Hebat juga tukang pijat ini. Jadi penyambung lidah orang2 lain yang datang minta pijat sambil cerita2.
2017-07-19 4:00 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > Saya kemarin pijat, sambil pijetan tukang pijetnya cerita ngalor ngidul > soal Balikpapan. > > Dibalikpapan saat ini sedang membangun jalan tol, apa benar hutan lindung > jika mau dipakai jalan tol harus mendapat ijin dari amerika, > > karena disana ada wanariset milik international. Katanya di hutan lindung > amerika menaruh antena parabola supaya satelit nasa bisa memantau keadaan > di Indonesia. > > Saya sik tidak terlalu banyak menanggapi, karena beliau cuma tukang pijat > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Wednesday, July 19, 2017 8:45 AM > *To:* [email protected]; [email protected]; DR. Alexander Tjaniago < > [email protected]>; [email protected] > *Subject:* [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik > perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat > > > > > > Bung Tjaniago dan Bung Jo yb, > > > > Dunia memang jadi terbalik-balik oleh sikap dan sepak-terjang AS yang > dijadikan patokan, ... yang berlawanan dan menentang SALAH! Sudah TIBA > saatnya kita balik tegak kembali sesuai nalar manusia SEHAT! > > > > Bagaimana bisa seorang yang membenarkan dan menyetujui > penyerangan/PEMBUNUHAN jutaan penduduk di Iraq dan Afganistan, koq bisa > dikasih Hadiah Nobel-PERDAMAIAN/PEACE! Ini kan kelanjutan dari PEMBENARAN > pelemparan BOM-ATOM AS di Hiroshima-Nagasaki yang membunuh ratusan-ribu > RAKYAT tidak berdosa! Satu perbuatan terkutuk yang kejam, sangat, sangat KEJAM > mengatas-namai menghentikan perang, PERDAMAIAN. Lalu, sekarang membenarkan > AS menyerang Iraq, Afganishtan juga serangan balas 911, membasmi radikalis > Islam, ... TANPA berani melihat kenyataan banyak mana KORBAN JIWA yang > jatuh, Islam radikal yang dijadikan sasaran hendak dibasmi itu dengan warga > yang tidak berdosa dan TIDAK SEHARUSnya mati dan cacad, khususnya anak2 dan > kaum perempuan!!! Dan, ... setelah sekian puluhan tahun aksi penyerangan, > intervensi, mengobok-obok urusan dalam negeri Arab sampai sekarang ini > BELUM juga ada bayangan akan berakhir! Sebaliknya Trump sudah berteriak > menyatakan kewalahan dengan biaya yang begitu BESAR, ...! Lalu??? Masih > saja ngotot membenarkan politik agresif gebuk negara2 Arab demi perdamaian? > Atau harus dilanjutkan dengan diperluas juga menyerang Korea-Utara sekalian > untuk hancurkan RRT yg sudah tumbuh menjadi pesaing kuat bahkan ancaman? > BUNUH DIRI, biar sama-sama mampus dan dunia kiamat??? > > > > Dimana lagi DEMOKRASI dan HAM yang kalian tgeriakkan sekuat2nya itu??? > Kenyataan yang dijalan AS, memaksa orang lain, negara lain yang berbeda > sama dengan dirinya dengan KEKERASAN! Apanya yang DEMOKRASI, Apanya lagi > yang bisa dibilang mengutamakan HAM??? Yang diributkan melulu sikap RRT > terhadap orang beda pendapat macam LiuXB, yg nampak makin jelas agen CIA > itu! Sampai2 Trump sedih KEHILANGAN LiuXB! Hehehee, ... > > > > Salam, > > ChanCT > > > > > > *From:* [email protected] [GELORA45] > > *Sent:* Wednesday, July 19, 2017 12:51 AM > > *To:* [email protected] > > *Subject:* Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina > terhadap pegiat HAM yang wafat > > > > > > Setuju sekali dgn. Bung Tjaniago. Wong si Liu menyetujui > penyerangan/PEMBUNUHAN jutaan penduduk di Iraq dan Afganistan, koq dikasih > Hadiah Nobel utk. PERDAMAIAN/PEACE. > > > > ---In [email protected], <yskp45@...> wrote : > > Bung ChanCT, > > Siapa saja dan apapun bentuknya dalam memusuhi RRT akan mendapat Hadiah > Nobel dan akan menjadi Pahlawan Dunia Barat, > tetapi pembunuhan sekitar 4 juta Warganegara Iraq dan Libya, Ratusan Ribu > Warganegara Yugoslovakia, pembunuhan Warganegara Afghanistan > selama 25 Tahun ini oleh Demokrasi Barat/USA & NATO,itu dinamakan > Kemanusiaan dan Demokrasi. dan akan ditulis besar-besar, dan di > mamahbiak oleh semua yang anti RRT dan anti hubungan kemanusiaan yang > menghargai souverenitas sebuah negara. > -------------------------------------------- > Pada Sen, 17/7/17, 'Chan CT' SADAR@... [GELORA45] < > [email protected]> menulis: > > Judul: Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap > pegiat HAM yang wafat > Kepada: [email protected], jonathangoeij@... > Tanggal: Senin, 17 Juli, 2017, 8:12 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > Memangnya nonya Liu > diapakan??? > > > > > > From: jonathangoeij@... > [GELORA45] > Sent: Monday, July 17, 2017 1:01 PM > To: [email protected] > > > Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional > kritik perlakuan Cina > terhadap pegiat HAM yang wafat > > > > > > Bagaimana dengan Nyonya > Liu? > > ---In > [email protected], <SADAR@...> wrote : > > > > > > Goei: Liu adalah seorang pemenang nobel, > ... tahanan > politik yg "kesalahannya" karena mempunyai > pandangan politik yg berbeda dgn > pihak penguasa itu saja. > > > Chan: > > Jelas > pengangkatan LiuXB pemenang > Nobel-Perdamaian adalah permainan politik barat yang sangat > ngaco! Perdamaian > apa yang digiatkan Liu??? Padahal kenyataan sebaliknya, > bukan perdamaian, tapi > kekacauan, kerusuhan bahkan MENGORBANKAN kw2 untuk > mencapai tujuan > politiknya, gulingkan Pemerintah RRT! Padahal itulah sikap, > tindakan radikalis > yang TIDAK BEDA dengan radikalis pengibar panji Islam! > BIADAB dan sangat, SANGAT > TIDAK MANUSIAWI! Yang HARUS DIKIUTUK rakyat sedunia, ...! > Ini pertama. > > Kedua, agar anda ketahui, di Tiongkok > ini sangat buaanyaak > orang punya beda pendapat, bahkan anggota PKT yang juga > mengkritik politik yang > sedang dijalankan, baik dari sudut pandang ekstrim kiri, > Maois maupun daari > sudut pandang kanan, yang cenderung ke pandangan Sosial > Demokrat. Dan adalah > juga kenyataan, selama mereka tidak bersikap berlebih, > melampaui batas tentu > tidak apa2, TIDAK ada yang ditahan apalagi dipenjarakan. > Sedang Liu XB > masalahnya bukan pendapat beda, tapi dia sudah menjadi kaki > tangan NGO asing, > termasuk CIA saja! Macam Joshua Wong di HK itu, > ... > > Ketiga, masalah perawatan kesehatan dan > pengaturan kremasi dan > pelarungan abu di laut, jelas sudah disampaikan abang Liu, > Liu XaoGuang yang > menyatakan berterimakasih pada pemerintah dan PKT telah > memberikan perawatan dan > pengaturan jenasah LiuXB dengan sebaik-baiknya dan sesuai > permintaan keluarga. > Lalu, apa yang masih perlu diributkan lagi??? > > Salam, > ChanCT > > > > > > > From: jonathangoeij@... > [GELORA45] > Sent: Monday, July 17, 2017 11:40 AM > To: [email protected] > > Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional > kritik perlakuan Cina > terhadap pegiat HAM yang wafat > > > > > > > Melihat diskriminasinya > tentu tidak bisa seperti itu, Liu adalah > seorang pemenang nobel, merupakan seorang > extraordinary among the > extraordinaries, lagipula Liu bukanlah kriminal melainkan > tahanan politik > yg "kesalahannya" karena > mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn pihak penguasa > itu saja. > Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya kalau dunia > internasional memperhatikan > secara khusus, sama saja bila terjadi pd pemegang nobel > perdaimaian yg lain > katakanlah pd Malala, Nelson Mandela, ataupun Aung San Suu > Kyi, ataupun pd > tingkatan yg lebih rendah sedikit pd Ahok ataupun Joshua > Wong. > > Ahok saya pandang lebih dari seorang > tahanan politik daripada > kriminal penista agama. Kesalahan beliau karena sebagai > orang Tionghoa dan juga > non Islam berani2nya terjun kedalam dunia politik dan > mempunyai prospek besar > jadi presiden sehingga hanya kasus omongan yg sebenarnya > tidak ada apa2nya > dipolitisir dan kriminalisasi sedemikian rupa. > > Tentang pengobatan di Tiongkok memang > ada kemungkinan besar > dalam beberapa bidang tertentu justru lebih maju dari > pengobatan dunia barat > mengingat sejarah pengobatan yg sedemikian lama, hal yg juga > terbukti dgn > menangnya Tu Youyou dalam Nobel Medicine. > > Yg saya angkat bukanlah masalah apakah > pengobatan di Tiongkok > maju atau tidak, tetapi apakah Liu > mendapat perhatian dan perawatan yg > sepantasnya. > > ---In [email protected], > <bhjo@...> wrote : > > > Kalau bukan di > politisasi, apalagi??? Doctor from MD Anderson Cancer Center > in Houston/Texas > and doctor from University of Heidelberg in Germany HAS NO > BUSSINESS to come to > China to see Liu (pemberontak-teroris). > > 1) Di China, ada ribuan atau ratusan > ribuan orang yg. kena > kanker hati sebab di China (dan juga di Asia) banyak yg. > kena infeksi kronis > hati (Chronic Hepatitis) sebagai penyebab kanker hati. > Kenapa mereka tidak di > datangi oleh dokter dari Amerika atau Jerman? Karena Liu > pemenang Hadiah Nobel > maka dia di datangi utk. propaganda Barat. Selain itu, > apakah bukan suatu > diskriminasi terhadap penderita2 kanker hati lain di China, > yg. disebut saja > tidak (tidak ada harganya)? > > 2) Karena China banyak penderita kanker > hati, belum tentu > terapi di Amerika dan Jerman lebih baik daripada di China > karena dokter2 China > lebih banyak berpengalaman dalam bidang penyakit ini, > terutama dibidang > operasinya. Jadi juga propaganda utk menjelekkan > China. > > BH Jo > > ---In [email protected], > <jonathangoeij@...> wrote : > > > > Yg > > meminta dirawat di Jerman atau Amerika itu Liu sendiri > "He > > said his first preference would be Germany, but if that > wasn’t workable, then > the United States would be fine, too." > California pernah di-sued oleh keluarga inmate yg > meninggal dipenjara > karena tidak mendapat perawatan pengobatan yg selayaknya, di > pengadilan > California kalah dan akibatnya diadakan overhaul penanganan > kesehatan inmate2 > itu. Saat ini masalah kesehatan diperhatikan penuh bahkan > banyak yg menyindir > perawatan tingkat Kaiser Permanente bagi inmate. Masalah > sindiran itu benar atau > tidak saya tidak tahu jelas, tetapi dalam pandangan saya > inmate itu tidak punya > kebebasan mencari perawatan dokter atau rumah sakit sehingga > sudah selayaknya > penanganan kesehatan dijamin sepenuhnya oleh negara. > > Tidak tahu bagaimana dgn Tiongkok? > --- > > > The > > doctors, Joseph M. Herman of the University of Texas MD > Anderson Cancer Center > and Markus Büchler of the University of Heidelberg, who > evaluated Mr. Liu on > Saturday, said he had indicated that he wanted to be sent > abroad for the > remainder of his treatment. > “While > a degree of > risk always exists in the movement of any patient, both > physicians believe Mr. > Liu can be safely transported with appropriate medical > evacuation care and > support,” the doctors said in a joint statement. > They added that they > were willing to provide Mr. Liu such care. > Shang > > Baojun, a lawyer who represented Mr. Liu at his trial in > 2009 on charges of > state subversion, said by phone, “He > said his first > preference would be Germany, but if that wasn’t workable, > then the United States > would be fine, too.” > https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html > > ---In > [email protected], <bhjo@...> wrote : > > > Benar > > inilah kejahatan negara2 Barat dimana kematian si > pemberontak-teroris LiuXB > dipolitisasi. Dia meninggal karena kanker hati. Di Amerika > atau Eropa, orang yg. > kena kanker hati juga biasanya akan mati dgn. terapi apa > saja. Koq katanya mesti > dirawat di Amerika atau Jerman, ya juga si pemberontak akan > mati disana. Kecuali > kalau kanker/tumornya masih kecil dan belum menyebar ke > organ2 lain, yg. jarang > sekali terjadi (dimana terapinya adalah transplantasi > hati). > > BH > Jo > > ---In > [email protected], <SADAR@...> wrote : > > > > > > Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo > ini dipotisasi oleh > barat saja, dari pengangkatan Hadiah Nobel, sampai > kematian-nya kemarin ini. > Tapi mereka TIDAK BERHASIL melihat kenyataan > kelemahan/kegagalan fatal LiuXB > yang mereka usung pejuang HAM itu! LiuXB gagal mengatasi > beban pikirannya > sendiri! Beban pikiran hidup dalam penjara itulah yang > membuat kena kanker dan > mati-muda, ... > > Pertama, sebagai pejuang HAM yang > mengatas namakan > kemanusiaan, jelas tokoh2 pegiat DEMOKRASI dalam > melancarkan aksi Tian An > Men, 4 Juni 1989 itu, justru yang mengabaikan kemanusiaan! > TIDAK lebih dahulu > mengambil keputusan MENYELAMATKAN pendemo! Sebaliknya, > justru mengambil sikap > hendak mengorbankan pendemo2, darah mereka yang meembanjiri > lapangan Tian An Men > untuk menekan roboh Pemerintah Tiongkok! Itulah seruan Chai > Ling, pimpinan-aksi > lapangan Tian An Men, yang menyerukan pendemo BERTAHAN, > tidak mundur sampai > batas ultimatum membersihkan lapangan Tian An Men! Dan > akhirnya membuat Chai > Ling bertobat menjadi Kristianis-taat, menyimpulkan > seandainya saja dia ketika > itu sudah mengenal TUHAN, tentu harus lebih dahulu > menyelamatkan kawan > seperjuangan, membubarkan dan mempersihkan pendemo-pendemo > di lapangan Tian An > Men sebelum jam ultimatum tiba dan dengan demikian TIDAK > teerjadi seorang korban > pun! Itupula teriak seorang ibu yang anaknya jadi KORBAN di > Lapangan Tian An > Men, pada saat Wu Erkaisi menghibur ibu ini, jangan kalian > besar-besarkan angka > korban dimalam hari itu! Makin besar angka KORBAN makin > BESAR TANGGUNGJAWAB > kalian! > > Chai Ling sebagai Kristianis bahkan > berani mengklaim, selama > 25 tahun ini (memperingati Tragedi Tian An Men ditahun 2014 > – BBC), warga > Tiongkok sudah lebih 100 juta yang menganut agama Kristen! > Bahkan sesumbar, > yakin RRT akan berubah beradab dengan maraknya agama Kristen > didaratan TIongkok, > ... dan akhirnya mengalahkan paham komunis. Heheheee, > ... > Chai Ling > menyembayangi korban Tian An Men. Chai Ling > ditahun 2014 – Ming Bao/Harian > Ming > > Sayang, seribu sayang, sekalipun tokoh2 > utama Pegiat DEMOKRASI > di lapangan Tian An Men ini sudah “menyadari KESALAHAN” > perjuangan mereka, tapi > nampaknya BELUM ada KEBERANIAN membuat satu KESIMPULAN > bersama dimana KESALAHAN > dan bagaimana seharusnya melancarkan perjuangan dan > memenangkan perjuangan > mencapai TUJUAN! Hanya sekali-kali suaranya TETAP digunakan > untuk terus membakar > kegiatan demokrat, khususnya menentang pemerintah Tiongkok > yang masih komunis > itu! > > Setiap orang boleh2 saja mempunyai > pikiran/pendapat berbeda, > bahkan menentang Pemerintah pusat sekalipun. Hanya saja > harus dipikirkan > baik-baik bagaimana memperjuangkan dan memenangkan dengan > pengorbanan sekecil > mungkin, tidak asal seruduk tanpa mempedulikan berapa besar > korban yang terjadi! > Tanpa peduli mengambil jalan BUNUH DIRI dengan tidak > pedulikan berapa besar > KORBAN yang jatuh! Itu namanya membenturkan telor pada batu. > Setelah jatuh > korban, ... berapapun angka sesungguhnya, kenyataan TIDAK > SATU pun tokoh2 > utamanya jatuh KORBAN! Semua lolos dan akhirnya hanya > mencari hidup > menyelamatkan diri sendiri2 tanpa membuat kesimpulan agar > pejuang lain tidak > meneruskan kesalahan mereka. Dan ternyata kesalahan mereka > itu justru yang > dilanjutkan oleh pejuang DEMOKRAT di HK denganmelancarkan > aksi demo mengangkangi > jalan2 utama di HK akhir tahun 2014! Masih beruntung lah > pejuang2 Demokrat HK, > pemerintah Pusat dan HK ketika itu, telah merubah sikap > perjuangan, TIDAK > MENINDAS dengan KEKERASAN! Membiarkan mereka kewalahan > sendiri harus hidup-tidur > dijalan dan akhirnya menyerah sendiri setelah hampir 2 > bulan! > > Kedua, Ada pendapat sementara dokter, > termasuk sinshe (dokter > tradisional Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT > menentukan KESEHATAN > seseorang! Pikiran sedih, kecewa, stress, ... yang merupakan > beban pikiran > berkepanjangan itulah yang mengakibatkan bermacam penyakit! > Siapa bisa mengobati > dan mencegah perkembangan penyakit LiuXB? Ya, ... Liu > sendirilah! Tiada obat > mujarab kecuali Liu berhasil melepas beban pikiran hidup > dipenjara! Liu seorang > pejuang yang tidak memperhitungkan konsekwensi perjuangan, > sikap yang dijalankan > selama ini dalam melawan Pemerintah. Setelah dijatuhi > hukuman dan melewati > kehidupan di penjara, jelas Liu TIDAK berhasil melepas BEBAN > PIKIRAN nya dan > akibatnya kena kanker! Artinya pengobatan sebaik apapun > TIDAK akan menyembuhkan, > kecuali dia diberi KEBEBASAN diluarnegeri! Dan itu tentunya > menyalahi HUKUM, > ... > > Mengapa pihak kedokteran Tiongkok > terlambat mengetahui kanker > LiuXB, diketahui setelah serius ddn dimasa akhir? Mungkin > masih bisa > diperdebatkan, ... tapi pernyataan pihak RS tidak tepat > membawa Liu berobat > diLN, adalah keputusan TEPAT! Buktinya tidak lebih beberapa > hari penyakit Liu > merosot drastis dan mati juga! Itulah kenyataan yang > terjadi, kecuali memang > menghendaki Liu mati diatas pesawat??? Bukankah dengan > begitu lebih tidak > manusiawi??? Atau memang bertujuan bikin ribuuuut > saja! > > Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya adalah > akibat KESALAHAN > dirinya sendiri, ... tidak ada yang perlu dibesarbesarkan > apalagi dipuja-puji > dan dihormati! Biarlah LiuXB pergi meninggalkan dunia fana > ini dengan penuh > ketenangan dan seperti abangnya menyatakan, atas nama > keluarga Liu bersyukur dan > berterimakasih pada Pemerintah dan PKT tetap > memperlakukannya sebagai manusia > yang perlu dilayani pengobatan dan menyelesaikan > akhir-hidupnya. > > Salam, > ChanCT > > > > > > > From: jonathangoeij@... > [GELORA45] > Sent: Sunday, July 16, 2017 1:22 > AM > > > > > > > > > > Dunia > internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang > > wafat > > > > > > 14 > > Juli 2017 > > > Tautan > > eksternal dan akan terbuka di layar baru > Bagikan > > artikel ini dengan Facebook Bagikan > > artikel ini dengan Twitter Bagikan > > artikel ini dengan Messenger Bagikan > > artikel ini dengan Email Kirim > > Hak > > atas fotoLIU > > XIA / HANDOUTImage > > captionLiu > > Xiaobo meraih Nobel Perdamaian 2010. Dia meninggal dunia > akibat kanker > liver. > Cina > > menghadapi berbagai kritik dari dunia internasional atas > perlakuan terhadap Liu > Xiaobo, pegiat hak asasi yang meninggal dunia pada usia 61 > tahun akibat kanker > liver. > Komite > > Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung > 'tanggung jawab besar' > atas kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada > 2010. > Di > > samping menyebut kematian Liu "terlalu dini", > Komite Nobel juga menyatakan sikap > Cina yang menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri > "sangat > mengganggu". > Menanggapi > > kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan Liu > adalah urusan dalam > negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam > posisi untuk membyat > pernyataan yang tidak patut". > Duka > pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu > Xiaobo > Pembangkang > Cina dibebaskan untuk berobat kanker > Seruan > agar Cina bebaskan Liu Xiaobo > Menteri > > Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa > berobat ke luar > negeri. > "Cina > > kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara > cepat, transparan, > dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui > jauh sebelumnya," kata > Gabriel.Hak > > atas fotoHANDOUPT/AFPImage > > captionLiu > > Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, pada tahun 2002. Sejumlah > pihak kini mendesak > pemerintah Cina membebaskan Liu Xia untuk bepergian ke luar > negeri. > Pernyataan > > senada dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris > Johnson. > "Liu > > Xiaobo seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar > negeri, yang > berulang kali ditolal aparat Cina. Ini tindakan yang salah > dan kini saya > mendesak mereka mencabut semua pelarangan terhadap janda > Liu," kata Johnson. > Pemerintah > > Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk menjalani > perawatan. Larangan itu > disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan > bahwa dia sudah > terlalu sakit untuk melakukan perjalanan. > Namun > > seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat—yang beberapa > waktu lalu mengunjungi > dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di > Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo masih > mampu melakukan perjalanan. > Setelah > > Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis > meminta kepada Cina > untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar > negeri. > Permintaan > > ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid > Ra'ad Al Hussein, > yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu > Xia."Hak > > atas fotoGETTYImage > > captionLiu > > Xiabo pertama kali dikenal pada masa unjuk rasa terkenal di > Lapangan Tiananmen, > Beijing, tahun 1989. > 'Kekuatan > > Barat' mempolitisasi > Pernyaan > > resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan: > "Penanganan kasus Liu Xiaobo > merupakan urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing > tidak berada dalam > posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut". > Sebagaimana > > dikutip kantor berita Xinhua, > > juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, > menambahkan bahwa pejabat > kesehatan Cina telah mengerahkan upaya penuh untuk merawat > Liu. > Sebuah > > surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial > yang menuding > 'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu. > Sejumlah > > koresponden mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina > sangat sepi. Kantor > berita Xinhua > > dan CCTV > > hanya merilis pernyataan singkat pada situs berbahasa > Inggris bahwa Liu > Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal > dunia. > Harian > > Global > > Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina > menerbitkan editorial > berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban > penyesatan" Barat. > "Pihak > > Cina senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa > kekuatan Barat selalu > mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan > perawatannya sebagai > isu 'hak asasi'." > Di > > media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah > disensor. Sejumlah komentar > dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji > lilin. > > > > > > > > > > > > > #yiv3662792485 #yiv3662792485 -- > #yiv3662792485ygrp-mkp { > border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px > 0;padding:0 10px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp hr { > border:1px solid #d8d8d8;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp #yiv3662792485hd { > color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px > 0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp #yiv3662792485ads { > margin-bottom:10px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp .yiv3662792485ad { > padding:0 0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp .yiv3662792485ad p { > margin:0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp .yiv3662792485ad a { > color:#0000ff;text-decoration:none;} > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor > #yiv3662792485ygrp-lc { > font-family:Arial;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor > #yiv3662792485ygrp-lc #yiv3662792485hd { > margin:10px > 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor > #yiv3662792485ygrp-lc .yiv3662792485ad { > margin-bottom:10px;padding:0 0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485actions { > font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485activity { > background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px; > padding:10px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span { > font-weight:700;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span:first-child { > text-transform:uppercase;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span a { > color:#5085b6;text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span span { > color:#ff7900;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485activity span > .yiv3662792485underline { > text-decoration:underline;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485attach { > clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px > 0;width:400px;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485attach div a { > text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485attach img { > border:none;padding-right:5px;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485attach label { > display:block;margin-bottom:5px;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485attach label a { > text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 blockquote { > margin:0 0 0 4px;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485bold { > font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485bold a { > text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 dd.yiv3662792485last p a { > font-family:Verdana;font-weight:700;} > > #yiv3662792485 dd.yiv3662792485last p span { > margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;} > > #yiv3662792485 dd.yiv3662792485last p > span.yiv3662792485yshortcuts { > margin-right:0;} > > #yiv3662792485 div.yiv3662792485attach-table div div a { > text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 div.yiv3662792485attach-table { > width:400px;} > > #yiv3662792485 div.yiv3662792485file-title a, #yiv3662792485 > div.yiv3662792485file-title a:active, #yiv3662792485 > div.yiv3662792485file-title a:hover, #yiv3662792485 > div.yiv3662792485file-title a:visited { > text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a, > #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a:active, > #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a:hover, > #yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title a:visited { > text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 div#yiv3662792485ygrp-mlmsg > #yiv3662792485ygrp-msg p a span.yiv3662792485yshortcuts { > font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485green { > color:#628c2a;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485MsoNormal { > margin:0 0 0 0;} > > #yiv3662792485 o { > font-size:0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485photos div { > float:left;width:72px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485photos div div { > border:1px solid > #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485photos div label { > color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align: > center;white-space:nowrap;width:64px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485reco-category { > font-size:77%;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485reco-desc { > font-size:77%;} > > #yiv3662792485 .yiv3662792485replbq { > margin:4px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-actbar div a:first-child { > margin-right:2px;padding-right:5px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg { > font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, > sans-serif;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg table { > font-size:inherit;font:100%;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg select, > #yiv3662792485 input, #yiv3662792485 textarea { > font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg pre, #yiv3662792485 > code { > font:115% monospace;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg * { > line-height:1.22em;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg #yiv3662792485logo { > padding-bottom:10px;} > > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-msg p a { > font-family:Verdana;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-msg > p#yiv3662792485attach-count span { > color:#1E66AE;font-weight:700;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-reco > #yiv3662792485reco-head { > color:#ff7900;font-weight:700;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-reco { > margin-bottom:20px;padding:0px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov > li a { > font-size:130%;text-decoration:none;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov > li { > font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov > ul { > margin:0;padding:0 0 0 8px;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text { > font-family:Georgia;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text p { > margin:0 0 1em 0;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text tt { > font-size:120%;} > > #yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-vital ul li:last-child { > border-right:none !important; > } > #yiv3662792485 > > >
