begitu BESAR, ...! Lalu??? Masih
> saja ngotot membenarkan politik agresif gebuk negara2 Arab demi perdamaian?
> Atau harus dilanjutkan dengan diperluas juga menyerang Korea-Utara sekalian
> untuk hancurkan RRT yg sudah tumbuh menjadi pesaing kuat bahkan ancaman?
> BUNUH DIRI, biar sama-sama mampus dan dunia kiamat???
>
>
>
> Dimana lagi DEMOKRASI dan HAM yang kalian tgeriakkan sekuat2nya itu???
> Kenyataan yang dijalan AS, memaksa orang lain, negara lain yang berbeda
> sama dengan dirinya dengan KEKERASAN! Apanya yang DEMOKRASI, Apanya lagi
> yang bisa dibilang mengutamakan HAM??? Yang diributkan melulu sikap RRT
> terhadap orang beda pendapat macam LiuXB, yg nampak makin jelas agen CIA
> itu! Sampai2 Trump sedih KEHILANGAN LiuXB! Hehehee, ...
>
>
>
> Salam,
>
> ChanCT
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] [GELORA45]
>
> *Sent:* Wednesday, July 19, 2017 12:51 AM
>
> *To:* [email protected]
>
> *Subject:* Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina
> terhadap pegiat HAM yang wafat
>
>
>
>
>
> Setuju sekali dgn. Bung Tjaniago. Wong si Liu menyetujui
> penyerangan/PEMBUNUHAN jutaan penduduk di Iraq dan Afganistan, koq dikasih
> Hadiah Nobel utk. PERDAMAIAN/PEACE.
>
>
>
> ---In [email protected], <yskp45@...> wrote :
>
> Bung ChanCT,
>
> Siapa saja dan apapun bentuknya dalam memusuhi RRT akan mendapat Hadiah
> Nobel dan akan menjadi Pahlawan Dunia Barat,
> tetapi pembunuhan sekitar 4 juta Warganegara Iraq dan Libya, Ratusan Ribu
> Warganegara Yugoslovakia, pembunuhan Warganegara Afghanistan
> selama 25 Tahun ini oleh Demokrasi Barat/USA & NATO,itu dinamakan
> Kemanusiaan dan Demokrasi. dan akan ditulis besar-besar, dan di
> mamahbiak oleh semua yang anti RRT dan anti hubungan kemanusiaan yang
> menghargai souverenitas sebuah negara.
> --------------------------------------------
> Pada Sen, 17/7/17, 'Chan CT' SADAR@... [GELORA45] <
> [email protected]> menulis:
>
> Judul: Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap
> pegiat HAM yang wafat
> Kepada: [email protected], jonathangoeij@...
> Tanggal: Senin, 17 Juli, 2017, 8:12 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Memangnya nonya Liu
> diapakan???
>
>
>
>
>
> From: jonathangoeij@...
> [GELORA45]
> Sent: Monday, July 17, 2017 1:01 PM
> To: [email protected]
>
>
> Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional
> kritik perlakuan Cina
> terhadap pegiat HAM yang wafat
>
>
>
>
>
> Bagaimana dengan Nyonya
> Liu?
>
> ---In
> [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
>
>
>
>
> Goei: Liu adalah seorang pemenang nobel,
> ... tahanan
> politik yg "kesalahannya" karena mempunyai
> pandangan politik yg berbeda dgn
> pihak penguasa itu saja.
>
>
> Chan:
>
> Jelas
> pengangkatan LiuXB pemenang
> Nobel-Perdamaian adalah permainan politik barat yang sangat
> ngaco! Perdamaian
> apa yang digiatkan Liu??? Padahal kenyataan sebaliknya,
> bukan perdamaian, tapi
> kekacauan, kerusuhan bahkan MENGORBANKAN kw2 untuk
> mencapai tujuan
> politiknya, gulingkan Pemerintah RRT! Padahal itulah sikap,
> tindakan radikalis
> yang TIDAK BEDA dengan radikalis pengibar panji Islam!
> BIADAB dan sangat, SANGAT
> TIDAK MANUSIAWI! Yang HARUS DIKIUTUK rakyat sedunia, ...!
> Ini pertama.
>
> Kedua, agar anda ketahui, di Tiongkok
> ini sangat buaanyaak
> orang punya beda pendapat, bahkan anggota PKT yang juga
> mengkritik politik yang
> sedang dijalankan, baik dari sudut pandang ekstrim kiri,
> Maois maupun daari
> sudut pandang kanan, yang cenderung ke pandangan Sosial
> Demokrat. Dan adalah
> juga kenyataan, selama mereka tidak bersikap berlebih,
> melampaui batas tentu
> tidak apa2, TIDAK ada yang ditahan apalagi dipenjarakan.
> Sedang Liu XB
> masalahnya bukan pendapat beda, tapi dia sudah menjadi kaki
> tangan NGO asing,
> termasuk CIA saja! Macam Joshua Wong di HK itu,
> ...
>
> Ketiga, masalah perawatan kesehatan dan
> pengaturan kremasi dan
> pelarungan abu di laut, jelas sudah disampaikan abang Liu,
> Liu XaoGuang yang
> menyatakan berterimakasih pada pemerintah dan PKT telah
> memberikan perawatan dan
> pengaturan jenasah LiuXB dengan sebaik-baiknya dan sesuai
> permintaan keluarga.
> Lalu, apa yang masih perlu diributkan lagi???
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
>
>
>
>
> From: jonathangoeij@...
> [GELORA45]
> Sent: Monday, July 17, 2017 11:40 AM
> To: [email protected]
>
> Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional
> kritik perlakuan Cina
> terhadap pegiat HAM yang wafat
>
>
>
>
>
>
> Melihat diskriminasinya
> tentu tidak bisa seperti itu, Liu adalah
> seorang pemenang nobel, merupakan seorang
> extraordinary among the
> extraordinaries, lagipula Liu bukanlah kriminal melainkan
> tahanan politik
> yg "kesalahannya" karena
> mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn pihak penguasa
> itu saja.
> Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya kalau dunia
> internasional memperhatikan
> secara khusus, sama saja bila terjadi pd pemegang nobel
> perdaimaian yg lain
> katakanlah pd Malala, Nelson Mandela, ataupun Aung San Suu
> Kyi, ataupun pd
> tingkatan yg lebih rendah sedikit pd Ahok ataupun Joshua
> Wong.
>
> Ahok saya pandang lebih dari seorang
> tahanan politik daripada
> kriminal penista agama. Kesalahan beliau karena sebagai
> orang Tionghoa dan juga
> non Islam berani2nya terjun kedalam dunia politik dan
> mempunyai prospek besar
> jadi presiden sehingga hanya kasus omongan yg sebenarnya
> tidak ada apa2nya
> dipolitisir dan kriminalisasi sedemikian rupa.
>
> Tentang pengobatan di Tiongkok memang
> ada kemungkinan besar
> dalam beberapa bidang tertentu justru lebih maju dari
> pengobatan dunia barat
> mengingat sejarah pengobatan yg sedemikian lama, hal yg juga
> terbukti dgn
> menangnya Tu Youyou dalam Nobel Medicine.
>
> Yg saya angkat bukanlah masalah apakah
> pengobatan di Tiongkok
> maju atau tidak, tetapi apakah Liu
> mendapat perhatian dan perawatan yg
> sepantasnya.
>
> ---In [email protected],
> <bhjo@...> wrote :
>
>
> Kalau bukan di
> politisasi, apalagi??? Doctor from MD Anderson Cancer Center
> in Houston/Texas
> and doctor from University of Heidelberg in Germany HAS NO
> BUSSINESS to come to
> China to see Liu (pemberontak-teroris).
>
> 1) Di China, ada ribuan atau ratusan
> ribuan orang yg. kena
> kanker hati sebab di China (dan juga di Asia) banyak yg.
> kena infeksi kronis
> hati (Chronic Hepatitis) sebagai penyebab kanker hati.
> Kenapa mereka tidak di
> datangi oleh dokter dari Amerika atau Jerman? Karena Liu
> pemenang Hadiah Nobel
> maka dia di datangi utk. propaganda Barat. Selain itu,
> apakah bukan suatu
> diskriminasi terhadap penderita2 kanker hati lain di China,
> yg. disebut saja
> tidak (tidak ada harganya)?
>
> 2) Karena China banyak penderita kanker
> hati, belum tentu
> terapi di Amerika dan Jerman lebih baik daripada di China
> karena dokter2 China
> lebih banyak berpengalaman dalam bidang penyakit ini,
> terutama dibidang
> operasinya. Jadi juga propaganda utk menjelekkan
> China.
>
> BH Jo
>
> ---In [email protected],
> <jonathangoeij@...> wrote :
>
>
>
> Yg
>
> meminta dirawat di Jerman atau Amerika itu Liu sendiri
> "He
>
> said his first preference would be Germany, but if that
> wasn’t workable, then
> the United States would be fine, too."
> California pernah di-sued oleh keluarga inmate yg
> meninggal dipenjara
> karena tidak mendapat perawatan pengobatan yg selayaknya, di
> pengadilan
> California kalah dan akibatnya diadakan overhaul penanganan
> kesehatan inmate2
> itu. Saat ini masalah kesehatan diperhatikan penuh bahkan
> banyak yg menyindir
> perawatan tingkat Kaiser Permanente bagi inmate. Masalah
> sindiran itu benar atau
> tidak saya tidak tahu jelas, tetapi dalam pandangan saya
> inmate itu tidak punya
> kebebasan mencari perawatan dokter atau rumah sakit sehingga
> sudah selayaknya
> penanganan kesehatan dijamin sepenuhnya oleh negara.
>
> Tidak tahu bagaimana dgn Tiongkok?
> ---
>
>
> The
>
> doctors, Joseph M. Herman of the University of Texas MD
> Anderson Cancer Center
> and Markus Büchler of the University of Heidelberg, who
> evaluated Mr. Liu on
> Saturday, said he had indicated that he wanted to be sent
> abroad for the
> remainder of his treatment.
> “While
> a degree of
> risk always exists in the movement of any patient, both
> physicians believe Mr.
> Liu can be safely transported with appropriate medical
> evacuation care and
> support,” the doctors said in a joint statement.
> They added that they
> were willing to provide Mr. Liu such care.
> Shang
>
> Baojun, a lawyer who represented Mr. Liu at his trial in
> 2009 on charges of
> state subversion, said by phone, “He
> said his first
> preference would be Germany, but if that wasn’t workable,
> then the United States
> would be fine, too.”
> https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html
>
> ---In
> [email protected], <bhjo@...> wrote :
>
>
> Benar
>
> inilah kejahatan negara2 Barat dimana kematian si
> pemberontak-teroris LiuXB
> dipolitisasi. Dia meninggal karena kanker hati. Di Amerika
> atau Eropa, orang yg.
> kena kanker hati juga biasanya akan mati dgn. terapi apa
> saja. Koq katanya mesti
> dirawat di Amerika atau Jerman, ya juga si pemberontak akan
> mati disana. Kecuali
> kalau kanker/tumornya masih kecil dan belum menyebar ke
> organ2 lain, yg. jarang
> sekali terjadi (dimana terapinya adalah transplantasi
> hati).
>
> BH
> Jo
>
> ---In
> [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
>
>
>
>
> Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo
> ini dipotisasi oleh
> barat saja, dari pengangkatan Hadiah Nobel, sampai
> kematian-nya kemarin ini.
> Tapi mereka TIDAK BERHASIL melihat kenyataan
> kelemahan/kegagalan fatal LiuXB
> yang mereka usung pejuang HAM itu! LiuXB gagal mengatasi
> beban pikirannya
> sendiri! Beban pikiran hidup dalam penjara itulah yang
> membuat kena kanker dan
> mati-muda, ...
>
> Pertama, sebagai pejuang HAM yang
> mengatas namakan
> kemanusiaan, jelas tokoh2 pegiat DEMOKRASI dalam
> melancarkan aksi Tian An
> Men, 4 Juni 1989 itu, justru yang mengabaikan kemanusiaan!
> TIDAK lebih dahulu
> mengambil keputusan MENYELAMATKAN pendemo! Sebaliknya,
> justru mengambil sikap
> hendak mengorbankan pendemo2, darah mereka yang meembanjiri
> lapangan Tian An Men
> untuk menekan roboh Pemerintah Tiongkok! Itulah seruan Chai
> Ling, pimpinan-aksi
> lapangan Tian An Men, yang menyerukan pendemo BERTAHAN,
> tidak mundur sampai
> batas ultimatum membersihkan lapangan Tian An Men! Dan
> akhirnya membuat Chai
> Ling bertobat menjadi Kristianis-taat, menyimpulkan
> seandainya saja dia ketika
> itu sudah mengenal TUHAN, tentu harus lebih dahulu
> menyelamatkan kawan
> seperjuangan, membubarkan dan mempersihkan pendemo-pendemo
> di lapangan Tian An
> Men sebelum jam ultimatum tiba dan dengan demikian TIDAK
> teerjadi seorang korban
> pun! Itupula teriak seorang ibu yang anaknya jadi KORBAN di
> Lapangan Tian An
> Men, pada saat Wu Erkaisi menghibur ibu ini, jangan kalian
> besar-besarkan angka
> korban dimalam hari itu! Makin besar angka KORBAN makin
> BESAR TANGGUNGJAWAB
> kalian!
>
> Chai Ling sebagai Kristianis bahkan
> berani mengklaim, selama
> 25 tahun ini (memperingati Tragedi Tian An Men ditahun 2014
> – BBC), warga
> Tiongkok sudah lebih 100 juta yang menganut agama Kristen!
> Bahkan sesumbar,
> yakin RRT akan berubah beradab dengan maraknya agama Kristen
> didaratan TIongkok,
> ... dan akhirnya mengalahkan paham komunis. Heheheee,
> ...
> Chai Ling
> menyembayangi korban Tian An Men.    Chai Ling
> ditahun 2014 – Ming Bao/Harian
> Ming
>
> Sayang, seribu sayang, sekalipun tokoh2
> utama Pegiat DEMOKRASI
> di lapangan Tian An Men ini sudah “menyadari KESALAHAN”
> perjuangan mereka, tapi
> nampaknya BELUM ada KEBERANIAN membuat satu KESIMPULAN
> bersama dimana KESALAHAN
> dan bagaimana seharusnya melancarkan perjuangan dan
> memenangkan perjuangan
> mencapai TUJUAN! Hanya sekali-kali suaranya TETAP digunakan
> untuk terus membakar
> kegiatan demokrat, khususnya menentang pemerintah Tiongkok
> yang masih komunis
> itu!
>
> Setiap orang boleh2 saja mempunyai
> pikiran/pendapat berbeda,
> bahkan menentang Pemerintah pusat sekalipun. Hanya saja
> harus dipikirkan
> baik-baik bagaimana memperjuangkan dan memenangkan dengan
> pengorbanan sekecil
> mungkin, tidak asal seruduk tanpa mempedulikan berapa besar
> korban yang terjadi!
> Tanpa peduli mengambil jalan BUNUH DIRI dengan tidak
> pedulikan berapa besar
> KORBAN yang jatuh! Itu namanya membenturkan telor pada batu.
> Setelah jatuh
> korban, ... berapapun angka sesungguhnya, kenyataan TIDAK
> SATU pun tokoh2
> utamanya jatuh KORBAN! Semua lolos dan akhirnya hanya
> mencari hidup
> menyelamatkan diri sendiri2 tanpa membuat kesimpulan agar
> pejuang lain tidak
> meneruskan kesalahan mereka. Dan ternyata kesalahan mereka
> itu justru yang
> dilanjutkan oleh pejuang DEMOKRAT di HK denganmelancarkan
> aksi demo mengangkangi
> jalan2 utama di HK akhir tahun 2014! Masih beruntung lah
> pejuang2 Demokrat HK,
> pemerintah Pusat dan HK ketika itu, telah merubah sikap
> perjuangan, TIDAK
> MENINDAS dengan KEKERASAN! Membiarkan mereka kewalahan
> sendiri harus hidup-tidur
> dijalan dan akhirnya menyerah sendiri setelah hampir 2
> bulan!
>
> Kedua, Ada pendapat sementara dokter,
> termasuk sinshe (dokter
> tradisional Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT
> menentukan KESEHATAN
> seseorang! Pikiran sedih, kecewa, stress, ... yang merupakan
> beban pikiran
> berkepanjangan itulah yang mengakibatkan bermacam penyakit!
> Siapa bisa mengobati
> dan mencegah perkembangan penyakit LiuXB? Ya, ... Liu
> sendirilah! Tiada obat
> mujarab kecuali Liu berhasil melepas beban pikiran hidup
> dipenjara! Liu seorang
> pejuang yang tidak memperhitungkan konsekwensi perjuangan,
> sikap yang dijalankan
> selama ini dalam melawan Pemerintah. Setelah dijatuhi
> hukuman dan melewati
> kehidupan di penjara, jelas Liu TIDAK berhasil melepas BEBAN
> PIKIRAN nya dan
> akibatnya kena kanker! Artinya pengobatan sebaik apapun
> TIDAK akan menyembuhkan,
> kecuali dia diberi KEBEBASAN diluarnegeri! Dan itu tentunya
> menyalahi HUKUM,
> ...
>
> Mengapa pihak kedokteran Tiongkok
> terlambat mengetahui kanker
> LiuXB, diketahui setelah serius ddn dimasa akhir? Mungkin
> masih bisa
> diperdebatkan, ... tapi pernyataan pihak RS tidak tepat
> membawa Liu berobat
> diLN, adalah keputusan TEPAT! Buktinya tidak lebih beberapa
> hari penyakit Liu
> merosot drastis dan mati juga! Itulah kenyataan yang
> terjadi, kecuali memang
> menghendaki Liu mati diatas pesawat??? Bukankah dengan
> begitu lebih tidak
> manusiawi??? Atau memang bertujuan bikin ribuuuut
> saja!
>
> Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya adalah
> akibat KESALAHAN
> dirinya sendiri, ... tidak ada yang perlu dibesarbesarkan
> apalagi dipuja-puji
> dan dihormati! Biarlah LiuXB pergi meninggalkan dunia fana
> ini dengan penuh
> ketenangan dan seperti abangnya menyatakan, atas nama
> keluarga Liu bersyukur dan
> berterimakasih pada Pemerintah dan PKT tetap
> memperlakukannya sebagai manusia
> yang perlu dilayani pengobatan dan menyelesaikan
> akhir-hidupnya.
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
>
>
>
>
> From: jonathangoeij@...
> [GELORA45]
> Sent: Sunday, July 16, 2017 1:22
> AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Dunia
> internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang
>
> wafat
>
>
>
>
>
> 14
>
> Juli 2017
>
>
> Tautan
>
> eksternal dan akan terbuka di layar baru
> Bagikan
>
> artikel ini dengan Facebook  Bagikan
>
> artikel ini dengan Twitter  Bagikan
>
> artikel ini dengan Messenger  Bagikan
>
> artikel ini dengan Email  Kirim
>
> Hak
>
> atas fotoLIU
>
> XIA / HANDOUTImage
>
> captionLiu
>
> Xiaobo meraih Nobel Perdamaian 2010. Dia meninggal dunia
> akibat kanker
> liver.
> Cina
>
> menghadapi berbagai kritik dari dunia internasional atas
> perlakuan terhadap Liu
> Xiaobo, pegiat hak asasi yang meninggal dunia pada usia 61
> tahun akibat kanker
> liver.
> Komite
>
> Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung
> 'tanggung jawab besar'
> atas kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada
> 2010.
> Di
>
> samping menyebut kematian Liu "terlalu dini",
> Komite Nobel juga menyatakan sikap
> Cina yang menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri
> "sangat
> mengganggu".
> Menanggapi
>
> kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan Liu
> adalah urusan dalam
> negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam
> posisi untuk membyat
> pernyataan yang tidak patut".
> Duka
> pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu
> Xiaobo
> Pembangkang
> Cina dibebaskan untuk berobat kanker
> Seruan
> agar Cina bebaskan Liu Xiaobo
> Menteri
>
> Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa
> berobat ke luar
> negeri.
> "Cina
>
> kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara
> cepat, transparan,
> dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui
> jauh sebelumnya," kata
> Gabriel.Hak
>
> atas fotoHANDOUPT/AFPImage
>
> captionLiu
>
> Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, pada tahun 2002. Sejumlah
> pihak kini mendesak
> pemerintah Cina membebaskan Liu Xia untuk bepergian ke luar
> negeri.
> Pernyataan
>
> senada dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris
> Johnson.
> "Liu
>
> Xiaobo seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar
> negeri, yang
> berulang kali ditolal aparat Cina. Ini tindakan yang salah
> dan kini saya
> mendesak mereka mencabut semua pelarangan terhadap janda
> Liu," kata Johnson.
> Pemerintah
>
> Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk menjalani
> perawatan. Larangan itu
> disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan
> bahwa dia sudah
> terlalu sakit untuk melakukan perjalanan.
> Namun
>
> seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat—yang beberapa
> waktu lalu mengunjungi
> dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di
> Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo masih
> mampu melakukan perjalanan.
> Setelah
>
> Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis
> meminta kepada Cina
> untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar
> negeri.
> Permintaan
>
> ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid
> Ra'ad Al Hussein,
> yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu
> Xia."Hak
>
> atas fotoGETTYImage
>
> captionLiu
>
> Xiabo pertama kali dikenal pada masa unjuk rasa terkenal di
> Lapangan Tiananmen,
> Beijing, tahun 1989.
> 'Kekuatan
>
> Barat' mempolitisasi
> Pernyaan
>
> resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan:
> "Penanganan kasus Liu Xiaobo
> merupakan urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing
> tidak berada dalam
> posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut".
> Sebagaimana
>
> dikutip kantor berita Xinhua,
>
> juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang,
> menambahkan bahwa pejabat
> kesehatan Cina telah mengerahkan upaya penuh untuk merawat
> Liu.
> Sebuah
>
> surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial
> yang menuding
> 'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.
> Sejumlah
>
> koresponden mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina
> sangat sepi. Kantor
> berita Xinhua
>
> dan CCTV
>
> hanya merilis pernyataan singkat pada situs berbahasa
> Inggris bahwa Liu
> Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal
> dunia.
> Harian
>
> Global
>
> Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina
> menerbitkan editorial
> berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban
> penyesatan" Barat.
> "Pihak
>
> Cina senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa
> kekuatan Barat selalu
> mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan
> perawatannya sebagai
> isu 'hak asasi'."
> Di
>
> media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah
> disensor. Sejumlah komentar
> dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji
> lilin.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485 --
> #yiv3662792485ygrp-mkp {
> border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
> 0;padding:0 10px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp hr {
> border:1px solid #d8d8d8;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp #yiv3662792485hd {
> color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
> 0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp #yiv3662792485ads {
> margin-bottom:10px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp .yiv3662792485ad {
> padding:0 0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp .yiv3662792485ad p {
> margin:0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp .yiv3662792485ad a {
> color:#0000ff;text-decoration:none;}
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor
> #yiv3662792485ygrp-lc {
> font-family:Arial;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor
> #yiv3662792485ygrp-lc #yiv3662792485hd {
> margin:10px
> 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor
> #yiv3662792485ygrp-lc .yiv3662792485ad {
> margin-bottom:10px;padding:0 0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485actions {
> font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485activity {
> background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;
> padding:10px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span {
> font-weight:700;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span:first-child {
> text-transform:uppercase;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span a {
> color:#5085b6;text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span span {
> color:#ff7900;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span
> .yiv3662792485underline {
> text-decoration:underline;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485attach {
> clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
> 0;width:400px;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485attach div a {
> text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485attach img {
> border:none;padding-right:5px;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485attach label {
> display:block;margin-bottom:5px;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485attach label a {
> text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 blockquote {
> margin:0 0 0 4px;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485bold {
> font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485bold a {
> text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 dd.yiv3662792485last p a {
> font-family:Verdana;font-weight:700;}
>
> #yiv3662792485 dd.yiv3662792485last p span {
> margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
>
> #yiv3662792485 dd.yiv3662792485last p
> span.yiv3662792485yshortcuts {
> margin-right:0;}
>
> #yiv3662792485 div.yiv3662792485attach-table div div a {
> text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 div.yiv3662792485attach-table {
> width:400px;}
>
> #yiv3662792485 div.yiv3662792485file-title a, #yiv3662792485
> div.yiv3662792485file-title a:active, #yiv3662792485
> div.yiv3662792485file-title a:hover, #yiv3662792485
> div.yiv3662792485file-title a:visited {
> text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a,
> #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a:active,
> #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a:hover,
> #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a:visited {
> text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 div#yiv3662792485ygrp-mlmsg
> #yiv3662792485ygrp-msg p a span.yiv3662792485yshortcuts {
> font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485green {
> color:#628c2a;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485MsoNormal {
> margin:0 0 0 0;}
>
> #yiv3662792485 o {
> font-size:0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485photos div {
> float:left;width:72px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485photos div div {
> border:1px solid
> #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485photos div label {
> color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:
> center;white-space:nowrap;width:64px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485reco-category {
> font-size:77%;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485reco-desc {
> font-size:77%;}
>
> #yiv3662792485 .yiv3662792485replbq {
> margin:4px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-actbar div a:first-child {
> margin-right:2px;padding-right:5px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg {
> font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
> sans-serif;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg table {
> font-size:inherit;font:100%;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg select,
> #yiv3662792485 input, #yiv3662792485 textarea {
> font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg pre, #yiv3662792485
> code {
> font:115% monospace;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg * {
> line-height:1.22em;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg #yiv3662792485logo {
> padding-bottom:10px;}
>
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-msg p a {
> font-family:Verdana;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-msg
> p#yiv3662792485attach-count span {
> color:#1E66AE;font-weight:700;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-reco
> #yiv3662792485reco-head {
> color:#ff7900;font-weight:700;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-reco {
> margin-bottom:20px;padding:0px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov
> li a {
> font-size:130%;text-decoration:none;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov
> li {
> font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov
> ul {
> margin:0;padding:0 0 0 8px;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text {
> font-family:Georgia;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text p {
> margin:0 0 1em 0;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text tt {
> font-size:120%;}
>
> #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-vital ul li:last-child {
> border-right:none !important;
> }
> #yiv3662792485
>
> 
>

Kirim email ke